Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Saat Hujan Deras Lengkap Arab, Latin, Arti & Keutamaannya

Kompas.com, 15 April 2026, 12:25 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Hujan sering kali dipandang sekadar fenomena alam. Padahal dalam Islam, turunnya hujan adalah salah satu tanda kasih sayang Allah sekaligus momen spiritual yang sangat istimewa.

Tidak hanya membawa kesejukan dan kehidupan, hujan juga disebut sebagai waktu yang penuh keberkahan.

Bahkan, dalam sejumlah hadis, hujan termasuk salah satu waktu mustajab, saat doa lebih dekat untuk dikabulkan.

Di tengah derasnya air yang turun dari langit, ada ajaran sederhana namun bermakna dalam: berdoa.

Lantas, bagaimana bacaan doa saat hujan deras yang dianjurkan, dan apa saja amalan yang sebaiknya dilakukan?

Doa Saat Hujan Deras Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, Rasulullah mengajarkan doa khusus sebagai bentuk permohonan agar hujan tidak membawa mudarat.

1. Doa Saat Hujan Deras

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا

Allahumma hawalayna wa laa ‘alaina

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, jangan di atas kami.”

Doa ini menunjukkan adab seorang hamba yang tidak menolak hujan, tetapi memohon agar dampaknya tidak merugikan.

2. Doa Saat Hujan Turun

Selain itu, terdapat doa yang dianjurkan ketika hujan mulai turun sebagai bentuk harapan agar hujan membawa manfaat.

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Allahumma shayyiban naafi’an

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat.”

Doa ini mencerminkan harapan agar hujan menjadi rahmat, bukan bencana.

Baca juga: Hujan Tak Kunjung Reda? Ini Doa Rasulullah yang Dianjurkan

Mengapa Hujan Disebut Waktu Mustajab?

Dalam tradisi Islam, hujan tidak hanya dimaknai sebagai fenomena alam, tetapi juga sebagai simbol turunnya rahmat Allah.

Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, dijelaskan bahwa salah satu waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa adalah ketika hujan turun.

Hal ini diperkuat oleh hadis Nabi yang menyebutkan bahwa doa tidak tertolak pada beberapa waktu, di antaranya saat turunnya hujan.

Dalam perspektif spiritual, hujan menghadirkan suasana ketenangan yang membuat hati lebih mudah khusyuk. Di titik inilah doa menjadi lebih tulus dan penuh harap.

Makna Mendalam di Balik Doa Hujan

Doa ketika hujan bukan sekadar permohonan perlindungan. Ia juga mengandung makna yang lebih luas.

Pertama, doa tersebut mencerminkan kesadaran manusia akan keterbatasannya di hadapan kekuatan alam.

Kedua, menjadi bentuk syukur atas nikmat air yang menjadi sumber kehidupan.

Ketiga, menunjukkan keseimbangan dalam Islam: menerima nikmat, tetapi tetap waspada terhadap potensi bahaya.

Dalam buku Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, dijelaskan bahwa setiap fenomena alam seharusnya mengarahkan manusia untuk semakin mengenal kebesaran Allah.

Baca juga: Kumpulan Doa Ketika Turun Hujan Sesuai Sunnah, Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Amalan yang Dianjurkan Saat Hujan Turun

Selain membaca doa, ada sejumlah amalan yang dianjurkan ketika hujan turun agar momen tersebut tidak terlewat begitu saja.

1. Memperbanyak Doa

Gunakan waktu hujan untuk memohon berbagai kebaikan, baik urusan dunia maupun akhirat.

2. Berdzikir dan Mengingat Allah

Zikir membantu menenangkan hati dan menguatkan kesadaran bahwa segala sesuatu berada dalam kendali-Nya.

3. Bersyukur atas Nikmat Hujan

Hujan adalah sumber kehidupan. Tanpanya, bumi akan kering dan kehidupan terganggu.

4. Memohon Perlindungan dari Bencana

Hujan deras bisa berpotensi menimbulkan banjir atau longsor. Karena itu, penting untuk memohon keselamatan.

5. Mengambil Hikmah dari Alam

Melihat hujan sebagai tanda kebesaran Allah akan menumbuhkan keimanan yang lebih dalam.

Hujan sebagai Simbol Rahmat dan Kehidupan

Al-Qur’an berulang kali menyebut hujan sebagai rahmat. Air yang turun dari langit menghidupkan bumi yang mati, menjadi sumber rezeki bagi manusia, hewan, dan tumbuhan.

Dalam tafsir karya Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa hujan adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah yang nyata, karena darinya lahir kehidupan.

Namun, di sisi lain, hujan juga bisa menjadi ujian. Di sinilah peran doa menjadi penting sebagai bentuk ikhtiar batin.

Baca juga: Cuaca Jakarta Hari Ini: Waspada Hujan dan Petir, Ini Doa untuk Perlindungan

Antara Ikhtiar dan Tawakal

Islam mengajarkan keseimbangan antara usaha dan doa. Ketika hujan deras, manusia tidak hanya berdoa, tetapi juga melakukan langkah antisipasi secara nyata.

Misalnya:

  • Menghindari daerah rawan banjir
  • Menjaga keselamatan diri dan keluarga
  • Tetap waspada terhadap kondisi lingkungan

Doa menjadi pelengkap dari usaha, bukan pengganti.

Menghidupkan Momen yang Sering Terlewat

Banyak orang melewati hujan begitu saja—sekadar berteduh atau mengeluh. Padahal, dalam Islam, hujan adalah momen yang sarat makna.

Ia adalah waktu ketika langit “terbuka”, doa lebih dekat untuk dikabulkan, dan hati lebih mudah tersentuh.

Membiasakan diri membaca doa saat hujan bukan hanya mengikuti sunnah, tetapi juga menghidupkan kesadaran bahwa setiap tetes air yang turun membawa pesan dari langit.

Dan di balik derasnya hujan, selalu ada kesempatan untuk mendekat lebih dalam kepada Allah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com