Editor
KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah mulai mengevaluasi penyelenggaraan ibadah haji sebagai bagian dari persiapan musim haji 2027.
Salah satu langkah yang dikaji adalah pemanfaatan Bandara Dhoho Kediri, Jawa Timur, sebagai embarkasi haji alternatif.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan di Bandara Internasional Juanda dan Asrama Haji Surabaya yang selama ini menjadi pusat pemberangkatan jamaah haji asal Jawa Timur.
Baca juga: Persiapan Penyelenggaraan Haji 2027 Fokus pada Layanan Kesehatan
Selain penataan embarkasi, pemerintah juga menyiapkan langkah pengawasan untuk mencegah praktik haji nonprosedural pada penyelenggaraan haji berikutnya.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan pihaknya tengah mengkaji pemanfaatan Bandara Dhoho Kediri sebagai embarkasi haji.
Baca juga: Angka Kematian Jemaah Haji Turun 20 Persen, Kemenhaj Fokus Perketat Layanan Kesehatan pada Haji 2027
Menurut dia, Kementerian Haji dan Umrah telah berkoordinasi untuk mengaktifkan bandara tersebut karena dinilai memiliki kapasitas yang memadai untuk melayani penerbangan haji.
"Tadi pagi saya dan tim sudah berkoordinasi untuk mencoba mengaktifkan Bandara Dhoho di Kediri. Bandara itu cukup dan sangat layak untuk penerbangan haji, terutama pesawat-pesawat besar," katanya di Asrama Haji Surabaya, Rabu.
Ia menjelaskan, pemanfaatan Bandara Dhoho diharapkan dapat mengurangi beban operasional Asrama Haji Surabaya sekaligus mengurangi kepadatan di Bandara Internasional Juanda yang selama ini menjadi embarkasi utama jamaah haji asal Jawa Timur.
Irfan mengungkapkan, Jawa Timur pada musim haji 2026 memberangkatkan sebanyak 116 kelompok terbang (kloter).
Jumlah tersebut membuat aktivitas di Asrama Haji Surabaya berlangsung hampir tanpa henti selama proses pemberangkatan hingga pemulangan jamaah.
Padatnya aktivitas pelayanan bahkan berdampak pada kondisi petugas.
Kepala UPT Asrama Haji Surabaya sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat tingginya beban kerja selama operasional haji berlangsung.
"Insya Allah nanti kita akan kurangi sebagian untuk diarahkan ke Bandara Dhoho di Kediri," ujarnya.
Selain mengkaji pemanfaatan Bandara Dhoho, Kementerian Haji dan Umrah juga membentuk satuan tugas bersama kepolisian dan imigrasi.
Satgas tersebut dibentuk untuk mencegah praktik haji nonprosedural pada penyelenggaraan ibadah haji.
Irfan menambahkan operasional haji 2026 secara nasional telah ditutup dan seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah mulai mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2027.
Menurut dia, berbagai evaluasi akan dilakukan, termasuk penataan embarkasi dan peningkatan kualitas pelayanan agar penyelenggaraan ibadah haji tahun depan semakin baik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang