Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Aktivitas yang Sebaiknya Dihindari Umat Muslim Saat Adzan Berkumandang

Kompas.com, 2 Juli 2026, 18:26 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Adzan merupakan panggilan suci bagi umat Islam sebagai penanda masuknya waktu salat.

Karena memiliki kedudukan istimewa dalam syariat Islam, setiap Muslim dianjurkan menghormati adzan dengan menjaga adab selama adzan berkumandang.

Selain menghindari sejumlah aktivitas tertentu, umat Islam juga disunnahkan menjawab lafaz adzan, membaca doa setelah adzan, serta memperbanyak doa sebelum iqamah.

Baca juga: Waktu Mustajab! Doa di Antara Adzan dan Iqamah Tak Tertolak

5 Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Adzan Berkumandang

Dilansir dari Antara, berikut sejumlah aktivitas yang sebaiknya dihindari saat adzan berkumandang beserta adab yang dianjurkan menurut ajaran Islam.

Baca juga: Bacaan Bilal Shalat Jumat: Arab, Latin, dan Artinya, serta Tata Cara Melaksanaannya

1. Tetap membaca Al-Qur'an

Berdasarkan pendapat Imam An-Nawawi dalam Adab Berdamping dengan Al-Quran, Mazhab Syafi'i berpendapat bahwa orang yang sedang membaca Al-Qur'an dan mendengar adzan dianjurkan menghentikan bacaannya sejenak untuk menjawab adzan dan iqamah.

Setelah selesai menjawab adzan, ia diperbolehkan melanjutkan bacaan Al-Qur'annya.

2. Berbicara atau mengobrol tanpa keperluan

Sebagian ulama dari Mazhab Syafi'i dan Mazhab Maliki berpendapat bahwa berbicara saat adzan berkumandang hukumnya makruh.

Namun, apabila terdapat keperluan yang mendesak, berbicara tetap diperbolehkan dalam batas yang diperlukan.

3. Menghentikan salat untuk menjawab adzan

Seseorang yang sedang melaksanakan salat tidak diperkenankan menghentikan salat ataupun menjawab adzan.

Ia cukup menyelesaikan salatnya terlebih dahulu, kemudian setelah selesai baru diperbolehkan menjawab adzan.

Ketentuan ini juga berlaku bagi seseorang yang sedang berada di kamar mandi atau WC ketika adzan berkumandang.

Ia tidak dianjurkan menjawab adzan saat berada di dalam kamar kecil, tetapi dapat menjawabnya setelah keluar.

4. Melakukan jual beli saat adzan Jumat

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Jumu'ah ayat 9:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila (seruan) untuk melaksanakan salat pada hari Jumat telah dikumandangkan, segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Larangan tersebut berlaku ketika adzan Jumat dikumandangkan setelah tergelincirnya matahari dan imam telah duduk di atas mimbar.

5. Tetap berbaring

Sejumlah ulama berpendapat bahwa seseorang yang sedang berbaring sebaiknya segera duduk ketika mendengar adzan.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap panggilan untuk menunaikan ibadah.

Adab Ketika Mendengar Adzan

Adapun beberapa adab ketika adzan berkumandang adalah sebagai berikut: 

1. Menjawab lafaz adzan

Saat mendengar adzan, seorang Muslim disunnahkan mengikuti setiap lafaz yang diucapkan muazin.

Pengecualian terdapat pada kalimat "Hayya 'alash shalâh" dan "Hayya 'alal falâh", yang dijawab dengan membaca:

"Laa hawla wa laa quwwata illa billah."

Rasulullah SAW bersabda:

"Jika kalian mendengar muazin, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan oleh muazin." (HR. Muslim)

2. Membaca doa setelah adzan

Setelah adzan selesai, umat Islam dianjurkan membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW.

اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةْ وَالصَّلاةِ القَائِمَةْ آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدَنِ اْلوَسِيْلَةَ وَاْلفَضِيْلَةْ وَابْعَثْهُ مَقَاماً مَحْمُوْدًا اَّلذِيْ وَعَدْتَهْ

Latin: Allahumma rabba hadzihid da'watit tammah, washshalatil qa-imah, ati sayyidana muhammadanil washilata wal fadhilah, wab'atshu maqamam mahmudanil ladzi wa'adtah.

Artinya: "Wahai Tuhanku, yang memiliki seruan sempurna ini serta shalat yang segera akan dilaksanakan, berilah kepada Junjungan kami Nabi Muhammad kedudukan sebagai wasilah serta kemuliaan dan bangkitkanlah ia dalam kedudukan yang terpuji sebagaimana telah Engkau janjikan."

Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang setelah mendengar azan membaca doa ini, maka ia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat." (HR. Bukhari)

3. Menghentikan aktivitas duniawi

Ketika adzan berkumandang, umat Islam dianjurkan menghentikan aktivitas duniawi, termasuk mengobrol, sebagai bentuk penghormatan terhadap panggilan Allah SWT.

4. Menghadap kiblat

Menghadap kiblat saat mendengar adzan juga disunnahkan sebagai bentuk penghormatan dan kesiapan untuk melaksanakan salat.

5. Memperbanyak istighfar dan zikir

Selain menjawab adzan, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar serta mengingat Allah SWT.

Keutamaan Berdoa Setelah Adzan

Setelah mendengar adzan, umat Islam dianjurkan segera membaca doa setelah adzan dan memanfaatkan waktu antara adzan dan iqamah untuk berdoa.

Keutamaan tersebut dijelaskan dalam hadis berikut:

“Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara adzan dan iqomah, maka berdoalah.” (HR. Ahmad melalui jalur Anas Ibn Malik RA)

Dengan menjalankan adab-adab tersebut, seorang Muslim menunjukkan penghormatan terhadap panggilan salat sekaligus meningkatkan ketakwaan dan kepatuhan kepada Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar