Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

70 Ribu Pasukan Israel-AS ke Iran, Dikaitkan tentang Hadits Dajjal

Kompas.com, 2 Maret 2026, 10:40 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Situasi geopolitik Timur Tengah kembali menjadi sorotan dunia setelah laporan mengenai pengerahan besar-besaran pasukan cadangan Israel dalam operasi militer bersama Amerika Serikat ke sejumlah target di Iran.

Angka yang disebut-sebut mencapai 70.000 personel cadangan itu lantas memicu diskusi luas di media sosial.

Sebagian warganet bahkan mengaitkannya dengan riwayat hadits tentang tujuh puluh ribu pengikut Dajjal pada akhir zaman.

Apakah benar ada keterkaitan antara dinamika politik kontemporer dan nubuat eskatologis dalam Islam? Berikut penelusuran lebih lengkapnya.

Ketegangan Israel–Iran dan Pengerahan 70.000 Pasukan

Dilansir dari laporan The Guardian menyebut, operasi militer tersebut telah dipersiapkan dalam waktu yang cukup lama melalui koordinasi intensif antara Israel dan Amerika Serikat.

Seorang pejabat militer Israel mengungkapkan sekitar 70.000 personel cadangan dipanggil, khususnya dari satuan pertahanan udara.

Angka inilah yang kemudian ramai diperbincangkan. Di berbagai platform media sosial, sebagian pengguna mengaitkannya dengan hadits tentang tujuh puluh ribu pengikut Dajjal yang disebutkan dalam literatur klasik Islam.

Namun penting dicatat, hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi dari otoritas keagamaan arus utama yang menghubungkan peristiwa militer tersebut dengan tanda-tanda kiamat.

Baca juga: AS–Israel Serang Iran, MUI Keluarkan 10 Tausiyah dan Serukan Qunut Nazilah

Riwayat tentang 70 Ribu Pengikut Dajjal

Dalam literatur klasik, riwayat mengenai jumlah pengikut Dajjal memang ditemukan. Salah satunya termuat dalam Kitab Al-Fitan karya Ibnu Katsir.

Di dalamnya dikutip hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Samurah bin Jundab radhiyallahu ‘anhu.

Hadits tersebut menyebutkan bahwa Dajjal akan muncul dengan ciri fisik tertentu dan membawa fitnah besar. Dalam salah satu bagiannya disebutkan:

“Bersama Dajjal ada tujuh puluh ribu dari orang Yahudi, pada setiap laki-laki dari mereka terdapat mahkota dan pedang yang terhunus.”

Riwayat ini juga dinilai memiliki sanad yang baik dan dibenarkan oleh Al-Hakim.

Riwayat lain yang lebih populer terdapat dalam Shahih Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah SAW bersabda:

“Dajjal akan diikuti oleh tujuh puluh ribu orang Yahudi dari Isfahan, mereka memakai thiyalisah (semacam selendang).”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim.

Perlu digarisbawahi, teks hadits menyebut angka tersebut dalam konteks peristiwa akhir zaman yang bersifat gaib (ghayb), bukan dalam kerangka konflik geopolitik modern.

Dajjal sebagai Tanda Besar Kiamat

Dalam kajian akidah Ahlus Sunnah, kemunculan Dajjal termasuk salah satu tanda besar kiamat (asyraath al-kubra).

Hal ini ditegaskan dalam berbagai riwayat sahih, termasuk dalam Shahih al-Bukhari karya Imam al-Bukhari dan Shahih Muslim.

Salah satu hadits panjang dari Abu Hurairah menyebut berbagai tanda menjelang kiamat, seperti peperangan besar, banyaknya fitnah, hingga terbitnya matahari dari barat.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً ۖ فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا

Hal yanzhuruuna illas saa’ata an ta’tiyahum baghtah, faqad jaa-a asyraathuhaa.

Artinya: “Mereka tidak menunggu melainkan datangnya hari Kiamat kepada mereka secara tiba-tiba, karena sungguh telah datang tanda-tandanya.” (QS. Muhammad: 18)

Ayat ini sering dijadikan rujukan bahwa tanda-tanda kiamat memang akan muncul, namun detail waktunya tetap menjadi rahasia Allah.

Baca juga: MUI Berduka atas Gugurnya Ali Khamenei, Doakan Menjadi Penghuni Surga, Kecam Serangan Israel-AS

Penjelasan Ulama: Jangan Mudah Mengaitkan Peristiwa Politik dengan Nubuat

Para ulama klasik maupun kontemporer mengingatkan agar umat Islam tidak tergesa-gesa mengaitkan setiap peristiwa besar dengan tanda kiamat.

Dalam buku An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim, juga karya Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa fitnah Dajjal adalah peristiwa luar biasa yang memiliki ciri-ciri spesifik dan terjadi dalam rangkaian tanda besar lainnya, seperti turunnya Nabi Isa AS.

Sementara itu, dalam Syarah Shahih Muslim, Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa hadits tentang Dajjal harus dipahami sebagaimana zahirnya, tetapi tanpa menafsirkan secara spekulatif pada peristiwa tertentu kecuali ada dalil yang jelas.

Ulama kontemporer seperti Yusuf al-Qaradawi dalam beberapa karya dan fatwanya juga mengingatkan bahaya “ta’wil politis” terhadap nash-nash eskatologis.

Menurutnya, mengaitkan konflik aktual dengan tanda kiamat tanpa dasar ilmiah justru dapat menimbulkan kegaduhan dan ketakutan yang tidak proporsional.

Antara Angka dan Makna

Secara numerik, angka 70.000 memang sama dengan yang disebut dalam hadits. Namun kesamaan angka tidak otomatis menunjukkan keterkaitan makna.

Dalam ilmu hadis dan ushul fiqh, pemahaman terhadap nash harus mempertimbangkan konteks (asbab al-wurud), kualitas sanad, serta penjelasan para ulama. Tanpa itu, penarikan kesimpulan bisa bersifat spekulatif.

Lebih jauh lagi, hadits tentang tujuh puluh ribu pengikut Dajjal berbicara tentang fase akhir sejarah manusia menjelang kiamat, bukan tentang satu episode konflik regional tertentu.

Baca juga: MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace Usai Serangan AS-Israel ke Iran

Sikap Bijak Menghadapi Isu Akhir Zaman

Fenomena viralnya isu ini menunjukkan besarnya perhatian umat terhadap tanda-tanda akhir zaman. Namun Islam mengajarkan sikap kehati-hatian.

Rasulullah SAW sendiri menekankan pentingnya memperkuat iman dan amal, bukan sekadar berspekulasi tentang waktu kiamat.

Dalam banyak riwayat, beliau lebih sering mengarahkan umat untuk berlindung dari fitnah Dajjal melalui doa dan memperbanyak amal saleh.

Doa yang dianjurkan antara lain:

“Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabi jahannam, wa min ‘adzabil qabri, wa min fitnatil mahya wal mamat, wa min syarri fitnatil masihid dajjal.”

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka, dari azab kubur, dari fitnah hidup dan mati, serta dari keburukan fitnah Al-Masih Dajjal.”

Konflik di Timur Tengah tentu membawa dampak besar bagi stabilitas global. Namun mengaitkannya secara langsung dengan hadits tentang tujuh puluh ribu pengikut Dajjal memerlukan kehati-hatian ilmiah.

Hingga kini, tidak ada dalil yang secara tegas menyatakan bahwa peristiwa militer kontemporer merupakan realisasi langsung dari nubuat tersebut.

Yang jelas, ajaran Islam mendorong umat untuk memperkuat iman, menjaga persatuan, dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum tentu memiliki dasar kuat.

Di tengah derasnya arus informasi, sikap kritis dan literasi keagamaan yang memadai menjadi kunci agar umat tidak terjebak dalam spekulasi yang berlebihan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Hukum Tajwid Lengkap: Jenis, Pengertian, dan Contoh Bacaan
Hukum Tajwid Lengkap: Jenis, Pengertian, dan Contoh Bacaan
Aktual
Bolehkah Azan dan Iqamah Dilakukan Orang yang Berbeda? Ini Penjelasan Ulama
Bolehkah Azan dan Iqamah Dilakukan Orang yang Berbeda? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Amalan Rutin untuk Lebih Dekat dengan Rasulullah SAW
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Amalan Rutin untuk Lebih Dekat dengan Rasulullah SAW
Aktual
11 PTKIN Berhasil Masuk 100 Universitas Terbaik Versi Webometrics Juli 2026, Cek Peringkat Kampusmu!
11 PTKIN Berhasil Masuk 100 Universitas Terbaik Versi Webometrics Juli 2026, Cek Peringkat Kampusmu!
Aktual
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Bulan Safar, Bulan Sial bagi yang Maksiat, Berkah bagi yang Taat
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Bulan Safar, Bulan Sial bagi yang Maksiat, Berkah bagi yang Taat
Aktual
Mad Thobi'i: Pengertian, Hukum, Ciri-ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Ilmu Tajwid
Mad Thobi'i: Pengertian, Hukum, Ciri-ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Ilmu Tajwid
Aktual
8 Keutamaan Menjadi Muadzin dalam Islam Berdasarkan Hadits Shahih
8 Keutamaan Menjadi Muadzin dalam Islam Berdasarkan Hadits Shahih
Aktual
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Benarkah Penderitaan Membuat Kita Lebih Dekat dengan Allah SWT?
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Benarkah Penderitaan Membuat Kita Lebih Dekat dengan Allah SWT?
Aktual
Mengapa Membaca Al-Quran Harus dengan Tajwid dan Tartil? Ini Penjelasannya
Mengapa Membaca Al-Quran Harus dengan Tajwid dan Tartil? Ini Penjelasannya
Aktual
11 PTKIN Tembus Top 100 Webometrics Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Terbaik di Indonesia
11 PTKIN Tembus Top 100 Webometrics Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Terbaik di Indonesia
Aktual
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Doa dan Niat
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
Aktual
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat 'Islam 4S' di Kroya
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat "Islam 4S" di Kroya
Aktual
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Aktual
Daftar Puasa yang Diharamkan untuk Dilakukan dalam Islam, Apa Saja?
Daftar Puasa yang Diharamkan untuk Dilakukan dalam Islam, Apa Saja?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar