Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Lailatul Qadar? Ini Waktu dan Keutamaannya

Kompas.com, 23 Februari 2026, 10:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Malam Lailatul Qadar selalu menjadi momen yang paling dinanti umat Islam setiap bulan Ramadhan.

Ia bukan sekadar malam biasa. Dalam Al-Qur’an, malam ini disebut lebih baik daripada seribu bulan, sebuah ungkapan yang menunjukkan keagungan dan nilai ibadah yang melampaui hitungan waktu manusia.

Namun pertanyaannya, kapan sebenarnya Lailatul Qadar terjadi? Mengapa ia dirahasiakan? Dan apa saja keutamaannya menurut Al-Qur’an, hadits, serta penjelasan para ulama? Berikut ulasan lengkapnya.

Dasar Al-Qur’an tentang Lailatul Qadar

Penjelasan paling tegas tentang Lailatul Qadar terdapat dalam Surah Al-Qadr ayat 1–5:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِۚ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْ مِّنْ كُلِّ اَمْرٍۛ سَلٰمٌ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Innā anzalnāhu fī lailatil qadr. Wa mā adrāka mā lailatul qadr. Lailatul qadri khairun min ألفi syahr. Tanazzalul malāikatu war-rūḥu fīhā bi idzni rabbihim min kulli amr. Salāmun hiya hattā mathla’il fajr

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu hingga terbit fajar.”

Menurut Tafsir Kementerian Agama RI, Lailatul Qadar adalah malam turunnya Al-Qur’an ke langit dunia sebagai permulaan wahyu kepada Muhammad.

Malam ini disebut “lebih baik dari seribu bulan”, yang oleh para mufasir dipahami sebagai simbol keutamaan yang sangat besar, bukan sekadar angka matematis.

Baca juga: Ramadhan 1447 H: Ini Doa Mustajab Saat Sahur, Berbuka, dan Lailatul Qadar

Kapan Lailatul Qadar Terjadi?

Al-Qur’an tidak menyebutkan tanggal pasti turunnya Lailatul Qadar. Penjelasan waktu justru banyak ditemukan dalam hadits Nabi.

Dalam riwayat dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda:

“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.” (Muttafaq ‘Alaih)

Riwayat lain dalam Shahih Bukhari menyebutkan agar mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi dijelaskan bahwa mayoritas ulama berpendapat Lailatul Qadar kemungkinan besar jatuh pada malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan.

Sementara dalam buku Lathaif al-Ma’arif karya Ibnu Rajab al-Hanbali disebutkan bahwa hikmah dirahasiakannya malam tersebut agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir, bukan hanya fokus pada satu malam tertentu.

Sebagian sahabat seperti Ubay bin Ka'ab berpendapat kuat bahwa Lailatul Qadar sering bertepatan dengan malam ke-27. Namun, para ulama tetap menekankan bahwa kepastiannya hanya diketahui oleh Allah SWT.

Mengapa Lailatul Qadar Dirahasiakan?

Dalam Shahih Bukhari, Rasulullah pernah hendak memberitahukan tanggal pasti Lailatul Qadar, tetapi kemudian Allah membuat beliau lupa karena adanya perselisihan dua orang sahabat.

Para ulama seperti Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa peristiwa tersebut mengandung hikmah besar agar umat Islam meningkatkan kualitas ibadah secara menyeluruh di penghujung Ramadhan.

Dengan kata lain, rahasia waktu justru menjadi pemicu kesungguhan spiritual.

Baca juga: Kalender Ramadhan 2026 Lengkap: Awal Puasa, Nuzulul Quran, hingga Perkiraan Lailatul Qadar

Keutamaan Lailatul Qadar

1. Lebih Baik dari Seribu Bulan

Dalam Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab dijelaskan bahwa ibadah pada malam ini memiliki nilai yang melampaui ibadah selama 83 tahun lebih. Artinya, satu malam dapat mengubah catatan amal seseorang secara signifikan.

2. Malam Turunnya Malaikat

Ayat “Tanazzalul malaikatu war-ruh” menunjukkan turunnya malaikat termasuk Malaikat Jibril membawa keberkahan dan ketetapan takdir tahunan.

Dalam buku Tafsir Ibnu Katsir karya Ibnu Katsir disebutkan bahwa pada malam ini ditetapkan berbagai urusan penting manusia, seperti rezeki, ajal, dan peristiwa besar selama setahun.

3. Malam Penuh Kedamaian

Allah menyebutnya sebagai malam penuh keselamatan hingga terbit fajar. Artinya, suasana spiritualnya dipenuhi ketenangan dan rahmat.

Tanda-Tanda Lailatul Qadar

Beberapa hadits menyebutkan tanda-tanda Lailatul Qadar, di antaranya:

  • Udara terasa sejuk dan tenang
  • Matahari terbit keesokan harinya tanpa sinar yang menyilaukan

Namun para ulama mengingatkan agar tidak menjadikan tanda-tanda tersebut sebagai patokan tunggal, melainkan tetap fokus pada ibadah.

Baca juga: Ramadhan untuk Pekerja: Checklist Ibadah Harian Biar Konsisten Meski Sibuk

Amalan yang Dianjurkan

Rasulullah SAW memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa beliau “menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya.”

Doa yang dianjurkan ketika menjumpai Lailatul Qadar adalah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai ampunan, maka ampunilah aku.”
(HR Tirmidzi, hasan shahih)

Momentum Transformasi Spiritual

Lailatul Qadar bukan hanya tentang mencari satu malam penuh pahala, melainkan kesempatan melakukan lompatan spiritual. Ia menjadi ruang sunyi untuk refleksi, taubat, dan pembaruan komitmen keimanan.

Sebagaimana dijelaskan dalam buku Fikih Puasa karya Wahbah az-Zuhaili, sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah fase penyempurnaan ibadah puasa sekaligus penentuan kualitas hubungan hamba dengan Tuhannya.

Kapan tepatnya Lailatul Qadar terjadi memang tidak pernah dipastikan secara mutlak. Namun dalil-dalil kuat menunjukkan ia berada pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Justru karena dirahasiakan, umat Islam diajak untuk konsisten beribadah, memperbanyak doa, dan memperdalam kualitas spiritual sepanjang akhir Ramadhan.

Satu malam yang tersembunyi, tetapi mampu mengubah arah hidup seorang hamba untuk selamanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menhaj Tegaskan Telah Proaktif Bernegosiasi dengan Arab Saudi Terkait Operasional Haji 2027
Menhaj Tegaskan Telah Proaktif Bernegosiasi dengan Arab Saudi Terkait Operasional Haji 2027
Aktual
Komisi VIII DPR  Minta Kemenhaj Lengkapi Dokumen Pencairan Uang Muka Haji 2027
Komisi VIII DPR Minta Kemenhaj Lengkapi Dokumen Pencairan Uang Muka Haji 2027
Aktual
Kemenhaj Usulkan Uang Muka Rp 4 Triliun untuk Persiapan Operasional Haji 2027
Kemenhaj Usulkan Uang Muka Rp 4 Triliun untuk Persiapan Operasional Haji 2027
Aktual
250 Jemaah Gelombang Pertama Program Tamu Raja Salman Mulai Jalani Umrah, Ada dari Indonesia
250 Jemaah Gelombang Pertama Program Tamu Raja Salman Mulai Jalani Umrah, Ada dari Indonesia
Aktual
Alasan PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak, Dinilai Tidak Kurangi Penerimaan Negara
Alasan PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak, Dinilai Tidak Kurangi Penerimaan Negara
Aktual
Al-Kanud: Mengapa Manusia Sering Ingkari Nikmat Tuhan?
Al-Kanud: Mengapa Manusia Sering Ingkari Nikmat Tuhan?
Aktual
PBNU Desak Masyarakat Internasional Bersatu Hentikan Konflik AS-Iran, Serukan Perdamaian bagi Dunia
PBNU Desak Masyarakat Internasional Bersatu Hentikan Konflik AS-Iran, Serukan Perdamaian bagi Dunia
Aktual
Satu Abad Selesai: Saatnya NU Menatap ke Depan dengan Kepala 'Tegak'
Satu Abad Selesai: Saatnya NU Menatap ke Depan dengan Kepala "Tegak"
Aktual
Menag Nasaruddin Umar: Indonesia Berpeluang Jadi Epicentrum Peradaban Islam Modern
Menag Nasaruddin Umar: Indonesia Berpeluang Jadi Epicentrum Peradaban Islam Modern
Aktual
Kemenag Kantongi Tambahan Anggaran Rp 5,783 Triliun untuk Bayar TPG Guru dan Dosen
Kemenag Kantongi Tambahan Anggaran Rp 5,783 Triliun untuk Bayar TPG Guru dan Dosen
Aktual
Jangan Terjebak Dukun, Ini Terapi Ruqyah Syar'iyyah untuk Mengatasi Gangguan Batin
Jangan Terjebak Dukun, Ini Terapi Ruqyah Syar'iyyah untuk Mengatasi Gangguan Batin
Aktual
Diundang Tahlilan, Bagaimana Cara yang Baik Menyikapinya? Ini Anjuran Majelis Tarjih Muhammadiyah
Diundang Tahlilan, Bagaimana Cara yang Baik Menyikapinya? Ini Anjuran Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Presiden Prabowo Dijadwalkan Membuka Muktamar NU ke-35 di Jombang
Presiden Prabowo Dijadwalkan Membuka Muktamar NU ke-35 di Jombang
Aktual
Ketua Umum PBNU: Muktamar Ke-35 NU Siap Digelar, Bahas Kepentingan dan Kemaslahatan Bangsa
Ketua Umum PBNU: Muktamar Ke-35 NU Siap Digelar, Bahas Kepentingan dan Kemaslahatan Bangsa
Aktual
Jelang Muktamar NU ke-35, Syuriyah PCNU Lampung Desak Calon Ketua Umum PBNU Bebas Jabatan Politik
Jelang Muktamar NU ke-35, Syuriyah PCNU Lampung Desak Calon Ketua Umum PBNU Bebas Jabatan Politik
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar