Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baju Lebaran 2026, Ini 3 Gamis Mertua Series Saingi Gamis Bini Orang

Kompas.com, 24 Februari 2026, 14:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang lebaran 2026, denyut fashion muslim kembali terasa kuat di kawasan Pasar Tanah Abang.

Toko-toko grosir dipenuhi pembeli yang berburu koleksi terbaru untuk dijual kembali maupun dikenakan saat Hari Raya.

Namun ada yang berbeda tahun ini. Jika sebelumnya model glamor dengan detail mencolok mendominasi, kini selera pasar bergerak ke arah yang lebih dewasa, santun, dan berwibawa.

Setelah tren “gamis bini orang” ramai diperbincangkan di media sosial karena potongannya yang anggun dan feminin, kini muncul pesaing baru yang tak kalah mencuri perhatian, Gamis Mertua Series.

Istilahnya terdengar unik, tetapi justru di situlah daya tariknya, menggambarkan busana yang aman, elegan, dan “disukai keluarga besar”.

Pergeseran Tren Gamis 2026

Pengamat modest fashion menilai tren 2026 menunjukkan pergeseran dari gaya yang ramai detail menuju desain yang lebih refined.

Dalam buku Modest Fashion: Styling Bodies, Mediating Faith karya Reina Lewis dijelaskan bahwa busana muslim kontemporer berkembang bukan hanya sebagai ekspresi religius, tetapi juga identitas sosial yang menegaskan kedewasaan dan posisi seseorang di ruang publik.

Fenomena Gamis Mertua Series mencerminkan hal tersebut. Busana tidak lagi sekadar cantik untuk difoto, melainkan juga merepresentasikan kematangan, kehormatan, serta kesan “pantas” di mata keluarga besar, terutama saat momen Lebaran yang sarat makna silaturahmi. Berikut deskripsi gamis mertua series dikutip dari berbagai sumber.

Desainnya cenderung:

  • Potongan longgar dan lurus
  • Warna lembut dan tidak mencolok
  • Detail brokat atau bordir halus
  • Kerah tertutup dan lengan panjang rapi
  • Siluetnya tidak membentuk tubuh, tetapi tetap menampilkan sisi feminin.

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026: Abaya Day to Night Jadi Pilihan Favorit, Bisa Dipakai dari Ngantor hingga Kondangan

1. Gamis Kebanggaan Mertua: Anggun dan Berwibawa

Gamis mertua series Kebanggaan mertua AI Gamis mertua series Kebanggaan mertua
Model pertama dalam series ini menghadirkan potongan lurus dan longgar yang memberi ruang gerak nyaman. Bahan yang ringan dan jatuh menciptakan kesan flowy saat berjalan.

Detail renda floral pada bagian dada hingga bawah gamis menjadi pusat perhatian tanpa terlihat berlebihan.

Lengan panjang dengan manset renda mempertegas karakter klasik. Gaya ini cocok untuk acara keluarga besar, open house Lebaran, hingga momen formal semi-resmi.

Secara visual, model ini memancarkan kesan keibuan, hangat, dan berkelas, citra yang identik dengan perempuan yang dihormati dalam keluarga.

2. Gamis Idaman Mertua: Two-Piece Look yang Rapi

Gamis mertua series Idaman mertuaAI Gamis mertua series Idaman mertua
Model kedua mengusung konsep layered atau two-piece look. Atasan longgar dipadukan dengan rok lurus berbahan ringan.

Aksen renda vertikal di bagian depan menciptakan ilusi tubuh lebih tinggi sekaligus memberi sentuhan elegan.

Kerah tinggi tertutup memperkuat kesan sopan. Warna-warna yang digunakan umumnya netral seperti dusty pink, sage green, atau krem hangat, warna yang aman di berbagai tone kulit.

Dalam buku Hijab Street Style karya Melanie Elturk, dijelaskan bahwa modest fashion modern memadukan kenyamanan dengan struktur yang tegas.

Model Idaman Mertua mencerminkan prinsip tersebut, sederhana, tetapi terstruktur dengan baik.

Baca juga: Gamis Bini Orang Punya Rival, Kebanggaan Mertua Diburu

3. Gamis Kesayangan Mertua: Layered Brokat yang Elegan

Gamis mertua series Kesayangan mertuaAI Gamis mertua series Kesayangan mertua
Model ketiga menjadi favorit bagi pencinta detail klasik. Lapisan luar berbahan brokat atau renda floral menyelimuti inner polos yang lembut. Bordir tersusun rapi dari bagian dada hingga bawah gamis.

Potongannya tetap lurus dan longgar, namun detail brokat yang lebih rapat di area atas memberi kesan formal. Gaya ini cocok untuk acara kondangan saat musim Lebaran atau silaturahmi resmi.

Kombinasi brokat klasik dan warna kalem menciptakan karakter tenang dan elegan. Tidak mencolok, tetapi tetap terlihat mahal.

Mengapa Gamis Mertua Series Cepat Populer?

Ada beberapa alasan mengapa tren ini cepat mendapat tempat di hati konsumen:

Pertama, faktor psikologis. Lebaran adalah momen berkumpul dengan keluarga besar. Banyak perempuan ingin tampil rapi, sopan, dan “aman” di hadapan orang tua maupun mertua.

Kedua, faktor praktis. Beberapa model hadir dengan konsep inner–outer lepas pasang sehingga bisa dipakai ulang untuk acara berbeda.

Ketiga, perubahan selera pasar. Konsumen kini lebih menyukai busana yang timeless dibanding model viral yang cepat lewat.

Baca juga: Gamis Bini Orang Jadi Tren Lebaran 2026, Siluet Dewasa dan Minimalis

Antara Viral dan Berkelas

Jika “gamis bini orang” identik dengan kesan feminin dan fashionable untuk konten media sosial, maka Gamis Mertua Series menekankan pada citra elegan yang tahan lama. Keduanya sama-sama anggun, tetapi memiliki positioning berbeda.

Tren 2026 memperlihatkan bahwa pasar modest fashion Indonesia semakin matang. Tidak lagi sekadar mengikuti viralitas, tetapi mempertimbangkan nilai kenyamanan, kesopanan, dan citra diri.

Refleksi Fashion dan Nilai Ramadhan

Busana dalam Islam tidak hanya berbicara tentang estetika, tetapi juga adab. Dalam perspektif religius, berpakaian sopan adalah bagian dari menjaga kehormatan diri.

Lebaran menjadi momen penyempurna ibadah Ramadhan, sekaligus ruang untuk menunjukkan versi terbaik diri, bukan dengan kemewahan berlebihan, tetapi dengan kepantasan dan keanggunan.

Tren Gamis Mertua Series seakan menjawab kebutuhan itu. Ia tidak sekadar busana, tetapi simbol kedewasaan dalam berpenampilan.

Dan mungkin, di antara hiruk pikuk pusat perbelanjaan, pilihan terbaik bukanlah yang paling viral, melainkan yang paling membuat kita merasa tenang dan percaya diri saat melangkah ke ruang keluarga, lalu duduk bersimpuh menyambut Hari Raya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com