Editor
KOMPAS.com – Fenomena langit langka akan menghiasi Ramadan 1447 Hijriah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan puncak Gerhana Bulan Total (GBT) dapat diamati di Indonesia pada Selasa, 3 Maret 2026 petang waktu setempat.
Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan gerhana mulai teramati pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak pada:
“Masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan fenomena astronomi ini secara langsung, dengan catatan langit cerah dan tidak tertutup awan tebal,” ujar Fachri dilansir dari Antaranews.
Baca juga: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Saat Ramadan, Ini Jadwalnya
BMKG mencatat total durasi gerhana dari awal hingga berakhir mencapai 5 jam 41 menit 51 detik.
Rinciannya:
Gerhana akan berakhir sepenuhnya sekitar 21.24 WIB, atau mendekati tengah malam waktu Indonesia timur, ketika Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi.
Saat puncak gerhana, Bulan berpotensi tampak kemerahan. Fenomena ini terjadi akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.
Cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek tersebar, sementara cahaya merah tetap diteruskan hingga mencapai permukaan Bulan. Inilah yang membuat Gerhana Bulan Total kerap disebut sebagai “Blood Moon”.
Menurut BMKG, wilayah Indonesia timur memiliki visibilitas lebih baik karena dapat mengamati fase awal gerhana sejak Bulan terbit.
Sementara di Indonesia barat, Bulan baru terbit saat gerhana sudah memasuki fase totalitas atau mendekati puncak.
Sepanjang 2026, diperkirakan terjadi empat kali gerhana (dua Matahari dan dua Bulan). Namun, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang bisa diamati dari Indonesia.
BMKG mengimbau masyarakat memilih lokasi minim polusi cahaya dan memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Momentum ini juga mendapat perhatian dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengajak umat Islam melaksanakan Salat Gerhana Bulan (khusuf al-qamar) pada 3 Maret 2026 yang bertepatan dengan 13 Ramadan 1447 H.
“Gerhana bulan adalah tanda kebesaran Allah Swt. Kami mengimbau umat Islam melaksanakan salat gerhana sebagai bentuk ibadah dan muhasabah diri,” ujarnya.
Kemenag juga meminta jajaran daerah, tokoh agama, ulama, hingga pemerintah daerah memfasilitasi pelaksanaan salat gerhana sesuai waktu di masing-masing wilayah.
Selain salat sunah gerhana, umat Islam dianjurkan:
Arsad berharap, gerhana di bulan Ramadan ini menjadi momentum memperkuat solidaritas dan doa bersama bagi Indonesia.
Berikut gambaran waktu pengamatan:
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 bukan sekadar fenomena astronomi, tetapi juga momen spiritual di tengah Ramadan.
Baca juga: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Kemenag Ajak Umat Islam Sholat Gerhana di 13 Ramadhan
Jangan lupa siapkan lokasi terbaik sore nanti — dan jika cuaca cerah, Anda bisa menyaksikan Bulan berubah merah langsung dari langit Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang