Editor
KOMPAS.com-Kementerian Agama (Kemenag) mengajak umat Islam melaksanakan Sholat Gerhana Bulan (khusuf al-qamar) saat Gerhana Bulan Total yang terjadi pada 3 Maret 2026.
Peristiwa astronomi tersebut bertepatan dengan 13 Ramadhan 1447 Hijriah dan dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia dengan waktu berbeda.
Imbauan pelaksanaan sholat Gerhana Bulan 3 Maret 2026 disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat pada Minggu (1/3/2026).
Kemenag juga meminta jajaran di daerah dan para pemangku kepentingan keagamaan memfasilitasi pelaksanaan salat gerhana sesuai waktu terjadinya gerhana di masing-masing wilayah.
Baca juga: Gerhana Matahari Cincin 2026, Jadwal, Lokasi, dan Hikmah Jelang Puasa
Arsad mengatakan gerhana bulan merupakan fenomena alam yang menjadi pengingat kebesaran Allah Swt.
“Gerhana bulan adalah tanda kebesaran Allah Swt. Karena itu, kami mengimbau umat Islam di wilayah yang mengalaminya untuk melaksanakan salat gerhana sebagai bentuk ibadah dan muhasabah diri,” ujarnya, Minggu (1/3/2026) dilansir dari laman Kemenag.
Ia meminta jajaran Kementerian Agama di daerah, tokoh agama, ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, imam masjid, serta pemerintah daerah untuk mendukung pelaksanaan Salat Gerhana Bulan.
“Kami menginstruksikan agar pelaksanaan Salat Gerhana dapat dikoordinasikan dengan baik dan dilaksanakan sesuai dengan perkiraan waktu terjadinya gerhana di masing-masing daerah,” katanya.
Baca juga: Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 Tak Terlihat di Indonesia, Bagaimana Hukum Shalat Gerhana?
Berdasarkan data astronomi, Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dapat diamati di seluruh Indonesia dengan rentang waktu yang berbeda.
Wilayah Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan dapat menyaksikan sejak kontak Umbra I pukul 17.49 WITA atau 18.49 WIT hingga berakhir pada kontak Umbra IV pukul 21.17 WITA atau 22.17 WIT.
Wilayah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo dapat mengamati mulai kontak Umbra II pukul 18.03 WIB atau 19.03 WITA hingga berakhir pukul 20.17 WIB atau 21.17 WITA.
Wilayah Sumatra Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat dapat melihat gerhana pada puncaknya pukul 18.33 WIB hingga berakhir pukul 20.17 WIB.
Wilayah Aceh dan Sumatra Utara dapat menyaksikan mulai kontak Umbra III pukul 19.03 WIB hingga berakhir pukul 20.17 WIB.
Arsad berharap momentum Gerhana Bulan Total di bulan Ramadhan dapat memperkuat solidaritas umat dan menjadi ruang doa bersama bagi keselamatan bangsa.
“Selain melaksanakan salat sunah gerhana, umat Islam dianjurkan bertakbir dan bershalawat, memperbanyak zikir dan istigfar, bersedekah, serta memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa dan negara,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang