Penulis
KOMPAS.com - Selagi masih hidup, setiap manusia pasti mempunyai rezeki. Hanya saja rezeki tidak datang secara tiba-tiba, perlu ikhtiar untuk mendapatkannya. Rezeki baru terhenti ketika seseorang meninggal dunia.
Dalam Al Quran, Allah SWT sudah menjanjikan 8 pintu rezeki. Setiap orang bisa mengakses pintu-pintu rezeki tersebut. Tetapi pastinya kadar rezeki seseorang tidak sama. Ada yang mendapatkan banyak, sedang, dan sedikit. Apa saja 8 pintu rezeki tersebut? Berikut penjelasannya.
Setiap makhluk yang bernyawa pasti sudah dijamin rezekinya. Ketika ia mau berusaha, pasti akan mendapatkannya. Ibarat burung pergi dari sarang di pagi hari, saat sore ia kembali dalam keadaan kenyang.
Baca juga: Sholat Dhuha dan Doa-doanya, Amalan Pagi yang Diyakini Membuka Rezeki
Rezeki yang sudah dijamin ini pasti akan didapatkan dan baru akan berhenti ketika seseorang meninggal dunia.
وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ
Artinya: "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)." (Q.S. Hud: 6).
Menurut Ibnu Katsir dalam tafsirnya, ayat ini memberikan gambaran bahwa Allah SWT adalah penjamin rezeki semua makhluk. Manusia juga sudah ditetapkan kadar rezekinya saat masih berada di dalam perut ibu, yaitu pada saat usia kandungan 4 bulan bersamaan dengan ditiupkannya ruh.
Allah SWT memerintahkan manusia untuk berikhtiar dalam hidup. Tanpa ikhtiar, manusia tidak akan mampu mengubah apa yang ada pada dirinya. Hal ini ditegaskan dalam Al Quran surat Ar Ra'du ayat 11.
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ
Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."
Setiap orang akan memperoleh apa yang ia usahakan.
وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
Artinya: "Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya." (Q.S. An Najm: 39).
Baca juga: Doa Pagi Hari agar Rezeki Lancar dan Hati Tenang, Yuk Amalkan!
Allah SWT sudah menjanjikan bahwa barangsiapa yang mau bersyukur kepada Allah SWT, maka Dia akan menambah nikmat kepada orang tersebut, termasuk dalam hal rezeki.
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
Artinya: "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"." (Q.S. Ibrahim: 7).
Bersyukur dilakukan dengan lisan yaitu mengucapkan hamdalah, dilakukan dengan hati dengan mengakui nikmat Allah SWT, dan melakukan dengan perbuatan yaitu menggunakan nikmat untuk menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.
Istighfar atau memohon ampun kepada Allah SWT menjadi salah satu pintu rezeki. Orang yang memperbanyak istighfar akan diberikan rezeki oleh Allah SWT. Hal ini disampaikan dalam Al Quran ayat 10-12.
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا. يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا. وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
Artinya: “Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat atasmu dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun serta mengadakan pula sungai-sungai.” (Qs. Nuh: 10-12).
Baca juga: 9 Penyebab Rezeki Seret Menurut Islam
Allah SWT menjanjikan bahwa orang-orang yang menikah akan diberikan kekayaan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pernyataan ini disampaikan Allah SWT dalam Al Quran surat An Nur 32.
وَأَنكِحُوا۟ ٱلْأَيَٰمَىٰ مِنكُمْ وَٱلصَّٰلِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا۟ فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
Artinya: "Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan.
Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui."
Setiap anak lahir membawa rezekinya masing-masing. Maka orang Jawa mempunyai semboyan banyak anak banyak rezeki. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan adanya anak akan membuat hidup sulit, kecuali enggan berusaha.
وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَوْلَٰدَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَٰقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْـًٔا كَبِيرًا
Artinya: "Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar." (Q.S. Al Isra': 30).
Baca juga: Ayat Seribu Dinar: Bacaan, Keutamaan, dan Kisah Asal-Usul Pembuka Rezeki
Sedekah merupakan salah satu cara untuk memperbanyak rezeki. Allah SWT menjanjikan akan memberikan balasan berlipat ganda hingga 700 kali bagi orang yang mau bersedekah. Sedekah selalu menjadi pilihan untuk memperbanyak rezeki.
مَّن ذَا ٱلَّذِى يُقْرِضُ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥٓ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَٱللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۜطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Artinya: "Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan." (Q.S. Al Baqarah: 245).
Allah SWT masih menjanjikan rezeki tak terduga kepada manusia. Rezeki ini akan didapatkan bagi orang-orang yang bertakwa dan bertawakal kepada Allah SWT.
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Artinya: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya, sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Q.S. Ath Thalaq: 2-3).
Baca juga: Keutamaan Sedekah Jumat: Pahala Berlipat, Penghapus Dosa, dan Pembuka Rezeki
Itulah beberapa pintu rezeki yang telah Allah SWT janjikan kepada manusia. Barangsiapa yang bisa mengakses semua pintu di atas, maka ia akan memperoleh rezeki yang berlimpah dari Allah SWT.
Satu hal yang harus disadari bahwa terkadang Allah SWT tidak memberikan rezeki dalam bentuk materi. Terkadang Allah memberikan rezeki dalam bentuk keimanan, kesehatan, keluarga yang bahagia, dan dijauhkan dari musibah atau bencana.
Jadi jangan merasa putus asa dari rahmat Allah SWT ketika rezeki berupa harta benda tak kunjung datang. Bagi orang-orang yang terus berikhtiar dan mengakses pintu-pintu rezeki yang telah Allah SWT sediakan, pasti akan memperoleh kebahagiaan dan kesenangan hidup.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang