Editor
KOMPAS.com-Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (10/1/2026), dengan pola pembinaan baru yang menitikberatkan kesiapan fisik dan mental petugas.
Kementerian Haji dan Umrah RI merancang pola pembinaan tersebut dengan empat sasaran utama, yakni kekuatan fisik, ketangguhan mental, kompetensi teknis, dan kekompakan tim.
Pola baru ini diterapkan melalui pelatihan terpadu yang melibatkan Kementerian Haji dan Umrah, TNI, dan Polri.
Baca juga: Kemenhaj Tegaskan PK Haji Khusus, Jamaah Terima Dana hingga USD 8.685,5
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, menyampaikan bahwa ibadah haji sangat bergantung pada kekuatan fisik petugas.
“Haji itu 90 persen ibadah fisik, maka petugasnya juga harus lebih kuat,” ujar Dendi, dilansir dari laman MUI, Minggu (11/1/2026).
Selain kesiapan fisik, Dendi menegaskan bahwa petugas haji juga dituntut memiliki mental yang tangguh karena berperan sebagai pelayan jamaah.
“Petugas itu pelayan jamaah, jadi mentalnya harus siap melayani,” kata dia.
Baca juga: Kemenhaj Siapkan 600 Ton Bumbu Khas Indonesia untuk Haji 2026
Pembinaan petugas haji difokuskan pada empat aspek utama, mulai dari fisik yang bugar, mental yang kuat, hingga penguasaan tugas dan fungsi masing-masing.
Aspek kekompakan tim atau bonding juga menjadi perhatian agar petugas dapat bekerja secara solid selama bertugas di Tanah Suci.
Dendi menjelaskan bahwa nilai-nilai positif TNI dan Polri, seperti disiplin, keberanian, semangat, rela berkorban, dan kebersamaan, diadopsi dalam pola pelatihan ini.
“Kita ingin menghadirkan petugas haji yang profesional dan berintegritas, disiplin, berani, dan kompak,” ujarnya.
Pelatihan petugas haji dijadwalkan berlangsung selama 20 hari, mulai 10 hingga 30 Januari 2026.
Pada pekan pertama, peserta menjalani latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) untuk membiasakan diri menerima dan melaksanakan instruksi dengan cepat dan tepat.
“PBB itu penting untuk melatih kedisiplinan dan ketaatan pada instruksi, siap, dengar perintah, lalu bergerak,” jelas Dendi.
Baca juga: Danantara Targetkan Bangun Kompleks Haji di Makkah: Kapasitas 22.000 Jamaah
Memasuki pekan berikutnya, pelatihan difokuskan pada pendalaman tugas dan fungsi masing-masing petugas.
Materi pelatihan mencakup pelayanan bandara, akomodasi hotel, konsumsi, kesehatan, sistem informasi haji (Siskohat), hingga media dan kehumasan.
Seluruh alur operasional haji, mulai dari Madinah, Makkah, Arafah, Mina, hingga kembali ke hotel, turut disimulasikan dalam pelatihan.
“Semua itu operasional dan berulang setiap tahun, kalau polanya sudah ketemu, ke depan akan semakin baik,” tambah Dendi.
Dendi juga menyinggung tantangan bertugas di wilayah otoritas negara lain, khususnya Arab Saudi.
“Wajar kalau aparat Saudi terlihat tegas karena mereka menghadapi jamaah dari seluruh dunia, bukan hanya dari Indonesia,” ujarnya.
Dalam pelatihan ini, sebanyak 179 personel TNI dan Polri dilibatkan sebagai pelatih.
Dendi mengapresiasi dukungan Panglima TNI dan Kapolri yang menilai penyelenggaraan haji sebagai tugas nasional.
“Haji ini hajatan besar, bahkan terbesar kedua setelah mudik Lebaran, dan ini adalah tanggung jawab nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dendi mengingatkan bahwa menjadi petugas haji merupakan tugas yang mulia.
Petugas yang belum pernah berhaji diberikan kesempatan menunaikan ibadah haji dengan ketentuan tertentu.
“Petugas yang belum berhaji boleh berhaji, tetapi saat wukuf di Arafah tidak boleh melepas seragam dan tidak mengenakan ihram, itu melanggar sunnah dan bisa ditebus dengan dam,” jelas Dendi.
Baca juga: Danantara Targetkan Bangun Kompleks Haji di Makkah: Kapasitas 22.000 Jamaah
Ketentuan tersebut diterapkan sebagai bentuk keadilan bagi jutaan jamaah yang masih menunggu antrean keberangkatan haji.
Pelatihan yang relatif panjang juga dimaksudkan untuk membangun kebersamaan dan jiwa korsa antarpeserta sejak masih di Tanah Air.
“Kalau sudah saling kenal, akan muncul rasa kebersamaan, dan kita ingin bersatu dalam kebaikan dan kebenaran,” tutur Dendi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang