KOMPAS.com - Menjelang Idul Fitri, suasana rumah-rumah Muslim biasanya berubah menjadi lebih hangat.
Ruang tamu ditata rapi, aroma kue baru dipanggang tercium dari dapur, dan stoples-stoples bening berjejer di meja.
Lebaran bukan hanya tentang kemenangan setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadan, tetapi juga tentang menyambung kembali tali silaturahmi.
Dalam tradisi Islam, memuliakan tamu memiliki kedudukan istimewa. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
Latin: Man kâna yu’minu billâhi wal-yaumil âkhir falyukrim dhaifah.
Artinya: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Baca juga: Tren Hampers Lebaran 2026: Unik, Religius, Bisa Jadi Peluang Bisnis
Hadis ini diriwayatkan oleh Muhammad dan dicatat antara lain oleh Muhammad al-Bukhari. Tradisi menyajikan jajanan Lebaran dapat dimaknai sebagai bagian dari memuliakan tamu dan mempererat ukhuwah.
Allah SWT juga berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
Latin: Innamal mu’minûna ikhwatun.
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10)
Ayat ini menegaskan bahwa kebersamaan di hari raya bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata persaudaraan.
Baca juga: 7 Kue Kering Lebaran yang Tak Pernah Absen, Ternyata Punya Jejak Sejarah
Dalam buku Indonesian Heritage: Food & Drink karya Murdijati Gardjito, dijelaskan bahwa kue kering dan camilan tradisional menjadi bagian dari identitas kuliner Nusantara saat hari besar keagamaan.
Sajian seperti kastengel, lidah kucing, hingga rengginang mencerminkan pertemuan budaya lokal dan pengaruh kolonial.
Sementara dalam The Culture Map of Food in Indonesia karya Fadly Rahman, disebutkan bahwa makanan bukan hanya soal rasa, tetapi simbol status sosial, keramahan, dan kebersamaan.
Tak heran, jajanan Lebaran selalu hadir dalam ragam rasa manis, gurih, hingga asin untuk mewakili keberagaman selera keluarga Indonesia.
Kue lebaran kastangelKue berbentuk batang dengan taburan keju ini identik dengan Lebaran. Rasanya gurih-asin dengan aroma mentega yang kuat.
Kastengel cocok dijadikan suguhan utama maupun hampers premium karena tampilannya elegan.
ilustrasi kue lidah kucing.Baca juga: 10 Kue Kering Jadul Khas Lebaran, Dari Lidah Kucing hingga Pastel Mini
Jenis tepung yang paling cocok untuk membuat kue semprit adalah tepung protein sedang dan maizena. Menurut teori perilaku konsumen dalam buku Marketing 4.0 karya Philip Kotler, produk yang mengandung unsur nostalgia memiliki daya tarik emosional tinggi. Kue-kue klasik Lebaran masuk dalam kategori ini karena membangkitkan memori masa kecil.
Siapa sangka susu kental manis bisa menjadi bahan tambahan untuk menghasilkan biji ketapang yang manis dan lezat.
Ilustrasi kue akar kelapa khas Betawi.Baca juga: Kue Lebaran Khas Betawi, Warisan Rasa yang Menghangatkan Silaturahmi
Ilustrasi rengginang udang khas cirebon.Dalam buku Fiqh al-Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa tradisi atau kebiasaan baik (‘urf shahih) yang tidak bertentangan dengan syariat dapat menjadi bagian dari praktik sosial umat. Sajian camilan tradisional saat Lebaran termasuk bentuk ‘urf yang positif.
Ilustrasi keciput wijen warna-warni.
Ilustrasi kuping gajah, kue kering untuk ide jualan.
Jajanan lebaran yang wajib ada di meja tamuAgar suguhan tetap berkualitas saat tamu datang:
Menurut buku Ilmu Gizi Kuliner karya Sediaoetama, penyimpanan yang tepat akan menjaga kualitas tekstur dan rasa makanan kering lebih lama.
Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026, Siluet Minimalis Kian Diminati
Lebaran adalah momen berbagi kebahagiaan. Allah SWT berfirman:
لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ
Latin: Lan tanâlul birra hattâ tunfiqû mimmâ tuhibbûn.
Artinya: “Kamu tidak akan memperoleh kebajikan sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali Imran: 92)
Menyuguhkan makanan terbaik bagi tamu adalah bagian dari memberi yang kita sukai. Nilainya bukan sekadar pada jenis kue yang tersaji, melainkan niat untuk membahagiakan sesama.
Tren jajanan Lebaran kini berkembang. Banyak keluarga mulai mengemas kue dalam konsep hampers estetik, menggabungkan kue klasik dengan camilan tradisional, bahkan menambahkan sentuhan modern seperti cookies premium atau snack sehat rendah gula.
Di balik toples-toples cantik itu, tersimpan makna yang lebih dalam: menyambung hubungan yang mungkin sempat renggang, menguatkan persaudaraan, dan menghadirkan kehangatan di ruang tamu.
Karena pada akhirnya, yang diingat tamu bukan hanya rasa kastengel atau renyahnya rengginang, melainkan suasana kebersamaan yang tercipta di hari kemenangan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang