JAKARTA, KOMPAS.com- Sekitar 1.500 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai ditempa di 'barak' Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (11/1/2026).
Pendidikan dan pelatihan (Diklat) secara resmi dibuka oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indoenesia Mochamad Irfan Yusuf.
Petugas yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia tersebut akan digembleng semi militer selama 20 hari mulai Sabtu (10/1/2026) hingga Jumat (30/1/2026).
Baca juga: Petugas Haji Dilatih 20 Hari, Kemenhaj Tekankan Fisik dan Mental Pelayan Jamaah
Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI Puji Raharjo mengungkapkan, kegiatan diklat ditujukan meningkatkan ketahanan fisik, koordinasi, dan peningkatan kemampuan teknis manajerial petugas.
"Hal ini sangat penting bagi petugas sebagai bekal menghadapi dinamika di Arab Saudi dan menguatkan kemampuan pelayanan terhadap jamaah," ungkap Puji, Minggu (11/1/2026).
Puji menambahkan petugas haji 2026 akan dibekali sejumlah materi untuk menunjang kemampuan pelayanan terhadap jemaah.
Petugas haji 2026 bakal mendapatkan pelatihan baris-berbaris, alur pelayanan jemaah, hingga bahasa Arab.
"Materi akan disampaikan dengan paparan narasumber, diskusi, studi kasus sehingga peserta mampu memahami tugas dan fungsi masing-masing," kata dia.
Baca juga: Kasus Kuota Haji: KPK Tetapkan Yaqut Tersangka, Kerugian Negara Diduga Lebih dari Rp 1 Triliun
Menteri Haji Irfan Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia adalah komitmen Presiden RI Prabowo Subianto dan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
"Peserta juga dilatih keterampilan teknis pelayanan pembinaan dan perlindungan jemaah. Tidak kalah penting diklat ini memperkuat pola kerja lintas sektor sejak tahapan dalam negeri hingga pelaksanaan tugas di Saudi. Semua itu disatukan oleh satu pondasi utama yaitu etika melayani." katanya.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, diklat semi militer 20 hari adalah diklat terpanjang dalam penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Kemenhaj pun menggandeng personel TNI Polri dengan jumlah lebih banyak sebagai fasilitator tahun ini, yakni 185 orang.
"Petugas haji adalah wajah haji Indonesia di Tanah Suci. Diklat ini akan menentukan kesuksesan haji tahun ini," kata dia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang