Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ide Dresscode Bukber Ramadhan: Minimalis, Klasik, hingga Glam

Kompas.com, 24 Februari 2026, 12:39 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Selain menahan lapar dan dahaga, umat Islam juga merawat momen kebersamaan, salah satunya melalui agenda buka puasa bersama atau bukber.

Kegiatan ini bukan sekadar makan bersama selepas azan Maghrib, melainkan ruang mempererat silaturahmi dengan keluarga, sahabat, hingga rekan kerja.

Tak heran jika pemilihan dresscode menjadi perhatian. Busana yang serasi bukan hanya membuat foto bersama terlihat rapi, tetapi juga menciptakan kesan kompak dan menghargai suasana bulan suci.

Dalam konteks ini, berpakaian bukan semata soal gaya, melainkan juga cerminan nilai kesopanan dan identitas diri sebagai Muslim.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ

Yā banī Ādama khużū zīnatakum ‘inda kulli masjid

“Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid.”
(QS. Al-A’raf: 31)

Ayat ini sering dijadikan dasar bahwa Islam menganjurkan umatnya untuk tampil rapi dan pantas, terlebih dalam momen ibadah maupun pertemuan yang bernilai kebaikan.

Dalam buku Etika Berbusana dalam Islam karya M. Quraish Shihab dijelaskan bahwa berpakaian memiliki tiga fungsi utama, menutup aurat, melindungi tubuh, dan menjadi perhiasan (zinah) selama tidak berlebihan.

Artinya, memilih dresscode bukber tetap bisa mengikuti tren, asalkan menjaga prinsip kesederhanaan dan kepatutan.

Berikut sejumlah inspirasi dresscode bukber dari kasual hingga elegan yang bisa menjadi referensi dikutip dari berbagai sumber.

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026: Abaya Day to Night Jadi Pilihan Favorit, Bisa Dipakai dari Ngantor hingga Kondangan

1. Gaya Klasik yang Tak Lekang Waktu

Konsep klasik selalu aman untuk berbagai suasana. Tema ini cocok untuk bukber keluarga besar maupun reuni sekolah.

White on White menjadi pilihan favorit. Busana serba putih memberi kesan bersih, suci, dan selaras dengan nuansa Ramadhan.

Selain fotogenik saat terkena cahaya sore menjelang Maghrib, warna putih juga mudah dipadukan dengan aksesori sederhana seperti tas cokelat atau sepatu nude.

Pilihan lain adalah Earth Tones, yaitu kombinasi warna cokelat tua, krem, tan, olive, dan khaki. Warna-warna ini cenderung hangat dan cocok untuk berbagai warna kulit. Kesan dewasa dan tenang pun langsung terasa.

Bagi yang ingin tampil lebih anggun, tema Abaya atau Kaftan Glam bisa dipertimbangkan. Potongan longgar dengan detail bordir atau aksen payet tipis menghadirkan nuansa elegan tanpa terlihat berlebihan. Model ini banyak dipilih untuk bukber kantor atau komunitas formal.

Baca juga: Gamis Bini Orang Jadi Tren Lebaran 2026, Siluet Dewasa dan Minimalis

2. Minimalis dan Kasual, Anti Ribet

Tak semua acara bukber berlangsung formal. Banyak pula yang digelar santai di kafe atau rumah sahabat. Untuk suasana seperti ini, dresscode minimalis lebih relevan.

Tema Smart Casual bisa menjadi opsi. Perpaduan kaos polos dengan blazer, cardigan, atau outer ringan menciptakan tampilan santai namun tetap sopan. Untuk pria, kemeja lengan panjang dengan celana chino sudah cukup memberi kesan rapi.

Motif Stripes & Dots juga menarik untuk konsep serasi. Garis-garis atau polkadot dalam palet warna senada membuat kelompok terlihat kompak tanpa harus benar-benar mengenakan model yang sama.

Denim on Denim pun tak kalah populer. Jaket jeans dipadukan dengan celana atau rok berbahan serupa memberi sentuhan modern dan youthful. Kuncinya, pilih potongan yang tetap longgar dan nyaman agar sesuai dengan etika berpakaian.

3. Semi-Formal yang Elegan

Untuk bukber perusahaan atau acara komunitas yang lebih resmi, tema semi-formal patut dipertimbangkan.

Perempuan dapat mengenakan gamis polos dengan cutting sederhana dan tambahan belt tipis untuk mempertegas siluet. Warna-warna seperti navy, maroon, atau sage green memberi kesan dewasa dan profesional.

Pria bisa memilih kemeja dengan detail minimalis, dipadukan celana bahan serta sepatu pantofel atau loafers.

Keserasian warna antaranggota menjadi kunci agar tampilan tetap harmonis dalam foto bersama.

Dalam buku The Psychology of Fashion karya Carolyn Mair dijelaskan bahwa pilihan warna dan model pakaian memengaruhi persepsi sosial.

Busana yang serasi dalam satu kelompok mampu membangun kesan solid dan meningkatkan rasa kebersamaan.

Baca juga: 26 Hari Jelang Lebaran 2026, Tren Gamis Abaya Ini Diprediksi Laris Manis

4. Nuansa Tradisional yang Berkelas

Mengangkat tema etnik juga bisa menjadi pilihan unik. Batik, tenun, atau songket dalam warna senada menciptakan kesan formal sekaligus membanggakan budaya lokal.

Batik modern dengan potongan gamis atau tunik membuat tampilan tetap kontemporer. Untuk pria, kemeja batik lengan panjang atau pendek bisa disesuaikan dengan tingkat formalitas acara.

Tema ini tidak hanya estetis, tetapi juga sarat makna. Ia menggabungkan identitas budaya dengan semangat kebersamaan di bulan suci.

Menjaga Batasan dalam Berbusana

Terlepas dari tema apa pun yang dipilih, prinsip kesederhanaan tetap menjadi pegangan. Rasulullah SAW bersabda:

كُلُوا وَاشْرَبُوا وَتَصَدَّقُوا وَالْبَسُوا فِي غَيْرِ مَخِيلَةٍ وَلَا سَرَفٍ

Kulū wasyrabū wataṣaddaqū walbasū fī ghairi makhīlatin wa lā saraf

“Makanlah, minumlah, bersedekahlah, dan berpakaianlah tanpa kesombongan dan tanpa berlebihan.” (HR. Ahmad)

Pesan ini menegaskan bahwa keindahan dalam Islam tidak identik dengan kemewahan yang berlebihan. Busana terbaik adalah yang membuat pemakainya nyaman sekaligus menjaga adab.

Bukber adalah tentang pertemuan, tawa, dan cerita yang terjalin kembali. Dresscode hanyalah pelengkap, tetapi bisa menjadi simbol kekompakan dan penghormatan terhadap momen yang sakral.

Dengan memilih konsep yang tepat mulai dari kasual, klasik, hingga elegan, acara buka bersama akan terasa lebih berkesan, tidak hanya di kamera, tetapi juga di hati.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baju Lebaran 2026, Ini 3 Gamis Mertua Series Saingi Gamis Bini Orang
Baju Lebaran 2026, Ini 3 Gamis Mertua Series Saingi Gamis Bini Orang
Aktual
Kemenag Siapkan Ditjen Pesantren, Struktur Baru Eselon I untuk Kelola 42 Ribu Pesantren
Kemenag Siapkan Ditjen Pesantren, Struktur Baru Eselon I untuk Kelola 42 Ribu Pesantren
Aktual
Survei Litbang Kompas: Jumlah Pemudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun karena Ekonomi
Survei Litbang Kompas: Jumlah Pemudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun karena Ekonomi
Aktual
Survei Litbang Kompas: 23,3 Persen Warga Berencana Mudik Lebaran 2026, Kendaraan Pribadi Mendominasi
Survei Litbang Kompas: 23,3 Persen Warga Berencana Mudik Lebaran 2026, Kendaraan Pribadi Mendominasi
Aktual
Ramadan: Mengubah Mindset, Menjadikan Zakat sebagai Lifestyle
Ramadan: Mengubah Mindset, Menjadikan Zakat sebagai Lifestyle
Aktual
Ide Dresscode Bukber Ramadhan: Minimalis, Klasik, hingga Glam
Ide Dresscode Bukber Ramadhan: Minimalis, Klasik, hingga Glam
Aktual
Ide Jajanan Lebaran 2026 untuk Suguhan Tamu yang Paling Dicari
Ide Jajanan Lebaran 2026 untuk Suguhan Tamu yang Paling Dicari
Aktual
Tren Hampers Lebaran 2026: Unik, Religius, Bisa Jadi Peluang Bisnis
Tren Hampers Lebaran 2026: Unik, Religius, Bisa Jadi Peluang Bisnis
Aktual
Cara Menghitung Zakat Mal 2026: Nisab, Haul, dan Contohnya
Cara Menghitung Zakat Mal 2026: Nisab, Haul, dan Contohnya
Aktual
Gamis Bini Orang Punya Rival, Kebanggaan Mertua Diburu
Gamis Bini Orang Punya Rival, Kebanggaan Mertua Diburu
Aktual
Hukum Puasa Setengah Hari bagi Orang Dewasa, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Puasa Setengah Hari bagi Orang Dewasa, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Zakat Fitrah: Tata Cara, Niat, Doa, dan Besaran Terbaru 2026 Sebelum Idul Fitri
Zakat Fitrah: Tata Cara, Niat, Doa, dan Besaran Terbaru 2026 Sebelum Idul Fitri
Aktual
Apa Arti Mokel? Ini Penjelasan Istilah Gaul yang Populer saat Ramadhan
Apa Arti Mokel? Ini Penjelasan Istilah Gaul yang Populer saat Ramadhan
Aktual
Apakah Luka Berdarah Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Hukumnya Menurut Ulama
Apakah Luka Berdarah Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Hukumnya Menurut Ulama
Aktual
Kemenag Siapkan 6.859 Masjid Jadi Tempat Singgah Gratis Pemudik saat Lebaran 2026
Kemenag Siapkan 6.859 Masjid Jadi Tempat Singgah Gratis Pemudik saat Lebaran 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com