Editor
KOMPAS.com - Adzan merupakan panggilan suci bagi umat Islam sebagai penanda masuknya waktu salat.
Karena memiliki kedudukan istimewa dalam syariat Islam, setiap Muslim dianjurkan menghormati adzan dengan menjaga adab selama adzan berkumandang.
Selain menghindari sejumlah aktivitas tertentu, umat Islam juga disunnahkan menjawab lafaz adzan, membaca doa setelah adzan, serta memperbanyak doa sebelum iqamah.
Baca juga: Waktu Mustajab! Doa di Antara Adzan dan Iqamah Tak Tertolak
Dilansir dari Antara, berikut sejumlah aktivitas yang sebaiknya dihindari saat adzan berkumandang beserta adab yang dianjurkan menurut ajaran Islam.
Baca juga: Bacaan Bilal Shalat Jumat: Arab, Latin, dan Artinya, serta Tata Cara Melaksanaannya
Berdasarkan pendapat Imam An-Nawawi dalam Adab Berdamping dengan Al-Quran, Mazhab Syafi'i berpendapat bahwa orang yang sedang membaca Al-Qur'an dan mendengar adzan dianjurkan menghentikan bacaannya sejenak untuk menjawab adzan dan iqamah.
Setelah selesai menjawab adzan, ia diperbolehkan melanjutkan bacaan Al-Qur'annya.
Sebagian ulama dari Mazhab Syafi'i dan Mazhab Maliki berpendapat bahwa berbicara saat adzan berkumandang hukumnya makruh.
Namun, apabila terdapat keperluan yang mendesak, berbicara tetap diperbolehkan dalam batas yang diperlukan.
Seseorang yang sedang melaksanakan salat tidak diperkenankan menghentikan salat ataupun menjawab adzan.
Ia cukup menyelesaikan salatnya terlebih dahulu, kemudian setelah selesai baru diperbolehkan menjawab adzan.
Ketentuan ini juga berlaku bagi seseorang yang sedang berada di kamar mandi atau WC ketika adzan berkumandang.
Ia tidak dianjurkan menjawab adzan saat berada di dalam kamar kecil, tetapi dapat menjawabnya setelah keluar.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Jumu'ah ayat 9:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila (seruan) untuk melaksanakan salat pada hari Jumat telah dikumandangkan, segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
Larangan tersebut berlaku ketika adzan Jumat dikumandangkan setelah tergelincirnya matahari dan imam telah duduk di atas mimbar.
Sejumlah ulama berpendapat bahwa seseorang yang sedang berbaring sebaiknya segera duduk ketika mendengar adzan.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap panggilan untuk menunaikan ibadah.
Adapun beberapa adab ketika adzan berkumandang adalah sebagai berikut:
Saat mendengar adzan, seorang Muslim disunnahkan mengikuti setiap lafaz yang diucapkan muazin.
Pengecualian terdapat pada kalimat "Hayya 'alash shalâh" dan "Hayya 'alal falâh", yang dijawab dengan membaca:
"Laa hawla wa laa quwwata illa billah."
Rasulullah SAW bersabda:
"Jika kalian mendengar muazin, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan oleh muazin." (HR. Muslim)
Setelah adzan selesai, umat Islam dianjurkan membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW.
اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةْ وَالصَّلاةِ القَائِمَةْ آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدَنِ اْلوَسِيْلَةَ وَاْلفَضِيْلَةْ وَابْعَثْهُ مَقَاماً مَحْمُوْدًا اَّلذِيْ وَعَدْتَهْ
Latin: Allahumma rabba hadzihid da'watit tammah, washshalatil qa-imah, ati sayyidana muhammadanil washilata wal fadhilah, wab'atshu maqamam mahmudanil ladzi wa'adtah.
Artinya: "Wahai Tuhanku, yang memiliki seruan sempurna ini serta shalat yang segera akan dilaksanakan, berilah kepada Junjungan kami Nabi Muhammad kedudukan sebagai wasilah serta kemuliaan dan bangkitkanlah ia dalam kedudukan yang terpuji sebagaimana telah Engkau janjikan."
Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang setelah mendengar azan membaca doa ini, maka ia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat." (HR. Bukhari)
Ketika adzan berkumandang, umat Islam dianjurkan menghentikan aktivitas duniawi, termasuk mengobrol, sebagai bentuk penghormatan terhadap panggilan Allah SWT.
Menghadap kiblat saat mendengar adzan juga disunnahkan sebagai bentuk penghormatan dan kesiapan untuk melaksanakan salat.
Selain menjawab adzan, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar serta mengingat Allah SWT.
Setelah mendengar adzan, umat Islam dianjurkan segera membaca doa setelah adzan dan memanfaatkan waktu antara adzan dan iqamah untuk berdoa.
Keutamaan tersebut dijelaskan dalam hadis berikut:
“Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara adzan dan iqomah, maka berdoalah.” (HR. Ahmad melalui jalur Anas Ibn Malik RA)
Dengan menjalankan adab-adab tersebut, seorang Muslim menunjukkan penghormatan terhadap panggilan salat sekaligus meningkatkan ketakwaan dan kepatuhan kepada Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang