Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Isra Mi'raj Menjadi Ujian Terbesar Bagi Keimanan Umat Islam

Kompas.com, 8 Januari 2026, 07:25 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Perstiwa Isra Mi'raj dianggap sebagai peristiwa yang luar biasa bagi umat Islam saat ini. Tetapi pada saat peristiwa tersebut terjadi, isra mi'raj justru menjadi ujian terbesar bagi keimanan umat Islam saat itu.

Isra mi'raj adalah perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina. Dilanjutkan menuju langit ketujuh untuk menghadap Allah SWT di Sidratul Muntaha. Perjalanan ini hanya berlangsung satu malam.

Baca juga: Libur Isra Mikraj 2026 Jatuh Jumat, Ada Long Weekend 3 Hari

Reaksi Masyarakat Quraisy Mendengar Peristiwa Isra Mi'raj

Sepulang isra mi'raj, Rasulullah SAW menceritakan perstiwa tersebut kepada masyarakat Mekkah. Tidak hanya umat Islam yang mendengarkan, tetapi juga kaum kafir Quraisy.

Setelah mendegar kisah tersebut, banyak yang meragukan peristiwa itu benar-benar terjadi. Bahkan ada yang menguji Rasulullah SAW dengan memerintahkannya untuk mengangkat kedua kakinya, namun Rasulullah SAW tidak bisa melakukannya.

Hal ini menjadi bahan olok-olok orang kafir Quraisy. Cerita tentang peristiwa isra mi'raj dianggap hanya dusta belaka.

Sebagian kaum muslimin juga meragukan kisah Rasulullah SAW. Hingga banyak murtad setelah Rasulullah SAW memperdengarkan kisah tersebut. Ibnu Hisyam dalam Sirah Nabawiyah menuliskan bahwa banyak orang yang telah masuk Islam menjadi murtad.

Al Hakim dalam sebuah riwayat dari Aisyah juga menyatakan hal yang sama, "ketika Nabi melakukan perjalanan malam ke mesjid Al Aqsha, banyak orang yang tidak mempercayainya sehingga ada banyak orang yang telah beriman dan telah memercayai Nabi menjadi murtad."

Baca juga: Benarkah Isra Miraj Terjadi Tanggal 27 Rajab? Berikut Pendapat Para Ulama

Mengapa Isra Mi'raj Menjadi Ujian Terbesar bagi Umat Islam?

Ketika umat Islam diuji dengan siksaan, cacian, intimidasi, pengusiran, dan blokade dari kaum kafir Quraisy, mereka bisa melaluinya dengan kegigihan dan kesabaran. Tidak ada sedikitpun yang goyah imannya.

Tetapi ketika diuji dengan peristiwa isra mi'raj, sebagian besar umat Islam meragukan kisah Rasulullah SAW tersebut sehingga menyebabkan banyak yang murtad karenanya.

Pada saat itu, kisah tentang isra mi'raj dianggap tidak masuk akal. Jarak antara Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha lebih dari 1000 km. Tidak mungkin ditempuh dalam semalam pada saat itu, apalagi sampai naik ke langit tingkat ketujuh.

Tampilnya Abu Bakar Menguatkan Keimanan Umat Islam

Di tengah cemooh kaum kafir Quraisy dan sebagian umat Islam yang mulai meragukan Rasulullah SAW, Abu Bakar tampil sebagai penyelamat keimanan umat Islam. Ketika ditanya tentang peristiwa isra mi'raj, Abu Bakar menjawab:

“Sungguh saya telah membenarkannya perihal khabar langit (Mi’raj), maka bagaimana mungkin saya mengingkarinya dalam peristiwa itu (Isra). Selama (Rasulullah) yang berkata, maka sungguh dia benar.”

Jawaban tegas Abu Bakar ini membuat sebagian besar umat Islam yang meragukan kisah Rasulullah SAW saat itu kembali kepada keimanan yang lurus.

Berkat ucapannya ini, Abu Bakar kemudian mendapat julukan Ash Shiddiq atau orang yang membenarkan. Maksudnya membenarkan setiap perkataan Rasulullah SAW.

Baca juga: Mengungkap Keistimewaan Malam 27 Rajab bagi Umat Islam

Ujian Isra Mi'raj Bagi Umat Islam di Zaman Ini

Isra mi'raj tidak hanya menjadi ujian bagi umat Islam di masa Rasulullah SAW. Tetapi juga menjadi ujian bagi umat Islam saat ini. Mengapa demikian?

Hasil dari peristiwa isra mi'raj adalah perintah untuk menjalankan shalat wajib lima waktu. Banyak umat Islam yang tidak mengerjakan shalat lima waktu dengan sungguh-sungguh. Padahal shalat lima waktu adalah tiang agama.

Shalat lima waktu juga menjadi pembeda antara seorang muslim dan orang kafir. Hal ini disampaikan dalam hadits Rasulullah SAW.

 العَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلاَةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ 

Artinya: "Perjanjian yang mengikat antara kita (umat Islam) dan mereka adalah shalat, maka siapa saja yang meninggalkan shalat, sungguh ia telah kafir.” (H.R. Tirmidzi).

Orang Islam yang meninggalkan shalat, tak ubahnya seperti orang kafir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Arab Saudi Luncurkan Visa Umrah yang Izinkan Jemaah Masuk Berkali-kali
Arab Saudi Luncurkan Visa Umrah yang Izinkan Jemaah Masuk Berkali-kali
Aktual
UNICEF Puji Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi Kemenag
UNICEF Puji Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi Kemenag
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar