KOMPAS.com – Lebaran selalu menghadirkan cerita baru dalam dunia busana. Jika beberapa tahun lalu detail ramai dan warna kontras sempat menjadi sorotan, memasuki 2026 arah tren justru bergerak ke jalur yang lebih tenang: siluet minimalis yang bersih, fungsional, dan tetap elegan.
Gaya ini tidak sekadar soal sederhana, melainkan tentang bagaimana busana mampu mencerminkan kedewasaan, kenyamanan, dan identitas personal.
Di tengah geliat modest fashion yang kian mengglobal, perempuan urban Indonesia kini cenderung memilih potongan longgar dengan detail subtil, material ringan, serta warna-warna lembut yang mudah dipadukan. Lalu, seperti apa wajah tren baju Lebaran 2026 dengan siluet minimalis?
Baca juga: Desainer Sebut Tren Baju Lebaran 2026 Lebih Tenang dan Timeless, Gen Z Disebut Suka yang Simple
Perubahan tren busana tidak pernah lepas dari dinamika sosial dan psikologis masyarakat. Dalam buku The Psychology of Fashion karya Carolyn Mair, dijelaskan bahwa pilihan busana sangat dipengaruhi kebutuhan emosional, termasuk rasa aman, percaya diri, dan keinginan tampil autentik.
Setelah beberapa musim didominasi detail kompleks, pasar kini bergerak ke arah desain yang lebih “bersih”.
Potongan lurus, A-line lembut, hingga layering sederhana dianggap lebih relevan dengan mobilitas perempuan modern yang membutuhkan busana nyaman dari salat Id hingga silaturahmi keluarga.
Hal serupa juga tercermin dalam buku Modest Fashion: Styling Bodies, Mediating Faith karya Reina Lewis.
Ia menyoroti bahwa modest fashion global semakin menekankan desain minimalis, warna lembut, serta fleksibilitas pemakaian lintas acara.
Dengan kata lain, tren 2026 bukan sekadar soal estetika, melainkan respons terhadap kebutuhan gaya hidup.
Baca juga: Tren Busana Lebaran 2026: Gamis Aisyah & Abaya Elegan, Tampil Slim dan Mewah di Hari Raya
Rompi lepas floral (AI)Salah satu representasi siluet minimalis adalah rompi lepas panjang. Item ini dikenakan sebagai outer di atas gamis polos, setelan kurung, atau blouse dan rok.
Teknik layering memberi dimensi visual tanpa membuat tampilan terasa berat. Potongan rompi yang tegas membantu membentuk siluet tubuh secara halus, terutama pada busana longgar. Warna netral seperti beige, ivory, hingga butter yellow menjadi pilihan favorit karena mudah dipadukan.
Kelebihannya terletak pada fleksibilitas. Rompi dapat dilepas untuk suasana santai, atau dikenakan penuh saat acara keluarga yang lebih formal.
Baca juga: Ide Padukan Baggy Jeans dengan Busana Muslim untuk Baju Lebaran 2026, Tetap Sopan tapi Stylish
Tunik rayon warna butter yellowGaya ini menciptakan tampilan sleek sekaligus modern. Dipadukan dengan celana lurus atau rok polos, tunik Shanghai menghadirkan kesan profesional namun tetap sopan untuk momen Lebaran.
Warna-warna seperti sage green, dusty blue, ivory, hingga butter yellow memberi sentuhan segar tanpa terlihat mencolok.
Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026: Kurung Melayu Jadi Incaran Para Wanita
Gamis Minimalis Berwarna LembutDi media sosial, muncul istilah populer untuk menggambarkan gamis berpotongan dewasa dan minimalis.
Ciri utamanya adalah warna netral, mocca, olive, maroon gelap, atau hitam, serta bahan jatuh seperti satin, crepe, atau georgette.
Desainnya cenderung flowy dengan detail halus seperti lipit tipis atau kancing depan. Model ini digemari karena memberi kesan matang, elegan, dan tidak lekang oleh waktu.
Tren ini juga selaras dengan konsep keberlanjutan (sustainability) dalam fashion, di mana busana dirancang untuk dipakai berulang kali, bukan hanya satu musim.
Jika dirangkum, arah tren baju Lebaran 2026 bertumpu pada tiga pilar utama.
Pertama, kenyamanan. Bahan ringan dan tidak mudah kusut menjadi prioritas agar tetap rapi sepanjang hari.
Kedua, versatilitas. Busana dapat dikenakan kembali untuk acara lain, mulai dari pengajian hingga pertemuan formal.
Ketiga, identitas personal. Perpaduan unsur tradisional dan modern memberi ruang ekspresi yang lebih luas.
Baca juga: Inspirasi Model Baju Gamis Bini Orang dari Bahan Pilihan yang Elegan
Agar tidak sekadar mengikuti tren, ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan sebelum membeli busana Lebaran 2026.
Pilih bahan yang breathable seperti katun premium, linen ringan, chiffon, atau rayon silk. Perhatikan cutting agar sesuai bentuk tubuh. Utamakan warna timeless supaya mudah dipadukan dengan koleksi hijab yang sudah dimiliki.
Selain itu, detail finishing seperti jahitan rapi dan potongan presisi menjadi indikator kualitas yang sering luput diperhatikan.
Pada akhirnya, Lebaran bukan hanya soal penampilan, melainkan simbol pembaruan diri dan kebersamaan.
Siluet minimalis menghadirkan keseimbangan antara kesederhanaan dan elegansi, dua nilai yang terasa selaras dengan makna Idul Fitri.
Tren 2026 menunjukkan bahwa busana muslim semakin matang: tidak lagi mengejar kemewahan berlebihan, melainkan desain fungsional yang tetap stylish.
Akankah siluet minimalis benar-benar mendominasi Lebaran tahun ini? Melihat arah pasar dan preferensi generasi urban, jawabannya tampaknya semakin jelas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang