Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kultum Ramadhan Selasa 24 Februari: Puasa dan Panggilan Iman, Madrasah Kemanusiaan Menuju Rindu kepada Allah

Kompas.com, 24 Februari 2026, 18:00 WIB
Farid Assifa

Editor

Oleh KH Cholil Nafis PhD

(Wakil Ketua Umum MUI & Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Wasshalatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya’ wal mursalin, Sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’in. Amma ba’du.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan puasa dengan sebuah panggilan yang sangat istimewa:

Ya ayyuhalladzina amanu” — Wahai orang-orang yang beriman.

Panggilan ini bukan tanpa makna. Ia memiliki arti yang sangat mendalam. Allah memanggil hamba-hamba-Nya yang beriman dengan penuh kasih sayang. Artinya, yang akan merespons kewajiban puasa dengan senang dan lapang dada adalah orang-orang yang memiliki iman.

Baca juga: Puasa Ramadhan bagi Ibu Hamil dan Menyusui, Wajib atau Bayar Fidyah?

Maka salah satu cara melihat perkembangan iman dalam diri kita adalah bagaimana perasaan kita terhadap puasa. Jika puasa terasa menyenangkan, menenangkan, dan semakin hari semakin mendalam kebahagiaannya, itu tanda iman sedang tumbuh.

Namun bagi orang yang imannya lemah, puasa terasa berat. Waktu berjalan lambat, ingin segera berbuka, dan merasa terbebani.

Puasa bagi orang beriman adalah madrasatun insaniyah, sekolah kemanusiaan, balai latihan jiwa. Di dalamnya kita dilatih untuk membangun keintiman dengan Allah.

Orang yang berpuasa tidak ada bedanya secara lahir dengan yang tidak berpuasa, kecuali jika ia bercerita. Tidak ada tanda khusus yang terlihat. Tetapi di sisi Allah, ia sangat istimewa. Ia meninggalkan makan dan minum bukan karena tidak ada makanan, tetapi karena iman kepada Allah. Tanpa ada yang melihat, tanpa ada yang tahu.

Bandingkan dengan ibadah lain:

  • Shalat terlihat orang.
  • Zakat diberikan kepada orang.
  • Haji pergi ke negeri orang.

Tetapi puasa adalah ibadah yang sangat personal. Puasa adalah perjalanan mendekatkan diri kepada Allah.

Karena itu, puasa melatih kejujuran. Jika ingin nakal, bisa saja seseorang makan diam-diam. Tidak ada yang tahu. Tetapi ia memilih jujur karena Allah.

Puasa juga melatih kepedulian sosial. Kita merasakan lapar dan dahaga, sehingga memahami penderitaan saudara-saudara kita yang kekurangan.

Sejak zaman para nabi, puasa telah diwajibkan. Nabi Adam berpuasa. Nabi Daud berpuasa sehari dan berbuka sehari. Nabi Nuh dan Nabi Ibrahim berpuasa pada hari-hari tertentu. Nabi Muhammad SAW sebelum diwajibkan puasa Ramadan, beliau juga berpuasa ayyamul bidh — tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan.

Kemudian Allah mensyariatkan puasa Ramadhan sebagai pelatihan besar selama satu bulan yang nilainya seperti satu tahun. Karena satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Maka siapa yang berpuasa Ramadan lalu ditambah enam hari di bulan Syawal, seakan-akan ia berpuasa setahun penuh.

Puasa mengembalikan kita kepada fitrah. Jika diterima oleh Allah, ia melahirkan kesehatan jasmani, kesehatan mental, dan kesehatan ruhani.

Memang, orang bisa berpuasa karena diet, kesehatan, atau alasan lain. Tetapi dalam Islam, puasa selalu diawali dengan panggilan iman: Ya ayyuhalladzina amanu.

Karena tujuan puasa adalah mendekatkan diri kepada Allah.

Ada tiga hal yang tumbuh dalam diri orang yang berpuasa:

Pertama, syauq — rasa rindu kepada Allah

Imam Al-Ghazali menjelaskan tingkatan puasa. Tingkatan tertinggi adalah puasanya orang-orang khusus (khawasul khawas), yaitu mereka yang berpuasa dengan penuh kerinduan kepada Allah, hati dan pikirannya selalu terhubung kepada-Nya.

Tingkatan berikutnya adalah orang yang berpuasa, meninggalkan makan minum dan maksiat, sekadar menjalankan syariat.

Dan tingkatan paling bawah adalah yang hanya meninggalkan makan dan minum tanpa ada penghayatan iman.

Kita berharap puasa kita mencapai derajat syauq — rindu kepada Allah.

Kedua, tumbuhnya nilai kemanusiaan.

Puasa menjadikan kita lebih lembut, lebih ramah, lebih penyayang. Kita berbuat baik bukan semata karena manusia, tetapi karena perintah Allah.

Rasulullah SAW bersabda, “Sayangilah yang di bumi, niscaya kalian akan disayangi oleh yang di langit.”

Ketiga, lahirnya rasa takut kepada Allah (khauf).

Takut yang membuat kita meninggalkan larangan dan melaksanakan perintah-Nya. Takut akan murka-Nya, tetapi di saat yang sama penuh harap kepada rahmat dan ampunan-Nya.

Karena itu, di bulan Ramadan kita banyak membaca doa:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai maaf, maka maafkanlah aku.

Sepuluh hari pertama adalah fase turunnya rahmat. Kita sedang membersihkan jiwa, menyucikan hati, menuju Allah Yang Maha Suci.

Allah itu baik, dan Allah mencintai kebaikan.

Baca juga: Ramadhan untuk Pekerja: Checklist Ibadah Harian Biar Konsisten Meski Sibuk

Semoga puasa kita bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi jalan mendekat kepada Allah, melahirkan kerinduan, kasih sayang, dan ketakwaan dalam diri kita.

Mudah-mudahan Allah menerima puasa kita dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar