Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BMKG Sebut Gerhana Bulan Hampir 6 Jam, Kemenag Imbau Shalat Khusuf

Kompas.com, 2 Maret 2026, 13:44 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Fenomena langit langka akan menghiasi Ramadan 1447 Hijriah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan puncak Gerhana Bulan Total (GBT) dapat diamati di Indonesia pada Selasa, 3 Maret 2026 petang waktu setempat.

Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan gerhana mulai teramati pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak pada:

  • 18.33.39 WIB
  • 19.33.39 WITA
  • 20.33.39 WIT

“Masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan fenomena astronomi ini secara langsung, dengan catatan langit cerah dan tidak tertutup awan tebal,” ujar Fachri dilansir dari Antaranews.

Baca juga: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Saat Ramadan, Ini Jadwalnya

Durasi Gerhana Hampir 6 Jam

BMKG mencatat total durasi gerhana dari awal hingga berakhir mencapai 5 jam 41 menit 51 detik.

Rinciannya:

  • Fase parsial: 3 jam 27 menit 47 detik
  • Fase totalitas (bulan sepenuhnya masuk bayangan umbra Bumi): 59 menit 27 detik

Gerhana akan berakhir sepenuhnya sekitar 21.24 WIB, atau mendekati tengah malam waktu Indonesia timur, ketika Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi.

Kenapa Bulan Bisa Berwarna Merah?

Saat puncak gerhana, Bulan berpotensi tampak kemerahan. Fenomena ini terjadi akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.

Cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek tersebar, sementara cahaya merah tetap diteruskan hingga mencapai permukaan Bulan. Inilah yang membuat Gerhana Bulan Total kerap disebut sebagai “Blood Moon”.

Wilayah dengan Visibilitas Terbaik

Menurut BMKG, wilayah Indonesia timur memiliki visibilitas lebih baik karena dapat mengamati fase awal gerhana sejak Bulan terbit.

Sementara di Indonesia barat, Bulan baru terbit saat gerhana sudah memasuki fase totalitas atau mendekati puncak.

Sepanjang 2026, diperkirakan terjadi empat kali gerhana (dua Matahari dan dua Bulan). Namun, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang bisa diamati dari Indonesia.

BMKG mengimbau masyarakat memilih lokasi minim polusi cahaya dan memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

Kemenag Ajak Salat Gerhana di 13 Ramadan 1447 H

Momentum ini juga mendapat perhatian dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengajak umat Islam melaksanakan Salat Gerhana Bulan (khusuf al-qamar) pada 3 Maret 2026 yang bertepatan dengan 13 Ramadan 1447 H.

“Gerhana bulan adalah tanda kebesaran Allah Swt. Kami mengimbau umat Islam melaksanakan salat gerhana sebagai bentuk ibadah dan muhasabah diri,” ujarnya.

Kemenag juga meminta jajaran daerah, tokoh agama, ulama, hingga pemerintah daerah memfasilitasi pelaksanaan salat gerhana sesuai waktu di masing-masing wilayah.

Selain salat sunah gerhana, umat Islam dianjurkan:

  • Bertakbir dan bershalawat
  • Memperbanyak zikir dan istigfar
  • Bersedekah
  • Berdoa untuk keselamatan bangsa

Arsad berharap, gerhana di bulan Ramadan ini menjadi momentum memperkuat solidaritas dan doa bersama bagi Indonesia.

Jadwal Pengamatan di Sejumlah Wilayah

Berikut gambaran waktu pengamatan:

  • Sulawesi Utara, Maluku, Papua dan sekitarnya: mulai 17.49 WITA / 18.49 WIT
  • Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTT, sebagian Kalimantan dan Sulawesi: mulai 18.03 WIB / 19.03 WITA
  • Jakarta, Jawa Barat, Sumatra bagian tengah: puncak 18.33 WIB
  • Aceh dan Sumatra Utara: mulai 19.03 WIB

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 bukan sekadar fenomena astronomi, tetapi juga momen spiritual di tengah Ramadan.

Baca juga: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Kemenag Ajak Umat Islam Sholat Gerhana di 13 Ramadhan

Jangan lupa siapkan lokasi terbaik sore nanti — dan jika cuaca cerah, Anda bisa menyaksikan Bulan berubah merah langsung dari langit Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar