KOMPAS.com – Memilih gamis untuk tubuh berisi bukan sekadar soal mengikuti tren. Ada pertimbangan proporsi, garis siluet, hingga psikologi visual yang memengaruhi bagaimana busana membentuk kesan pada penampilan.
Dalam dunia modest fashion, pemilihan potongan yang tepat dapat menghadirkan rasa percaya diri tanpa mengorbankan kenyamanan.
Dalam perspektif estetika busana, tubuh tidak diubah oleh pakaian, tetapi “dibingkai” oleh garis, jatuh kain, dan komposisi detail.
Karena itu, rekomendasi gamis untuk tubuh berisi perlu didasarkan pada prinsip desain, bukan sekadar asumsi pasar. Berikut ulasannya.
Dalam teori desain busana yang dijelaskan oleh Malcolm Barnard dalam buku Fashion as Communication, pakaian bukan hanya penutup tubuh, tetapi sistem tanda yang membentuk persepsi sosial.
Garis vertikal, misalnya, secara visual memberi kesan tinggi dan ramping karena mata mengikuti arah lurus dari atas ke bawah.
Prinsip ini juga ditegaskan dalam buku The Theory of Fashion Design karya Helen Joseph-Armstrong, yang menyebutkan bahwa struktur potongan dan arah garis pada busana berperan besar dalam menciptakan ilusi proporsi.
Bagi tubuh berisi, garis vertikal menjadi kunci. Ia bisa hadir melalui potongan A-line, panel lurus, lipit memanjang atau layering outer yang terbuka di bagian depan.
Baca juga: Tren Baju Couple Lebaran 2026: Warna dan Model Terbaru
Model A-line dikenal dengan siluet yang mengecil di bagian atas dan melebar perlahan ke bawah.
Potongan ini membantu menyeimbangkan bagian bahu dan pinggul tanpa menonjolkan perut atau paha.
Secara visual, A-line bekerja dengan prinsip distribusi volume yang merata. Bagian atas tetap bersih dan sederhana, sementara bagian bawah memberi ruang gerak.
Agar hasilnya optimal:
Model ini cocok untuk aktivitas formal maupun harian karena fleksibel dan tidak berlebihan.
Dafina Pleats Abaya dari Heaven Lights, ide model baju Lebaran
Abaya identik dengan potongan longgar dan lurus. Jika dipilih dengan tepat, model ini dapat memberi kesan elegan sekaligus menyamarkan lekuk tubuh.
Kuncinya ada pada struktur kain. Bahan terlalu tebal atau terlalu lebar bisa membuat tubuh tampak “penuh”. Sebaliknya, kain yang ringan dan jatuh akan mengikuti gerak tubuh tanpa menambah volume.
Dalam praktik modest fashion modern, abaya sering dipadukan dengan panel vertikal atau detail minimalis di sisi samping untuk mempertegas siluet. Detail sederhana lebih efektif daripada ornamen besar.
Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026 Cewek: Rose Gold, Sage, Denim & Cream Lagi Hits, Ini Paduan Hijabnya!
Rompi lepas floral (AI)Layering adalah teknik klasik dalam dunia styling. Outer atau rompi panjang yang terbuka menciptakan dua garis vertikal alami di bagian depan tubuh. Ini membantu memecah bidang lebar sehingga tubuh tampak lebih ramping.
Namun, penting untuk memastikan:
Teknik ini sering digunakan dalam fashion kontemporer karena memberikan efek visual tanpa harus mengubah bentuk dasar gamis.
Baju lebaran model empire waist untuk badan berisiPotongan empire waist memiliki garis tepat di bawah dada, lalu jatuh longgar ke bawah. Model ini membantu menyamarkan area perut karena titik fokus berada di bagian atas tubuh.
Menurut buku Fashion Design Essentials karya Jay Calderin, penempatan garis konstruksi pada busana dapat mengarahkan perhatian mata. Empire waist bekerja dengan memindahkan pusat visual ke atas. Namun, hindari kerut berlebihan agar tidak menambah volume.
Selain potongan, warna dan tekstur memainkan peran penting. Warna gelap memang memberi kesan ramping, tetapi bukan berarti tubuh berisi harus selalu memilih hitam.
Warna monokrom, earth tone, atau dusty pastel juga bisa efektif selama tidak terlalu kontras dengan detail besar.
Motif kecil dan tersebar lebih aman dibanding motif besar yang dominan. Tekstur kain matte lebih baik daripada bahan mengilap yang memantulkan cahaya dan menambah kesan volume.
Baca juga: Tren Gamis Bini Orang Diburu Jelang Lebaran 2026, Elegan dan Modern
Dalam Islam, pakaian bukan sekadar estetika, melainkan bagian dari etika dan ketakwaan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 26:
"Yā banī Ādama qad anzalnā ‘alaikum libāsan yuwārī saw’ātikum wa rīsyā, wa libāsut-taqwā żālika khair."
Artinya: “Wahai anak cucu Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa itulah yang paling baik.” (QS Al-A’raf: 26)
Ayat ini menegaskan bahwa fungsi pakaian mencakup penutup aurat sekaligus keindahan. Namun, keindahan yang dimaksud tidak identik dengan kemewahan, melainkan kepantasan dan kesederhanaan.
Dalam konteks tubuh berisi, memilih gamis yang tepat bukan soal menyembunyikan diri, tetapi menghadirkan kenyamanan dan rasa percaya diri dalam batas syariat.
Tubuh berisi bukan hambatan untuk tampil anggun. Justru, dengan memahami prinsip desain, setiap perempuan dapat menemukan model yang paling sesuai.
A-line memberi keamanan siluet, abaya menghadirkan kesan elegan, layering menciptakan ilusi ramping, dan empire waist membantu menyamarkan area tertentu. Kombinasi potongan, bahan, serta warna menjadi faktor penentu.
Pada akhirnya, busana yang baik adalah yang membuat pemakainya merasa tenang, percaya diri, dan tetap menjaga nilai kesederhanaan.
Sebab dalam modest fashion, keindahan sejati lahir dari harmoni antara bentuk, fungsi, dan makna.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang