Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meraih Kebahagiaan Tertinggi dengan Berbagi, Cara Indah Menikmati Hidup

Kompas.com, 7 Januari 2026, 20:42 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Kebahagiaan sering diartikan memiliki banyak hal dalam hidup, seperti harta, jabatan, atau pencapaian-pencapaian bersifat duniawi lainnya. Namun ketika semua sudah didapatkan, ternyata semua itu tidak selalu membawa kepada kebahagiaan hakiki.

Banyak orang kemudian menyadari bahwa kebahagiaan bukan terletak pada apa yang sudah dikumpulkan, tetapi justru pada apa yang dibagikan. Berbagi bukan hanya sekedar memberi, ia mempunyai makna mendalam dalam kehidupan.

Dengan berbagi, seseorang akan memperoleh kebahagiaan tertinggi. Senyuman orang-orang yang membutuhkan akan membuat orang yang berbagi merasakan kebahagiaan mendalam dan rasa berharga.

Baca juga: Sedekah atau Bayar Utang, Mana yang Lebih Utama Menurut Islam?

Anjuran Berbagi dalam Islam

Berbagi menjadi salah satu ajaran utama dalam Islam. Kegiatan berbagi bisa dilakukan dengan cara bersedekah, menunaikan zakat, infak, memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, berbagi makanan, bahkan tersenyum juga bagian dari berbagi.

Rasulullah SAW memerintahkan Bilal bin Rabah untuk berbagi dengan cara menginfakkan hartanya.

أَنْفِقْ بِلاَل ! وَ لاَ تَخْشَ مِنْ ذِيْ العَرْشِ إِقْلاَلاً

Artinya: “Berinfaklah wahai Bilal! Janganlah takut hartamu itu berkurang karena ada Allah yang memiliki ‘Arsy (Yang Maha Mencukupi).” (H.R. Al Bazzar dan Ath Thabrani).

Baca juga: Doa Agar Sedekah Membawa Berkah Lengkap dengan Terjemahannya

Sementara dalam hadits lain disebutkan bahwa berbagi tidak harus dengan sesuatu yang mahal atau mewah. Cukup melebihkan masakan dan dibagikan kepada tetangga sudah termasuk berbagi.

إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا وَتَعَاهَدْ جِـيْرَانَكَ

Artinya: “Jika engkau memasak kuah, maka perbanyaklah airnya dan perhatikanlah tetangga-tetanggamu.” (H.R. Muslim).

Makna dari perhatikanlah tetanggamu adalah membagikan masakan. Tentu dalam konteks dunia modern saat ini, harus diperhatikan masakan apa yang diberikan kepada tetangga sehingga tidak menimbulkan fitnah dan prasangka buruk.

Baca juga: Kumpulan Hadits Tentang Sedekah dan Keutamaannya Menurut Islam

Berbagi Menjadi Sumber Kebahagiaan Tertinggi

Mengapa berbagi bisa menjadi sumber kebahagiaan tertinggi? Orang yang mau berbagi berarti ia telah mengorbankan sifat egois, sifat tamak atau serakah, sifat kikir atau pelit, dan sifat-sifat buruk lainnya dalam diri.

Ketika sifat-sifat buruk dikorbankan, berarti hati menjadi terbebas dari penyakit hati yang melingkupinya. Sifat-sifat kebaikan juga akan tumbuh, seperti sifat kasih sayang, bahagia melihat orang lain bahagia, dan sifat-sifat lainnya.

Sifat buruk yang hilang akan digantikan dengan sifat baik. Maka tidak ada yang bisa menghambat munculnya kebahagiaan dari dasar hati. Kebahagiaan ketika melihat orang lain bahagia lebih bermakna dibandingkan dengan bahagia yang dicapai secara pribadi.

Dengan demikian, maka hidup akan terasa indah, penuh warna dan makna. Itulah kenikmatan hakiki dalam hidup.

Baca juga: Islam Ajarkan Jangan Menunggu Sempurna untuk Berbuat Baik

Manfaat Berbagi dalam Kehidupan

Berbagi mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan, diantaranya adalah:

1. Menambah kasih sayang dan kuatnya ikatan persaudaraan sesama manusia;

2. Menghadirkan kebahagiaan tertinggi dalam hidup sehingga hidup terasa lebih indah dan bermakna;

3. Diterima di lingkungan sosial dan mendapat penghargaan dari masyarakat dan lingkungan ;

4. Menumbuhkan rasa syukur dalam kehidupan atas karunia yang diberikan;

5. Menambah rezeki menjadi semakin berlimpah dan penuh berkah;

6. Mendapat ridha Allah SWT dan diberikan keselamatna hidup di dunia dan akhirat.

Baca juga: Kisah Sumur Raumah: Sedekah Abadi Utsman Bin Affan Hingga Saat Ini

Penutup

Berbagi adalah seni menikmati hidup dengan indah. Berbagi akan menghadirkan kebahagiaan tertinggi dalam kehidupan. Melihat orang lain tersenyum akan membuat kebahagiaan yang berlipat-lipat.

Tidak ada rugi untuk terus berbagi. Yang ada justru manfaat yang semakin kuat dan berlipat. Hidup akan menjadi lebih indah dan bermakna.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Cara Shalat Berjamaah Saat Imam Sudah Rukuk untuk Makmum Masbuk
Cara Shalat Berjamaah Saat Imam Sudah Rukuk untuk Makmum Masbuk
Aktual
Kemenag Sulteng Perkuat Pembinaan 181 Eks Napiter di Poso
Kemenag Sulteng Perkuat Pembinaan 181 Eks Napiter di Poso
Aktual
Qanun Asasi NU Bantah Dana Korupsi ATR/BPN Mengalir ke Muktamar ke-35
Qanun Asasi NU Bantah Dana Korupsi ATR/BPN Mengalir ke Muktamar ke-35
Aktual
Mewaspadai Bahaya Sifat Merasa Paling Benar dan Memaksakan Kehendak
Mewaspadai Bahaya Sifat Merasa Paling Benar dan Memaksakan Kehendak
Aktual
Syamsuri Firdaus dan Makna “Tijarotan Lan Tabur” di MTQ Nasional 2026
Syamsuri Firdaus dan Makna “Tijarotan Lan Tabur” di MTQ Nasional 2026
Aktual
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjangnya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjangnya
Aktual
Tangan-Tangan yang Tak Berhenti Bekerja, Ini Kisah di Balik Kesuksesan MTQ Nasional XXXI 2026
Tangan-Tangan yang Tak Berhenti Bekerja, Ini Kisah di Balik Kesuksesan MTQ Nasional XXXI 2026
Aktual
Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027
Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027
Aktual
Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026
Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026
Aktual
Kakak Beradik Jadi Juara MTQ Nasional XXXI 2026, Bawa Nama Rembang
Kakak Beradik Jadi Juara MTQ Nasional XXXI 2026, Bawa Nama Rembang
Aktual
Gontor 100 Tahun: Dari Hutan Ponorogo hingga Melahirkan Jaringan Pesantren di Indonesia
Gontor 100 Tahun: Dari Hutan Ponorogo hingga Melahirkan Jaringan Pesantren di Indonesia
Aktual
Waketum MUI Ingatkan Kufur dan Zalim Sebabkan Hilangnya Nikmat Allah
Waketum MUI Ingatkan Kufur dan Zalim Sebabkan Hilangnya Nikmat Allah
Aktual
Islam Melarang Berkata Kasar dan Menghina, Ini Dalil Al-Qur'an dan Hadisnya
Islam Melarang Berkata Kasar dan Menghina, Ini Dalil Al-Qur'an dan Hadisnya
Aktual
Kiai Hasan kepada Prabowo: Selama Bapak Husnuzan kepada Gontor, Kami pun Husnuzan
Kiai Hasan kepada Prabowo: Selama Bapak Husnuzan kepada Gontor, Kami pun Husnuzan
Aktual
Kisah Mushaf Al Quran yang Dicium Prabowo, Ditulis Santri Gontor Selama 3 Tahun
Kisah Mushaf Al Quran yang Dicium Prabowo, Ditulis Santri Gontor Selama 3 Tahun
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar