Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muhammadiyah Awal Puasa 18 Februari 2026, Ini Alasan Ilmiahnya dan Potensi Beda dengan Pemerintah

Kompas.com, 14 Februari 2026, 08:04 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Muhammadiyah Awal Puasa Ramadhan 2026 akhirnya resmi diumumkan. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026.

Keputusan tersebut tertuang dalam Maklumat resmi dan didasarkan pada hasil hisab yang dikaji ulang oleh Majelis Tarjih dan Tajdid.

Penetapan ini sekaligus menegaskan penggunaan sistem baru yang kini sepenuhnya diadopsi Muhammadiyah, yakni Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Baca juga: Kapan Sidang Isbat Puasa 2026? Awal Puasa Muhammadiyah dan Prediksi BRIN

Mengapa Muhammadiyah Awal Puasa 18 Februari 2026?

Penetapan ini bukan tanpa alasan. Muhammadiyah menggunakan pendekatan astronomis global dengan prinsip “satu hari satu tanggal di seluruh dunia”.

Berikut poin pentingnya:

  • Ijtimak (konjungsi) jelang Ramadhan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB.
  • Di Indonesia, saat matahari terbenam posisi hilal masih berada di bawah ufuk (sekitar -2 derajat).
  • Namun, syarat visibilitas global telah terpenuhi di wilayah Benua Amerika.
  • Dengan prinsip global KHGT, tanggal tersebut berlaku untuk seluruh dunia.

Artinya, meskipun hilal belum terlihat di Indonesia, kriteria internasional sudah memenuhi syarat dimulainya bulan baru.

Apa Itu Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)?

KHGT adalah sistem penanggalan Islam yang disahkan dalam Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah ke-32 dan selaras dengan konferensi internasional di Turki tahun 2016.

Prinsip dasarnya sederhana namun revolusioner: jika di satu belahan bumi syarat awal bulan terpenuhi, maka seluruh dunia mengikuti tanggal yang sama.

Parameter utamanya dikenal sebagai Parameter Kalender Global (PKG):

1. PKG 1

Bulan baru dimulai jika sebelum pukul 24.00 UTC terpenuhi:

  • Tinggi bulan minimal 5°
  • Elongasi minimal 8°di mana pun di dunia.

2. PKG 2

Jika PKG 1 tidak terpenuhi, bulan baru tetap dimulai apabila:

  • Ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru
  • Syarat tinggi 5° dan elongasi 8° terpenuhi di daratan Amerika.

Dalam kasus Ramadhan 2026, ketentuan PKG 2 terpenuhi di wilayah Amerika Utara, sehingga Muhammadiyah menetapkan puasa dimulai 18 Februari 2026.

Berpotensi Beda dengan Pemerintah

Penetapan ini berpotensi berbeda dengan keputusan pemerintah yang menggunakan kriteria MABIMS (visibilitas lokal).

Karena hilal di Indonesia pada 17 Februari 2026 masih negatif, pemerintah kemungkinan akan menggenapkan bulan Syakban menjadi 30 hari (istikmal). Jika itu terjadi, awal Ramadhan versi pemerintah diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Perbedaan ini bukan hal baru dan murni disebabkan perbedaan metode penetapan.

Idulfitri 2026 Versi Muhammadiyah

Tak hanya awal puasa, Muhammadiyah juga telah menetapkan 1 Syawal 1447 H (Idulfitri) jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026.

Dengan sistem hisab global, warga Muhammadiyah sudah bisa mengetahui jadwal ibadah jauh hari sebelumnya.

Jadwal Imsakiyah Sudah Tersedia

Untuk membantu persiapan Ramadhan, jadwal imsakiyah untuk berbagai kota di Indonesia telah disediakan. Berikut linknya.

Menariknya, waktu Subuh kini dihitung saat matahari berada di posisi minus 18 derajat, sesuai kriteria terbaru yang digunakan.

Baca juga: Pakai KHGT, Awal Ramadhan 2026 Muhammadiyah Beda dengan Turki, Ini Penjelasannya

Penetapan Muhammadiyah Awal Puasa 18 Februari 2026 menunjukkan konsistensi organisasi ini dalam menerapkan sistem kalender Islam global berbasis astronomi presisi.

Lalu, bagaimana dengan Anda?
Sudah siap menyambut Ramadhan 1447 Hijriah?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com