Editor
KOMPAS.com — Cuaca di Jakarta pada hari ini menunjukkan dinamika yang cukup signifikan. Berdasarkan prakiraan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah ibu kota diperkirakan mengalami hujan disertai petir dan angin kencang di berbagai kawasan sepanjang hari, terutama pada siang hingga sore hari.
Kondisi ini bagian dari puncak musim hujan yang umum terjadi di wilayah Jabodetabek pada bulan Januari.
Menurut data prakiraan cuaca, sebagian besar wilayah Jakarta diprediksi mengalami kondisi:
Selain itu, masyarakat diminta waspada terhadap potensi angin kencang dan peningkatan curah hujan, terutama di daerah yang rawan banjir.
Baca juga: Doa Ketika Angin Kencang Datang agar Terhindar dari Bahaya
BMKG secara berkala memperbarui informasi cuaca sehingga warga dapat mengantisipasi perubahan kondisi.
Cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan petir ini merupakan bagian dari fenomena musim hujan di Jakarta pada Januari, yang secara statistik memiliki musim hujan cukup aktif dan hujan yang sering terjadi hampir setiap harinya selama bulan ini.
Kondisi hujan yang datang secara tiba-tiba bisa berpengaruh pada aktivitas harian warga — mulai dari perjalanan pagi, berangkat kerja, hingga aktivitas sore hari.
Warga Jakarta biasa menghadapi udara lembap, berawan, hingga petir di sore, terutama saat panas siang menurun menjadi hujan pada sore hari.
Banyak warga juga menggunakan kesempatan seperti ini untuk memperkuat rasa syukur sekaligus memohon keselamatan dalam berbagai doa, terutama ketika menghadapi cuaca tak menentu.
Berikut beberapa doa dari tradisi Islam yang sesuai dengan kondisi cuaca hujan dan petir seperti hari ini:
Bacaan ini sering dibaca ketika menghadapi situasi hujan deras atau angin kencang:
اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Allahumma ahdina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzabannar.”
Artinya: “Ya Allah, berikan kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.”
Meskipun bukan doa hujan khusus, doa ini mencakup keselamatan dan perlindungan dari segala ujian.
Menurut tradisi Islam, mendengar guntur juga bisa diingatkan dengan doa:
سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ
“Subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar.”
Artinya: “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
Doa ini dilafalkan sebagai bentuk pengakuan atas kekuasaan Allah yang menciptakan alam, termasuk suara guntur dan petir yang mengingatkan manusia akan kebesaran-Nya.
Berdoa memohon perlindungan dari bencana atau bahaya yang mungkin timbul:
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
“Hasbunallahu wa ni’mal wakil.”
Artinya: “Cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baiknya Pelindung.”
Doa ini sangat cocok dibaca saat menghadapi cuaca berat, angin kencang, atau potensi banjir karena hujan deras.
Cuaca berawan dan hujan hari ini bukan hanya soal tantangan aktivitas, tetapi juga momen bagi warga Jakarta untuk merenung, berdoa, dan meningkatkan kewaspadaan.
Baca juga: Doa Saat Hujan Deras Dikhawatirkan Banjir, Ini Bacaan dan Artinya
Hujan yang turun merupakan berkah sekaligus pengingat tentang alam yang dinamis dan pentingnya mempersiapkan diri.
Sebagaimana ajaran Islam mendorong kita untuk selalu membaca doa dalam berbagai situasi — baik dalam cuaca cerah maupun hujan — hal ini bisa memberi ketenangan hati, sekaligus menguatkan persaudaraan antarsesama warga yang bekerja, belajar, dan beraktivitas di ibu kota hari ini.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang