Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Makkah Bakal Punya Bandara Internasional, Akses Jemaah Haji Bisa Lebih Cepat

Kompas.com, 2 April 2026, 19:45 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Rencana pembangunan bandara internasional di Makkah al-Mukarramah menjadi kabar penting yang menyita perhatian umat Islam di seluruh dunia.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kota suci tersebut direncanakan memiliki bandara sendiri yang akan melayani jemaah haji dan umrah.

Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh CEO Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat Suci (RCMC), Eng. Saleh Al-Rasheed.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan Harvard Business Review Arabia edisi Februari–Maret 2026, dilansir dari Islamic Information.

Baca juga: Kisah Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah

Ikhtiar memudahkan perjalanan ibadah

Rencana ini tidak sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga bagian dari upaya memudahkan perjalanan ibadah umat Islam.

Selama ini, jemaah yang datang melalui jalur udara harus menempuh perjalanan darat sekitar 80 hingga 90 kilometer dari Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah menuju Makkah.

Perjalanan tersebut sering kali menambah kelelahan, waktu, dan biaya dalam rangkaian ibadah yang sudah cukup menantang.

Dengan adanya bandara yang lebih dekat, diharapkan akses menuju Makkah menjadi lebih efisien dan nyaman bagi jutaan jemaah setiap tahun.

Baca juga: Arab Saudi Terapkan E-Gate di Bandara Jeddah untuk Percepat Layanan Jemaah Umrah

Proyek besar dengan kajian matang

Pemerintah Arab Saudi telah menyelesaikan studi kelayakan mendalam untuk pembangunan bandara ini dengan standar internasional.

Arah strategis, ekonomi, serta investasi proyek juga telah disetujui secara resmi.

RCMC akan menggandeng sektor swasta untuk menentukan model pengelolaan dan operasional terbaik ke depan.

Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan dilakukan dengan perencanaan yang matang dan terukur.

Tetap menjaga kesucian Makkah

Meski direncanakan melayani kota suci, bandara ini dipastikan tidak akan dibangun di dalam kawasan Haram.

Selama ini, pembangunan bandara di Makkah menghadapi kendala karena aturan yang melarang pesawat melintas di atas Ka'bah.

Karena itu, lokasi pembangunan diperkirakan berada di luar batas kota suci.

Kawasan Al-Faisaliyah, yang terletak antara Makkah dan Jeddah, disebut sebagai lokasi yang paling mungkin berdasarkan rencana sebelumnya.

Baca juga: Menag: Bandara Thaif Belum Ideal untuk Penerbangan Haji Indonesia

Bagian dari pengembangan kawasan terpadu

Proyek Al-Faisaliyah tidak hanya mencakup bandara, tetapi juga pelabuhan serta pusat pemerintahan di wilayah Makkah.

Kawasan ini dirancang sebagai pengembangan kota terpadu yang menghubungkan Makkah dengan wilayah sekitarnya.

Dengan konsep tersebut, pembangunan bandara menjadi bagian dari sistem infrastruktur yang lebih luas dan berkelanjutan.

Menjawab kebutuhan jutaan jemaah

Setiap tahun, jutaan umat Islam dari berbagai negara datang ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji dan umrah.

Kehadiran bandara internasional di sekitar Makkah diharapkan mampu menjawab kebutuhan mobilitas jemaah yang terus meningkat.

Rencana ini juga menjadi bentuk ikhtiar dalam memberikan kemudahan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah.

Meski belum ada jadwal pembangunan yang diumumkan, langkah ini menandai arah baru dalam pengembangan layanan bagi jemaah di Tanah Suci.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bolehkah Langsung Membunuh Ular yang Masuk Rumah? Ini Penjelasan Ulama
Bolehkah Langsung Membunuh Ular yang Masuk Rumah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Operasional Haji 2026 Masuk Hari ke-25, 159 Ribu Jemaah Tiba di Saudi
Operasional Haji 2026 Masuk Hari ke-25, 159 Ribu Jemaah Tiba di Saudi
Aktual
Bolehkah Puasa Dzulhijjah Digabung Qadha Ramadhan? Ini Hukumnya
Bolehkah Puasa Dzulhijjah Digabung Qadha Ramadhan? Ini Hukumnya
Aktual
Tawakkalna Hadirkan 19 Bahasa untuk Haji 2026, Termasuk Indonesia!
Tawakkalna Hadirkan 19 Bahasa untuk Haji 2026, Termasuk Indonesia!
Aktual
Kapan Batas Akhir Potong Kuku bagi Shahibul Kurban 2026? Cek Tanggalnya
Kapan Batas Akhir Potong Kuku bagi Shahibul Kurban 2026? Cek Tanggalnya
Aktual
Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Pastikan Kesiapan 33 Ribu Bus di Arafah
Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Pastikan Kesiapan 33 Ribu Bus di Arafah
Aktual
Menjejakkan Kaki di Al-Balad Jeddah, Gerbang Haji Masa Lampau Menuju Makkah
Menjejakkan Kaki di Al-Balad Jeddah, Gerbang Haji Masa Lampau Menuju Makkah
Aktual
Jelang Haji 2026, Saudi Periksa 33.000 Tempat Usaha di Makkah
Jelang Haji 2026, Saudi Periksa 33.000 Tempat Usaha di Makkah
Aktual
19 WNI Diamankan di Saudi, Ini Nasib Pelaku Rekam Perempuan Tanpa Izin
19 WNI Diamankan di Saudi, Ini Nasib Pelaku Rekam Perempuan Tanpa Izin
Aktual
Apa Itu Sedekah Barcode? Solusi Jemaah Haji Bisa Masuk Raudhah
Apa Itu Sedekah Barcode? Solusi Jemaah Haji Bisa Masuk Raudhah
Aktual
Lebih dari 860.000 Jemaah Tiba di Arab Saudi Jelang Puncak Haji 2026
Lebih dari 860.000 Jemaah Tiba di Arab Saudi Jelang Puncak Haji 2026
Aktual
Kapan Idul Adha 2026 di Arab Saudi? Cek Jadwal Wukuf dan Hari Tasyrik
Kapan Idul Adha 2026 di Arab Saudi? Cek Jadwal Wukuf dan Hari Tasyrik
Aktual
Bus Hidrolik Mudahkan Jemaah Haji Lansia Naik Bus tanpa Turun dari Kursi Roda
Bus Hidrolik Mudahkan Jemaah Haji Lansia Naik Bus tanpa Turun dari Kursi Roda
Aktual
Jelang Idul Adha, Kemenag Ponorogo Tambah Juru Sembelih Halal untuk Ribuan Masjid dan Mushalla
Jelang Idul Adha, Kemenag Ponorogo Tambah Juru Sembelih Halal untuk Ribuan Masjid dan Mushalla
Aktual
Khutbah Jumat 15 Mei 2026 tentang Haji, Luruskan Niat Sebelum ke Tanah Suci
Khutbah Jumat 15 Mei 2026 tentang Haji, Luruskan Niat Sebelum ke Tanah Suci
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com