Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Desainer Sebut Tren Baju Lebaran 2026 Lebih Tenang dan Timeless, Gen Z Disebut Suka yang Simple

Kompas.com, 22 Februari 2026, 13:46 WIB
Khairina

Penulis

KOMPAS.com-Tren busana muslim Ramadan 2026 disebut bergerak ke arah yang lebih sederhana dibandingkan tahun sebelumnya.

Perubahan itu terlihat dari koleksi raya sejumlah brand yang tampil lebih minimal dan tenang secara visual.

Desain yang sebelumnya ekspresif dan penuh statement disebut bergeser menuju pendekatan yang lebih refined dan meaningful.

“Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, arah tren tahun ini terlihat lebih sederhana. Namun sebenarnya bukan berarti lebih ‘basic’, melainkan terjadi pergeseran menuju kesederhanaan yang lebih refined dan meaningful,” ujar desainer busana muslim Lisa Fitria, saat dihubungi KOMPAS.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Model Baju Lebaran 2026 Couple Keluarga: Inspirasi Outfit Serasi Ayah, Ibu, Anak yang Kompak dan Elegan

Lisa menilai konsumen mulai mencari ketenangan visual dan kenyamanan emosional setelah beberapa musim dipenuhi eksplorasi visual yang lebih berani.

“Setelah beberapa musim dengan eksplorasi visual yang lebih statement dan ekspresif, saat ini konsumen mulai mencari ketenangan visual, kenyamanan emosional, dan desain yang terasa lebih relevan dengan keseharian mereka,” lanjutnya.

Perubahan preferensi itu disebut ikut dipengaruhi kondisi global dan pergeseran gaya hidup yang membuat masyarakat menempatkan nilai autentik, keberlanjutan, serta kualitas sebagai pertimbangan utama.

“Perubahan ini juga dipengaruhi oleh kondisi global dan perubahan gaya hidup, di mana masyarakat semakin menghargai nilai autentik, keberlanjutan, serta kualitas dibandingkan kemewahan yang berlebihan,” jelas Lisa.

Baca juga: Tren Baju Lebaran Anak 2026, Longgar, Nyaman, dan Flowy

Konteks Ramadan membuat kesederhanaan dinilai semakin kuat secara konsep karena dianggap sejalan dengan nilai spiritual bulan suci.

“Dalam konteks Ramadan khususnya, kesederhanaan justru menjadi refleksi dari nilai spiritual — sehingga desain yang minimal, tenang, dan timeless menjadi lebih kuat secara konsep,” katanya.

Jenuh

Tren ini juga dikaitkan dengan kejenuhan pasar terhadap busana muslim bermotif ramai yang dinilai serupa di banyak brand.

“Masyarakat sudah mulai jenuh dengan busana muslim yang penuh motif hampir semua sama,” ungkapnya.

Kejenuhan itu disebut membuat konsumen semakin sulit membedakan identitas brand dari tampilan produknya.

“Sampai bingung membedakan dari brand apa,” tambahnya.

Situasi tersebut mendorong brand menguatkan detail, potongan, serta storytelling sebagai pembeda, alih-alih mengandalkan tampilan yang ramai.

“Jadi, arah yang terlihat lebih sederhana ini sebenarnya adalah evolusi menuju ‘quiet elegance’, di mana detail, potongan, dan storytelling menjadi lebih penting daripada sekadar tampilan yang ramai,” ujarnya.

Baca juga: 5 Model Baju Lebaran Timeless yang Bisa Dipakai Sehari-hari
Busana muslim bergaya quiet elegance menonjolkan detail potongan dan tekstur bahan dengan palet warna netral untuk kesan minimal dan timeless.

Pergeseran tren juga terlihat dari cara sejumlah brand memperkenalkan koleksi raya ke publik melalui acara peluncuran yang lebih personal.

“Kalau di perhatikan beberapa brand mengadakan event launching raya collection yang intimate, tematik, konsep dan story yang kuat,” jelasnya.

Lisa menilai latar belakang konsumen juga bergeser karena pasar Gen Z disebut semakin besar potensinya.

“Latar belakang customer atau pemakai juga bergeser, gen Z semakin besar potensinya,” ujarnya.

Pilihan Gen Z dinilai condong pada busana yang simpel, nyaman dipakai, dan punya nilai cerita yang kuat.

Sementara itu, tren seragam keluarga Lebaran disebut tidak berubah signifikan karena segmen ini lebih menekankan kebersamaan dan suasana meriah.

“Untuk seragam keluarga agak sedikit berbeda, hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Material satin dan motif digital printing disebut masih banyak dipilih karena seragam keluarga tidak menitikberatkan personal style.

Seragam keluarga tetap diarahkan untuk tampilan yang seru dan ramai saat momen berkumpul.

“Lebih untuk fun fun dan heboh rame,” tutupnya.

Tren busana muslim Ramadan 2026 memperlihatkan pergeseran selera konsumen ke arah desain yang lebih tenang, lebih rapi, dan lebih menonjolkan nilai cerita.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Hukum Membelakangi Mimbar Saat Khutbah Jumat, Apakah Shalat Tetap Sah?
Hukum Membelakangi Mimbar Saat Khutbah Jumat, Apakah Shalat Tetap Sah?
Aktual
Hukum Tajwid Lengkap: Jenis, Pengertian, dan Contoh Bacaan
Hukum Tajwid Lengkap: Jenis, Pengertian, dan Contoh Bacaan
Aktual
Bolehkah Azan dan Iqamah Dilakukan Orang yang Berbeda? Ini Penjelasan Ulama
Bolehkah Azan dan Iqamah Dilakukan Orang yang Berbeda? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Amalan Rutin untuk Lebih Dekat dengan Rasulullah SAW
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Amalan Rutin untuk Lebih Dekat dengan Rasulullah SAW
Aktual
11 PTKIN Berhasil Masuk 100 Universitas Terbaik Versi Webometrics Juli 2026, Cek Peringkat Kampusmu!
11 PTKIN Berhasil Masuk 100 Universitas Terbaik Versi Webometrics Juli 2026, Cek Peringkat Kampusmu!
Aktual
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Bulan Safar, Bulan Sial bagi yang Maksiat, Berkah bagi yang Taat
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Bulan Safar, Bulan Sial bagi yang Maksiat, Berkah bagi yang Taat
Aktual
Mad Thobi'i: Pengertian, Hukum, Ciri-ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Ilmu Tajwid
Mad Thobi'i: Pengertian, Hukum, Ciri-ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Ilmu Tajwid
Aktual
8 Keutamaan Menjadi Muadzin dalam Islam Berdasarkan Hadits Shahih
8 Keutamaan Menjadi Muadzin dalam Islam Berdasarkan Hadits Shahih
Aktual
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Benarkah Penderitaan Membuat Kita Lebih Dekat dengan Allah SWT?
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Benarkah Penderitaan Membuat Kita Lebih Dekat dengan Allah SWT?
Aktual
Mengapa Membaca Al-Quran Harus dengan Tajwid dan Tartil? Ini Penjelasannya
Mengapa Membaca Al-Quran Harus dengan Tajwid dan Tartil? Ini Penjelasannya
Aktual
11 PTKIN Tembus Top 100 Webometrics Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Terbaik di Indonesia
11 PTKIN Tembus Top 100 Webometrics Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Terbaik di Indonesia
Aktual
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Doa dan Niat
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
Aktual
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat 'Islam 4S' di Kroya
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat "Islam 4S" di Kroya
Aktual
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar