Penulis
KOMPAS.com - Media sosial saat ini diramaikan dengan perseteruan antara Kyai Muhammad Imam Muslimin atau Kyai Mim dengan tetangganya. Masalah ini belum selesai sampai saat ini. Berawal dari perseteruan Kyai Mim dengan Sahara, kini bahkan melebar kemana-mana.
Perseteruan dengan tetangga dan menyakiti tetangga mendapat perhatian serius dalam Islam. Perbuatan tersebut termasuk terlarang dalam Islam. Hidup bertetangga seharusnya dijalani dengan rukun dan harmonis.
Masing-masing orang tentu menginginkan hidup yang nyaman dan damai. Tetapi terkadang muncul masalah yang menyebabkan hubungan antar tetangga menjadi tidak harmonis. Akhirnya muncul perseteruan dan saling menyakiti antar tetangga.
Baca juga: Buah Pohon Jatuh ke Tanah Tetangga Milik Siapa? Begini Penjelasan Ulama
Islam mengajarkan bahwa orang terbaik adalah orang yang paling baik dengan tetangganya. Dan yang paling buruk adalah orang yang jahat dan kerap menyakiti tetangganya. Maka perkara menyakiti tetangga tidak bisa dianggap sepele.
Orang yang mulai menyakiti tetangga dan tidak mau berdamai, bahkan terus membuat masalah. Maka ia dicap sebagai orang yang buruk.
Kehidupan bertetangga itu termasuk perkara yang sangat serius dalam Islam, bahkan Malaikat Jibril kerap mengingatkan Nabi Muhammad SAW akan hal tersebut, seakan-akan tetangga berhak mendapat harta waris.
مَا زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِيْ بِالْـجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
Artinya: “Jibril senantiasa menasehatiku tentang tetangga, hingga aku mengira bahwa tetangga itu akan mendapat bagian harta waris.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Karena seriusnya perkara bertetangga, maka ancaman bagi orang yang menyakiti tetangga juga sangat luar biasa, paling tinggi adalah masuk neraka.
Baca juga: Dosa Membiarkan Tetangga Lapar, Peringatan Keras dari Umar Bin Khattab
Menyakiti tetangga termasuk perkara yang dilarang dalam Islam. Hal ini disampaikan Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya.
مَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاْليَومِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ
Artinya: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya.“ (H.R. Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits lain disampaikan:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
Artinya: “Tidak masuk surga seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya.“ (H.R. Bukhari dan Muslim).
Islam dengan tegas menyampaikan ancaman bagi orang yang menyakiti tetangga atau berbuat jahat terhadapnya.
وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ ، وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ ، وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ . قِيْلَ: وَ مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الَّذِيْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
Artinya: “Demi Allah, tidak beriman, tidak beriman, tidak beriman. Ada yang bertanya: ‘Siapa itu wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab: ‘Orang yang tetangganya tidak aman dari bawa’iq-nya (kejahatannya)‘.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Khutbah Jumat Singkat: Perintah Berbuat Baik Terhadap Tetangga
إِنَّ فُلَانَةَ تَقُومُ اللَّيْلَ وَتَصُومُ النَّهَارَ، وَتَفْعَلُ، وَتَصَدَّقُ، وَتُؤْذِي جِيرَانَهَا بِلِسَانِهَا لَا خَيْرَ فِيهَا، هِيَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ
Artinya: “Sesungguhnya Fulanah banyak melakukan shalat, shadaqah dan puasa. Hanya saja dia menyakiti tetangga dengan lisannya’. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ia tak punya kebaikan sama sekali. Dia termasuk ahli neraka.” (H.R. Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al Hakim).
Seseorang yang menyakiti tetangganya tidak akan masuk ke dalam surga. Hal ini ditegaskan dalam hadits Rasulullah SAW.
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
Artinya: “Seorang yang senantiasa mengganggu tetangganya niscaya tidak akan masuk surga.” (H.R. Muslim).
Baca juga: Islam Ajarkan Jangan Menunggu Sempurna untuk Berbuat Baik
Berdasarkan uraian di atas, menyakiti tetangga bukan perkara sepele. Seseorang harus berusaha menahan diri untuk tidak menyakiti tetangganya. Bila terlanjur berseteru dengan tetangga, dianjurkan untuk segera berdamai.
Bila terus berlarut-larut menyakiti tetangga, maka ancamannya adalah akan dimasukkan ke dalam nerak dan tidak akan mencicipi surga.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang