KOMPAS.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi hadiah atau hampers semakin marak dilakukan masyarakat.
Tidak hanya untuk keluarga, hampers Lebaran juga dikirimkan kepada sahabat, rekan kerja, hingga mitra bisnis sebagai simbol silaturahmi dan kepedulian.
Fenomena ini bukan sekadar tren musiman. Dalam perspektif sosial dan keagamaan, budaya berbagi hadiah memiliki akar kuat dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda:
تَهَادَوْا تَحَابُّوا
Latin: Tahâdû tahâbbû.
Artinya: “Saling memberi hadiahlah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)
Baca juga: Kisah Hasan Al Bashri Memberi Hadiah Orang yang Menjelek-jelekkannya
Hadis ini diriwayatkan oleh Muhammad dan dicatat oleh Muhammad al-Bukhari. Tradisi memberi hampers pun dapat dimaknai sebagai bagian dari mempererat ukhuwah di momen suci.
Lalu, apa saja ide hampers Lebaran 2026 yang unik, bermanfaat, sekaligus berpotensi menjadi peluang bisnis?
Allah SWT berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
Latin: Innamal mu’minûna ikhwatun.
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10)
Ayat ini menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antarsesama Muslim, terutama di bulan Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri.
Dalam buku Fiqh az-Zakah karya Yusuf al-Qaradawi dijelaskan bahwa ibadah sosial, termasuk berbagi, memiliki dimensi memperkuat solidaritas umat.
Sementara dalam Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq, disebutkan bahwa amal kebaikan di bulan Ramadhan memiliki nilai berlipat.
Baca juga: Meraih Kebahagiaan Tertinggi dengan Berbagi, Cara Indah Menikmati Hidup
Tradisi hampers Lebaran menjadi salah satu bentuk aktualisasi nilai tersebut dalam konteks modern.
Paket perlengkapan ibadah selalu relevan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Isiannya bisa berupa sajadah premium, mukena, sarung, tasbih, hingga mushaf Al-Qur’an.
Konsep kemasan bernuansa putih atau pastel sering dipilih untuk menggambarkan kesucian hari raya. Selain bernilai estetika, hampers ini juga memiliki makna spiritual yang kuat.
Kue kering seperti nastar dan kastengel tetap menjadi favorit. Namun inovasi bisa dilakukan dengan menambahkan makanan tradisional khas daerah.
Untuk makanan berat seperti opor atau rendang, sistem pre-order dan pengiriman terbatas menjadi strategi agar kualitas tetap terjaga.
Menurut buku Marketing 4.0 karya Philip Kotler, produk yang memiliki sentuhan emosional dan budaya lokal cenderung lebih mudah diterima pasar. Makanan khas Lebaran memiliki unsur nostalgia yang kuat.
Ide anti-mainstream yang mulai diminati adalah hampers berisi bumbu dapur atau sembako. Kemasannya bisa dibuat elegan dengan toples kaca dan label custom.
Menjelang Lebaran, harga kebutuhan pokok biasanya meningkat. Memberikan paket sembako premium bisa menjadi solusi praktis sekaligus bermanfaat.
Baca juga: Kisah Utsman bin Affan: Khalifah Dermawan yang Gugur Syahid
Perawatan diri menjelang hari raya juga menjadi perhatian banyak orang. Paket body care, skincare halal, hingga parfum non-alkohol bisa menjadi pilihan.
Pastikan produk memiliki izin edar resmi dan sertifikasi halal agar lebih dipercaya konsumen.
Peralatan dapur estetik seperti tea set, alat makan, atau spatula kayu premium cocok untuk keluarga muda dan pasangan baru.
Konsep minimalis dan earth tone sedang menjadi tren di marketplace.
Lilin aromaterapi dengan aroma vanila, lavender, atau kopi semakin populer. Selain mempercantik ruangan saat Lebaran, produk ini memberikan kesan eksklusif.
Kemasan kayu atau box custom dengan pita satin akan meningkatkan nilai jual.
Kopi specialty, jus cold-pressed, hingga tumbler stainless premium juga menjadi pilihan hampers simpel. Produk ini cocok untuk rekan kerja atau kolega bisnis.
Menurut data tren belanja daring beberapa tahun terakhir, permintaan hampers meningkat signifikan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Strategi yang bisa diterapkan antara lain:
Pendekatan ini sejalan dengan teori pemasaran relasional yang menekankan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Baca juga: 7 Kue Kering Lebaran yang Tak Pernah Absen, Ternyata Punya Jejak Sejarah
Allah SWT berfirman:
لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ
Latin: Lan tanâlul birra hattâ tunfiqû mimmâ tuhibbûn.
Artinya: “Kamu tidak akan memperoleh kebajikan sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali Imran: 92)
Ayat ini mengingatkan bahwa berbagi dari sesuatu yang kita sukai memiliki nilai keutamaan tersendiri.
Hampers Lebaran bukan sekadar bingkisan. Ia bisa menjadi simbol kepedulian, sarana mempererat hubungan, sekaligus peluang usaha yang menjanjikan.
Tradisi hampers terus berkembang mengikuti zaman. Dari paket ibadah hingga sembako premium, setiap ide memiliki segmen pasar tersendiri.
Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026, kreativitas menjadi kunci. Produk yang unik, bermanfaat, dan dikemas dengan cerita emosional akan lebih mudah menarik perhatian.
Karena pada akhirnya, yang membuat hampers berkesan bukan hanya isi di dalamnya, melainkan makna berbagi yang menyertainya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang