Editor
KOMPAS.com-Isra Miraj Nabi Muhammad SAW merupakan peristiwa agung dalam sejarah Islam yang menandai perjalanan spiritual Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha.
Peristiwa Isra Miraj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-12 kenabian Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Belajar Keteguhan Iman dari Abu Bakar di Peristiwa Isra Miraj
Dilansir dari laman Baznas, pada malam tersebut, Nabi Muhammad SAW berada di Masjidil Haram, Mekkah, sebelum melakukan perjalanan malam menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem.
Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa ditempuh Nabi Muhammad SAW dengan mengendarai Buraq atas izin Allah SWT.
Setelah tiba di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan mi’raj menembus lapisan-lapisan langit hingga mencapai Sidratul Muntaha.
Dalam perjalanan mi’raj tersebut, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan para nabi terdahulu pada setiap lapisan langit yang dilewatinya.
Pada lapisan langit ketujuh, Nabi Muhammad SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT berupa kewajiban mendirikan shalat lima waktu dalam sehari semalam.
Peristiwa Isra Miraj menjadi tonggak penting dalam ajaran Islam karena menjadi dasar disyariatkannya shalat sebagai ibadah utama umat Muslim.
Isra Miraj juga menunjukkan kebesaran Allah SWT karena perjalanan yang secara logika manusia mustahil terjadi dapat berlangsung hanya dalam satu malam.
Baca juga: Benarkah Isra Miraj Terjadi Tanggal 27 Rajab? Berikut Pendapat Para Ulama
Peristiwa ini dipahami sebagai mukjizat yang sepenuhnya terjadi atas kehendak dan kekuasaan Allah SWT.
Al-Qur’an menegaskan peristiwa Isra Miraj dalam QS Al-Isra ayat 1 sebagai tanda kebesaran Allah SWT kepada hamba-Nya.
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ١
sub-ḫânalladzî asrâ bi‘abdihî lailam minal-masjidil-ḫarâmi ilal-masjidil-aqshalladzî bâraknâ ḫaulahû linuriyahû min âyâtinâ, innahû huwas-samî‘ul-bashîr
Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Isra Miraj juga menjadi bukti kenabian Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT yang membawa risalah kebenaran.
Nabi Muhammad SAW tercatat sebagai satu-satunya manusia yang mengalami perjalanan Isra Miraj atas izin Allah SWT.
Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW juga diperlihatkan gambaran surga dan neraka sebagai tempat yang nyata.
Gambaran tersebut menguatkan keyakinan umat Islam tentang adanya kehidupan akhirat setelah kematian.
Baca juga: Libur Isra Mikraj 2026 Jatuh Jumat, Ada Long Weekend 3 Hari
Kebesaran dan kekuasaan Allah SWT dalam peristiwa Isra Miraj juga dijelaskan dalam QS An-Najm ayat 13–18.
وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰىۙ ١٣
عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى ١٤
عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىۗ ١٥
اِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشٰىۙ ١٦
مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغٰى ١٧
لَقَدْ رَاٰى مِنْ اٰيٰتِ رَبِّهِ الْكُبْرٰى ١٨
wa laqad ra'âhu nazlatan ukhrâ. ‘inda sidratil-muntahâ. ‘indahâ jannatul-ma'wâ. idz yaghsyas-sidrata mâ yaghsyâ. mâ zâghal-basharu wa mâ thaghâ. laqad ra'â min âyâti rabbihil-kubrâ
Sungguh, dia (Nabi Muhammad) benar-benar telah melihatnya (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain,(yaitu ketika) di Sidratulmuntaha.Di dekatnya ada surga tempat tinggal.Nabi Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratulmuntaha dilingkupi oleh sesuatu yang melingkupinya.Penglihatan (Nabi Muhammad) tidak menyimpang dan tidak melampaui (apa yang dilihatnya).Sungguh, dia benar-benar telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang sangat besar.
Secara keseluruhan, Surah An-Najm menegaskan kebenaran wahyu, kemuliaan Nabi Muhammad SAW, serta kebesaran Allah SWT.Di dekatnya ada surga tempat tinggal.
Isra Miraj menjadi salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW yang memperkuat keyakinan bahwa Islam adalah agama yang benar dan berasal dari Allah SWT.
Pemahaman terhadap makna Isra Miraj diharapkan mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama RI, peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW pada 27 Rajab 1447 Hijriah bertepatan dengan Jumat, 16 Januari 2026.
Peringatan Isra Miraj pada 16 Januari 2026 berpotensi menjadi hari libur nasional karena termasuk dalam daftar hari besar keagamaan yang biasanya ditetapkan pemerintah.
Momentum Isra Miraj menjadi ajakan refleksi bagi umat Islam untuk memperbaiki kualitas shalat dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang