Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mudik Gratis Pertamina 2026 Resmi Dibuka 3 Maret, Cek Kuota dan Syarat

Kompas.com, 2 Maret 2026, 11:45 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kabar baik bagi masyarakat yang ingin pulang kampung saat Lebaran tahun ini.

Program Mudik Gratis Pertamina 2026 resmi dibuka pada hari Selasa (3/3/2026) pukul 10.00 WIB.

Program bertajuk Mudik Bareng Pertamina 2026 ini merupakan inisiatif tahunan dari PT Pertamina (Persero) sebagai bagian dari dukungan terhadap kelancaran arus mudik Idul Fitri 1447 H.

Calon peserta dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui situs resmi mudikpertamina2026.com.

Kuota terbatas, sehingga masyarakat diimbau segera menyiapkan dokumen yang diperlukan sebelum mengakses tautan pendaftaran.

Baca juga: Mudik Gratis Pemprov DKI 2026 Resmi Dibuka, Kuota Terbatas

Mengapa Program Mudik Gratis Dibutuhkan?

Tradisi mudik bukan sekadar perjalanan pulang. Dalam buku Mudik Lebaran dalam Perspektif Budaya dan Sosial karya Nur Syam dijelaskan bahwa mudik merupakan ritual sosial tahunan yang memperkuat ikatan keluarga sekaligus identitas kultural masyarakat Indonesia.

Momentum Idul Fitri selalu memicu lonjakan mobilitas besar-besaran. Data Kementerian Perhubungan pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan pergerakan jutaan orang dari kota besar menuju daerah asal di Pulau Jawa dan sekitarnya.

Di tengah tingginya biaya transportasi saat musim mudik, program mudik gratis dari BUMN seperti Pertamina menjadi solusi alternatif yang membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah tetap bisa berkumpul bersama keluarga.

Baca juga: Mudik Lebaran 2026: Cek Jadwal Libur Panjang 14 Hari, Diskon Tol 30%, hingga Aturan Pembatasan Truk

Daftar Kota Tujuan Mudik Gratis Pertamina 2026

Tahun ini, moda transportasi yang disediakan berupa bus dengan lebih dari 15 kota tujuan di Pulau Jawa.

Jawa Barat

  • Tasikmalaya
  • Garut
  • Cirebon

Jawa Tengah

  • Purwokerto
  • Banyumas
  • Kebumen
  • Wonosobo
  • Purworejo
  • Brebes
  • Tegal
  • Pemalang
  • Cilacap
  • Pekalongan
  • Kendal
  • Semarang
  • Surakarta
  • Wonogiri

DI Yogyakarta

  • Yogyakarta

Jawa Timur

  • Surabaya
  • Malang
  • Ngawi
  • Madiun

Selain arus mudik, tersedia pula arus balik pada 28 Maret 2026 dengan titik kedatangan di Pul Damri Cawang, Jakarta Timur. Kota keberangkatan arus balik meliputi Cirebon, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.

Skema arus mudik dan balik ini dirancang untuk membantu peserta kembali ke Jakarta dengan aman setelah merayakan Idul Fitri.

Baca juga: Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026 dari Ditjen Hubdat Dibuka 1 Maret 2026, Cek Rutenya

Syarat dan Ketentuan yang Wajib Dipenuhi

Agar tidak gagal di tahap administrasi, calon peserta perlu memahami syarat berikut:

  • Mengikuti informasi resmi melalui akun media sosial Pertamina
  • Hanya boleh mendaftar satu kali dan tidak terdaftar di program mudik gratis BUMN lain
  • Menggunakan KTP atau NIK yang masih berlaku
  • Maksimal lima orang dalam satu grup pendaftaran
  • Anak usia di atas tiga tahun wajib didaftarkan
  • Data harus sesuai identitas resmi, karena ketidaksesuaian bisa menyebabkan pembatalan
  • Validasi data menjadi tahap krusial. Ketelitian dalam mengisi formulir sangat menentukan lolos atau tidaknya pendaftaran.

Jadwal Registrasi Ulang

Peserta yang dinyatakan lolos wajib melakukan registrasi ulang pada:

Minggu, 15 Maret 2026
Pukul 03.00 – 07.30 WIB
Lokasi: Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah

Peserta yang tidak hadir sesuai jadwal dianggap mengundurkan diri dan kuota akan dialihkan kepada peserta cadangan.

Tips Agar Lolos Pendaftaran

Persaingan biasanya cukup ketat karena kuota terbatas. Beberapa langkah berikut bisa meningkatkan peluang:

Pertama, akses situs tepat saat pendaftaran dibuka pukul 10.00 WIB

Kedua, gunakan koneksi internet stabil agar tidak terputus saat mengisi formulir.

Ketiga, siapkan data seluruh anggota keluarga sebelum proses registrasi dimulai.

Keempat, pastikan NIK terbaca dengan benar dan tidak ada kesalahan pengetikan.

Kecepatan dan ketelitian menjadi dua faktor utama dalam proses seleksi administrasi.

Baca juga: Info Mudik Gratis KAI 2026, Simak Jadwal, Syarat, dan Diskon Tiket KAI

Mudik sebagai Momentum Spiritual dan Sosial

Lebaran atau Idul Fitri bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi.

Dalam buku Sosiologi Agama karya Dadang Kahmad dijelaskan bahwa perayaan keagamaan di Indonesia selalu memiliki dimensi sosial yang kuat, termasuk tradisi pulang kampung.

Program mudik gratis seperti ini pada akhirnya tidak hanya membantu mobilitas fisik, tetapi juga memfasilitasi pertemuan emosional antaranggota keluarga yang terpisah jarak.

Bagi masyarakat yang telah merencanakan perjalanan pulang kampung, pendaftaran yang dibuka hari ini menjadi kesempatan yang sayang untuk dilewatkan.

Pastikan seluruh persyaratan terpenuhi dan lakukan registrasi sesegera mungkin sebelum kuota habis.

Mudik bukan sekadar perjalanan menuju kampung halaman. Ia adalah perjalanan kembali ke akar, ke keluarga, dan ke makna kebersamaan yang selalu dirindukan setiap Lebaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com