Editor
KOMPAS.com - Bacaan bilal shalat Jumat menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah Jumat di masjid.
Setiap pekan, umat Islam laki-laki berkumpul untuk melaksanakan shalat Jumat secara berjamaah dengan susunan tata cara yang telah ditetapkan.
Dalam pelaksanaannya, bilal memiliki peran khusus yang tidak hanya terbatas pada mengumandangkan adzan penanda waktu shalat Jumat .
Pemahaman tentang bacaan dan tugas bilal penting diketahui agar pelaksanaan shalat Jumat berjalan tertib dan khusyuk.
Baca juga: Hukum Tidak Menunaikan Shalat Jumat karena Bekerja, Ini Penjelasan MUI
Dilansir dari Antara, dalam shalat Jumat, bilal bertugas mengumandangkan adzan sekaligus membacakan tarqiyyah, doa, dan shalawat saat khatib akan naik mimbar.
Bacaan ini berfungsi sebagai pengingat bagi jamaah agar bersiap dan fokus mendengarkan khutbah.
Peran bilal juga mencakup menjaga suasana ibadah tetap kondusif sebelum khutbah dimulai hingga shalat dilaksanakan.
Baca juga: Hukum Meninggalkan Shalat Jumat Tanpa Alasan Syar’i Beserta Ancamannya
Berikut tata cara dan bacaan bilal shalat Jumat:
Sebelum khutbah dimulai, bilal menghadap kiblat dan mengumandangkan adzan pertama sebagai penanda masuknya waktu shalat Jumat.
Adzan dianjurkan dilantunkan dengan suara jelas agar terdengar oleh seluruh jamaah.
Setelah adzan pertama, jamaah dianjurkan melaksanakan shalat sunnah qobliyah Jumat sebagai persiapan sebelum khutbah.
Selanjutnya, bilal berdiri di dekat mimbar sambil membawa tongkat dan membaca doa:
مَعَاشِرَالْمُسْلِمِينَ، وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِينَ رَحِمَكُمُ اللهِ، رُوِيَ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ، وَاْلإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ (أَنْصِتُوا وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا رَحِمَكُمُ اللهِ ٢×) أَنْصِتُوا وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ١×
Latin: Ma’asyiral muslimin, wa zumratal mukminina rahimakumullah, ruwiya ‘an abi hurairata radliyallahu’anhu annahu qal, qala rasulullahi shallallahu alaihi wasallam, idza qulta lishahibika yaumal jumuati anshit, wal imamu yakhtubu faqad laghout. Anshitu wasma’u wa athi’u rahimakumullah (2x), Anshitu wasma’u la’allakum turhamun.
Artinya: "Wahai golongan kaum Muslim dan kaum mukmin, semoga Allah selalu memberikan rahmat-Nya kepada kamu sekalian. Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah bersabda: 'Ketika kamu berkata 'ansit' kepada temanmu pada hari Jumat (sholat Jumat), sedangkan khatib sedang berkhutbah, maka kamu telah melakukan hal yang sia-sia. Barang siapa yang melakukan hal sia-sia, maka tidak ada Jumat baginya, maka perhatikan, kebaikan dan taatilah, semoga Allah memberikan kepada kamu sekalian.”
Setelah itu, bilal menghadap kiblat, sementara khatib naik ke mimbar. Bilal kemudian membaca shalawat:
اللَّـٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ٢× ، اللَّـٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَحَبِيبِنَا وَشَفِيعِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَنْ سَادَتِنَا أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ أَجْمَعِينَ
Latin: Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad (2x) Allahumma sholli ‘ala sayyidina wa habibinaa wa syafi’iina wa maulanaa Muhammadin wa sallim wa rodliyallohu tabaaroka wa ta’ala ‘an saadatinaa ashaabi rosuulillahi ajma’in.
Artinya: "Ya Allah, berikanlah rahmat dan kesejahteraan dengan keagungan dan kesempurnaan-Mu kepada hamba-Mu yang paling mulia dan baginda kami, Muhammad, serta semua sahabat Rasulullah."
Saat khatib telah berdiri di mimbar dan menghadap jamaah, bilal melanjutkan doa:
اللَّـٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اللَّـٰهُمَّ قَوِّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلإِيمَانَ، مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِيْ الدِّينَ رَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ، يَاخَيْرَ النَّاصِرِينَ، بِرَحْمَتِكَ يآأَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Latin: Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad (2x), Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina wa maulana Muhammadin wa ‘ala ali sayyidina Muhammad. Allahumma qawwil Islama wal iman, minal muslimina wal muslimat, wal mukminina wal mukminat, al-ahyai minhum wal amwat. Wanshurhum ‘ala mu’anidid din. Rabbikhtim lana minka bil khair, Ya Khairan nashirina bi rahmatika Ya Arhamar Rahimin.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad. Ya Allah, kuatkanlah keislaman dan keimanan kaum muslimin (pria) dan muslimat (wanita), kaum mukminin (pria) dan mukminat (wanita), yang masih hidup dari mereka semua dan juga yang sudah meninggal, mudahkanlah mereka untuk mengokohkan agama, akhirilah (hidup) kami dari-Mu dengan kebaikan, wahai Tuhan sebaik-baik penolong, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua penyayang."
Setelah khatib memberi salam, Bilal shalat Jumat akan kembali mengumandangkan azan untuk kedua kalinya.
Namun, Adzan kedua ini tidak perlu menggunakan nada yang panjang seperti adzan pertama.
Setelah azan selesai, barulah khatib berdiri untuk menyampaikan khutbahnya
Setelah khutbah pertama selesai, bilal membaca shalawat di antara dua khutbah:
أَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ، وَزِدْ وَاَتِمْ وَتَفَضَّلْ وَبَارِكْ، بِجَلاَلِكَ وَكَمَالِكَ عَلَى زَيْنِ عِبَادِكْ، وَأَشْرَفِ عِبَادِكَ سَيِّدِ الْعَرَبِ وَالْعَجَمِ، وَإِمَامِ طَيْبَةَ وَالْحَرَامْ، وَمَنْبَعِ الْعِلْمِ وَالْحِلْمِ وَالْحِكْمَةِ وَالْحِكَمْ, أَبِي الْقَاسِمِ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وأَلِهِ وَسَلَّمَ، وَرَضِيَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ.
Allahumma shalli wa sallim, wa zid wa atim wa tafadhdhal wa barik, bi jalalika wa kamalika 'ala zayni 'ibadik, wa asyrafi 'ibadik sayyidil 'arabi wal 'ajam, wa imami thoybah wal haram, wa manba'il 'ilmi wal hilm wal hikmah wal hikam, abil qasim sayyidina wa maulana Muhammadin shallallahu 'alayhi wa alihi wa sallam. Wa radhiyallahu tabaraka wa ta'ala 'an kulli shahabati Rasulillahi ajma'in.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam, tambahkan, sempurnakan, karuniakan, dan berkahilah dengan keagungan dan kesempurnaan-Mu kepada hamba-Mu yang paling mulia, dan hamba-Mu yang paling agung, pemimpin bangsa Arab dan non-Arab, imam kota Thaibah dan Haram, sumber ilmu, kesabaran, hikmah, dan kebijaksanaan, Abu al-Qasim, junjungan dan pelindung kami Muhammad SAW. Dan semoga Allah SWT meridhai semua sahabat Rasulullah."
Setelah khatib menyelesaikan khutbah, bilal kembali berdiri di dekat mimbar untuk mengumandangkan iqomah sebagai tanda dimulainya shalat Jumat.
Iqomah menjadi penanda bagi jamaah untuk merapatkan shaf dan bersiap mengikuti shalat yang dipimpin imam sebanyak dua rakaat.
Bacaan bilal shalat Jumat merupakan bagian penting dalam menjaga ketertiban dan kekhusyukan ibadah.
Dengan memahami tata cara dan bacaan bilal shalat Jumat yang benar, jamaah dapat mengikuti rangkaian shalat Jumat dengan lebih baik dan sesuai tuntunan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang