Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Intip Gamis Lebaran 2026 Terbaru: Dari Tren Rompi Lepas hingga Gamis Bini Orang yang Viral

Kompas.com, 14 Februari 2026, 08:25 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber YouTube

KOMPAS.com - Meskipun kalender baru saja berganti, geliat dunia fashion muslim tanah air sudah mulai memanas menyambut tahun 2026.

Bagi para pencinta busana muslim, mencari gamis lebaran 2026 terbaru bukan lagi soal belanja di menit-menit terakhir, melainkan sebuah perburuan gaya yang direncanakan jauh-jauh hari.

Dari lorong-lorong ramai di Tanah Abang hingga butik-butik trendi di Thamrin City, satu hal yang pasti: tahun 2026 adalah tahunnya kreativitas tanpa batas dalam balutan kesantunan.

Baca juga: Inspirasi Model Baju Gamis Bini Orang dari Bahan Pilihan yang Elegan

Pesona Gamis Rompi Lepas: Satu Baju, Dua Gaya

Tren gamis lebaran rompi lepas Tren gamis lebaran rompi lepas

Salah satu primadona yang diprediksi akan merajai pasar adalah model gamis rompi lepas. Model ini menjadi favorit karena menawarkan fleksibilitas tinggi bagi penggunanya.

Inti dari desain ini adalah sebuah gamis basic yang dilengkapi dengan outer atau rompi yang bisa dilepas pasang.

Di pusat belanja seperti Blok B Tanah Abang, toko-toko seperti Ayu Mizura dan Hanifal Fashion sudah mulai memajang koleksi ini. Modelnya sering kali menggunakan dalaman polos yang dipadukan dengan rompi berbahan brokat atau bordir yang mewah.

Gaya ini sangat cocok untuk anak muda atau generasi Gen-Z karena memberikan kesan manis namun tetap sopan. Harga untuk model ini pun cukup bervariasi, mulai dari kisaran Rp280.000 hingga Rp350.000 tergantung pada kerumitan detailnya.

Fenomena Gamis Bini Orang

Model Gamis Bini Orang.Ilustrasi AI Model Gamis Bini Orang.

Jangan salah sangka dengan namanya yang unik. Istilah "Gamis Bini Orang" tengah viral di pusat perbelanjaan dan media sosial.

Model ini sebenarnya merujuk pada gamis dengan perpaduan motif yang berani, sering kali dikombinasikan dengan bahan tule atau renda yang memberikan kesan mewah dan eksklusif.

Toko-toko di Thamrin City dan Tanah Abang, seperti Arkan Collection dan Ratu Aisyah, melaporkan tingginya minat konsumen terhadap model ini. Ciri khasnya adalah potongan yang elegan dengan permainan tekstur kain yang kaya.

"Modelnya lagi musim banget, perpaduan motifnya bikin kelihatan mewah," ungkap salah satu pedagang di Pasar Tanah Abang dilansir dari YouTube.

Harganya pun kompetitif, dengan kisaran Rp300.000 hingga Rp350.000 untuk pembelian eceran.

Material Premium: Rahasia Tampil Nyaman Saat Lebaran

Selain model, kenyamanan bahan tetap menjadi prioritas utama untuk koleksi gamis lebaran 2026 terbaru.

Bahan-bahan seperti Sifon Series, Baby Doll, dan Luxury Premium mendominasi pasar karena sifatnya yang jatuh (flowy) dan adem saat dikenakan.

Di Toko Irnanda (Metro PGMTA), gamis berbahan sifon menjadi bestseller karena memberikan kesan mewah namun tetap ringan.

Baca juga: “Gamis Bini Orang” Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Seperti Apa Bentuknya?

Ada juga pilihan bahan Jaguar yang memberikan struktur lebih tegas namun tetap dingin di kulit.

Bagi yang mencari sesuatu yang lebih eksklusif, bahan Dolby dan Katun Bordir menjadi pilihan utama karena detail teksturnya yang menawan.

Eksklusivitas Abaya Dubai dan Maroko

Bagi Anda yang menyukai tampilan yang lebih megah dan berkelas, tren Abaya Dubai dan Abaya Maroko tetap memiliki tempat spesial di tahun 2026. Abaya-abaya ini biasanya hadir dengan detail bling-bling atau payet yang dikerjakan dengan sangat rapi.

Toko Audiba di Thamrin City, misalnya, menawarkan koleksi abaya dengan sistem outer lepas pasang yang dibanderol mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 1.500.000.

Meskipun harganya di atas rata-rata gamis biasa, kualitas jahitan dan kemewahan bahan yang ditawarkan setara dengan kualitas butik ternama.

Sarimbit Keluarga: Kompak di Hari Raya

Tren baju lebaran keluarga sarimbit silk layer Tren baju lebaran keluarga sarimbit silk layer

Lebaran tidak lengkap tanpa busana seragam keluarga atau sarimbit. Di tahun 2026, tren sarimbit tidak lagi hanya sekadar menyamakan warna, tetapi juga menyelaraskan detail motif.

Banyak toko kini menawarkan paket lengkap yang mencakup kemeja koko untuk ayah dan anak laki-laki, serta gamis untuk ibu dan anak perempuan.

Harganya pun cukup terjangkau jika dibeli dalam satu paket. Sebagai gambaran, satu set keluarga (Ayah, Ibu, dan dua anak) bisa didapatkan dengan harga mulai dari Rp 755.000.

Untuk anak-anak, tersedia berbagai ukuran yang bisa mengakomodasi usia hingga 14 tahun.

Belanja di Solo, Tanah Abang, atau Thamrin City?

Pilihan tempat belanja kini semakin luas. Jika Anda lebih suka berbelanja secara daring, Almaira Fashion di Solo menawarkan kemudahan pemesanan melalui WhatsApp dengan koleksi yang selalu diperbarui setiap hari.

Mereka menawarkan gamis simpel namun elegan dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp 150.000.

Namun, jika Anda ingin merasakan pengalaman memilih langsung, Tanah Abang (Blok A, Blok B, dan Metro PGMTA) tetap menjadi surga grosir dengan pilihan motif yang tak terbatas.

Sementara itu, Thamrin City menjadi alternatif tepat bagi Anda yang mencari suasana belanja yang sedikit lebih santai dengan banyak pilihan model setelan (one set) dan abaya premium.

Tips Memilih Gamis Lebaran 2026

1. Perhatikan Ukuran (LD): Pastikan Anda mengetahui Lingkar Dada (LD) Anda. Banyak toko menyediakan ukuran standar (LD 110) hingga ukuran jumbo (LD 120-135).

2. Cek Kualitas Furing: Untuk bahan sifon atau ceruti, pastikan gamis sudah dilengkapi furing yang berkualitas agar tidak menerawang.

3. Beli Lebih Awal: Stok untuk model-model bestseller biasanya cepat habis, terutama saat mendekati bulan Ramadan.

4. Pertimbangkan Model Lepas Pasang: Model ini sangat praktis karena Anda bisa mendapatkan dua gaya berbeda hanya dengan satu baju.

Baca juga: Model Gamis Terbaru 2026 untuk Lebaran: Simple, Elegan & Kombinasi Brokat

Tahun 2026 membawa angin segar bagi industri fashion muslim dengan desain yang lebih variatif dan harga yang tetap kompetitif. Apakah Anda lebih menyukai gaya simpel elegan atau tampilan mewah dengan aksen rompi?

Bagaimana dengan Anda? Apakah sudah ada model gamis yang menarik perhatian Anda dari tren 2026 ini, atau mungkin Anda sedang mencari warna spesifik untuk seragam keluarga nanti? Mari kita diskusikan gaya lebaran impian Anda!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Memaknai Usia 40 Tahun dan Fase Kahulah
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Memaknai Usia 40 Tahun dan Fase Kahulah
Aktual
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Jika Tak Bisa Berkata Baik, Maka Diam adalah Keselamatan
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Jika Tak Bisa Berkata Baik, Maka Diam adalah Keselamatan
Aktual
Doa Agar Dagangan Laris dan Berkah, Lengkap Arab, Latin, serta Amalan Pembuka Rezeki
Doa Agar Dagangan Laris dan Berkah, Lengkap Arab, Latin, serta Amalan Pembuka Rezeki
Doa dan Niat
Kemenhaj Terapkan Manasik Kesehatan Mulai Haji 2027, Apa Dampaknya bagi Jamaah?
Kemenhaj Terapkan Manasik Kesehatan Mulai Haji 2027, Apa Dampaknya bagi Jamaah?
Aktual
5 Aktivitas yang Sebaiknya Dihindari Umat Muslim Saat Adzan Berkumandang
5 Aktivitas yang Sebaiknya Dihindari Umat Muslim Saat Adzan Berkumandang
Aktual
Doa Mustajab Malam Jumat agar Keinginan Dikabulkan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Mustajab Malam Jumat agar Keinginan Dikabulkan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Nabi Sulaiman untuk Mengusir Semut di Rumah, Lengkap Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Nabi Sulaiman untuk Mengusir Semut di Rumah, Lengkap Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Kemenag Ubah Metode Bimbingan Perkawinan, Materi Disesuaikan dengan Usia Calon Pengantin
Kemenag Ubah Metode Bimbingan Perkawinan, Materi Disesuaikan dengan Usia Calon Pengantin
Aktual
Gaji dan Tunjangan ASN Kemenag Dibayar Lewat PPP Mulai Agustus 2026
Gaji dan Tunjangan ASN Kemenag Dibayar Lewat PPP Mulai Agustus 2026
Aktual
Kemenpar Kembangkan 15 Provinsi sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim, Ini Daftarnya
Kemenpar Kembangkan 15 Provinsi sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim, Ini Daftarnya
Aktual
Menhaj: Presiden Prabowo Tak Akan Campuri Pemilihan Ketua PBNU di Muktamar NU 2026
Menhaj: Presiden Prabowo Tak Akan Campuri Pemilihan Ketua PBNU di Muktamar NU 2026
Aktual
Menhaj Kaji Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji untuk Kurangi Kepadatan di Juanda
Menhaj Kaji Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji untuk Kurangi Kepadatan di Juanda
Aktual
Persiapan Penyelenggaraan Haji 2027 Fokus pada Layanan Kesehatan
Persiapan Penyelenggaraan Haji 2027 Fokus pada Layanan Kesehatan
Aktual
Dugaan Penipuan Berkedok Fatwa Halal MUI Terkait Kripto Dilaporkan ke Polisi, Kerugian Capai Rp 1,8 Miliar
Dugaan Penipuan Berkedok Fatwa Halal MUI Terkait Kripto Dilaporkan ke Polisi, Kerugian Capai Rp 1,8 Miliar
Aktual
Gelombang Panas Melanda UEA, Suhu Diprediksi Tembus 46 Derajat Celsius
Gelombang Panas Melanda UEA, Suhu Diprediksi Tembus 46 Derajat Celsius
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar