KOMPAS.com – Lebaran selalu identik dengan silaturahmi dan hidangan khas yang tersaji di meja tamu.
Di antara opor, ketupat, dan rendang, ada satu sajian yang hampir tak pernah absen: kue kering jadul.
Deretan toples bening berisi kue klasik seolah menjadi penanda bahwa Hari Raya benar-benar telah tiba.
Dalam buku Pangan Nusantara karya Murdijati Gardjito dijelaskan bahwa tradisi menyajikan kue kering saat Idul Fitri berkembang dari budaya menjamu tamu sebagai bentuk penghormatan.
Kue kering dipilih karena tahan lama, praktis disajikan, dan bisa dibuat jauh hari sebelum Lebaran. Berikut ragam kue kering jadul yang hingga kini tetap dirindukan.
Baca juga: Trend Baju Lebaran 2026, Tampil Elegant dan Effortless Jadi Pilihan
ilustrasi kue lidah kucing.Dalam buku 74 Resep Favorit Kursus NCC karya NCC (Natural Cooking Club), disebutkan bahwa lidah kucing mulai populer pada era kolonial, terinspirasi dari biskuit Belanda bernama “katetong”.
Perpaduan mentega, gula halus, dan putih telur menjadi kunci kerenyahannya. Meski kini hadir dalam berbagai varian rasa seperti cokelat atau keju, versi klasik tetap menjadi primadona karena menghadirkan rasa nostalgia yang kuat.
Baca juga: Rekomendasi Kue Lebaran Antimainstream, Sajian Unik di Hari Fitri
Kembang goyangMenurut buku Kuliner Betawi Selaksa Rasa & Cerita karya JJ Rizal, kembang goyang sudah dikenal sejak abad ke-19 sebagai kudapan perayaan, termasuk Idul Fitri.
Rasanya gurih-manis dan aromanya khas santan membuat kue ini tetap bertahan di tengah gempuran camilan modern.
Ilustrasi kue kering jahe.Dalam buku Jejak Rasa Nusantara karya Fadly Rahman dijelaskan bahwa penggunaan jahe dalam kue Lebaran mencerminkan adaptasi bahan lokal dalam tradisi perayaan Islam.
Teksturnya renyah dengan rasa manis pedas yang khas, cocok dinikmati bersama teh hangat saat silaturahmi.
ilustrasi kue semprit untuk lebaranKue ini populer sejak era 1980-an dan sering dibuat bersama keluarga menjelang Lebaran. Proses mencetaknya dengan spuit menjadi bagian dari kenangan masa kecil banyak orang.
Baca juga: Kue Lebaran Khas Betawi, Warisan Rasa yang Menghangatkan Silaturahmi
Ilustrasi kue sagon. Dalam buku 280 Resep Kue & Jajanan Khas Indonesia karya Lilly T. Erwin, disebutkan bahwa sagon merupakan kue khas Jawa yang kerap hadir dalam upacara adat maupun perayaan keagamaan. Aromanya yang khas membuatnya tetap bertahan sebagai sajian Lebaran klasik.
Kue putu kacang Bentuknya sederhana, namun cita rasanya kaya. Campuran kacang tanah sangrai, gula, dan sedikit tepung menghasilkan tekstur lembut yang mudah hancur di mulut.
Ilustrasi akar kelapa keju.Kue ini banyak dijumpai di wilayah Betawi dan Jawa Barat. Proses pembuatannya menggunakan cetakan khusus sehingga menghasilkan bentuk unik yang mudah dikenali.
Baca juga: 5 Rekomendasi Kue Lebaran Kekinian yang Lagi Tren
Ilustrasi Kue Bangkit PekanbaruMenurut literatur kuliner Melayu, nama “bangkit” merujuk pada teksturnya yang mengembang saat dipanggang. Kue ini sering dibuat dengan tepung sagu yang telah disangrai terlebih dahulu.
Ilustrasi enting geti. Kudapan ini populer di Jawa Tengah dan menjadi simbol kesederhanaan sekaligus kekayaan rasa.
Kue kering pastel miniIsian abon ayam atau sapi memberikan rasa gurih yang kontras dengan kue kering lainnya, sehingga sering menjadi favorit tamu.
Kue kering jadul bukan sekadar camilan, tetapi bagian dari memori kolektif keluarga Indonesia.
Setiap toples menyimpan cerita tentang ibu yang sibuk di dapur, anak-anak yang membantu mencetak adonan, hingga tawa saat tamu berdatangan.
Lebaran mungkin terus berubah mengikuti zaman, tetapi kue kering klasik tetap bertahan. Di tengah maraknya dessert modern, rasa autentik dari resep turun-temurun justru menjadi pengingat bahwa tradisi adalah bagian dari identitas.
Dan ketika tangan meraih satu keping lidah kucing atau semprit dari toples, yang terasa bukan hanya manisnya gula, melainkan juga hangatnya kenangan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang