Editor
KOMPAS.com - Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) mengapresiasi kebijakan Prabowo Subianto yang tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan global.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi masyarakat dari dampak gejolak energi dunia yang terus meningkat.
Di tengah tren kenaikan harga minyak global akibat eskalasi konflik geopolitik, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas nasional melalui kebijakan yang berpihak langsung kepada rakyat.
Ketua Umum PP ISNU, Kamaruddin Amin, menyebut keputusan menahan harga BBM sebagai langkah strategis yang tidak mudah diambil di tengah situasi global saat ini.
“Keputusan Presiden Prabowo menahan harga BBM adalah bukti nyata keberpihakan kepada rakyat. Ini bukan langkah mudah di tengah tekanan global, tetapi menunjukkan ketegasan dan keberanian kepemimpinan nasional,” ujar Prof Kamaruddin dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut berdampak langsung pada terjaganya daya beli masyarakat, sekaligus menahan laju inflasi serta menjaga stabilitas harga pangan dan biaya logistik.
Sementara itu, Sekretaris Umum PP ISNU, Wardi Taufik, menilai langkah pemerintah dalam mendorong efisiensi energi sebagai strategi penting menghadapi potensi krisis global.
“Pemerintah tidak hanya fokus pada kondisi saat ini, tetapi juga mulai memperkuat fondasi kemandirian energi nasional melalui pengendalian konsumsi dan optimalisasi anggaran serta produksi dalam negeri,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa kebijakan penahanan harga BBM yang dibarengi penguatan subsidi energi serta perlindungan masyarakat rentan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial.
“Di tengah tekanan global, pemerintah hadir sebagai stabilisator. Kebijakan ini tidak hanya melindungi ekonomi nasional, tetapi juga menjaga ketenangan dan daya tahan sosial masyarakat,” kata Wardi.
Selain itu, PP ISNU turut mengapresiasi konsistensi politik luar negeri Indonesia yang tetap berpegang pada prinsip bebas aktif. Pemerintah dinilai mampu menjaga posisi Indonesia sebagai kekuatan penyeimbang dalam mendorong perdamaian dunia.
Baca juga: ASN WFH Tiap Jumat, Menag Tegaskan Layanan Kemenag Tetap Berjalan Optimal
“Kami melihat Indonesia tetap berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia tanpa terjebak dalam polarisasi geopolitik. Ini penting bagi posisi strategis Indonesia ke depan,” ujarnya.
PP ISNU menilai kepemimpinan Presiden Prabowo di tengah dinamika global saat ini menunjukkan karakter yang terukur dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang