Editor
KOMPAS.com - Kesulitan tidur atau insomnia ternyata sudah dialami sejak masa Rasulullah SAW.
Dalam sebuah riwayat, sahabat Zaid bin Tsabit pernah mengeluhkan kondisi tersebut kepada Nabi Muhammad SAW.
Kisah ini tercatat dalam kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi yang berisi kumpulan doa dan dzikir.
Dari riwayat ini, Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus untuk mengatasi kegelisahan saat sulit tidur.
Baca juga: Doa Sebelum Tidur Sesuai Sunnah, 4 Amalan Rasulullah yang Dianjurkan
Berikut doa susah tidur untuk mengatasi insomnia yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:
اللَّهُمَّ غارَتِ النُّجومُ، وهَدأَتِ العُيونُ، وأنت حَيٌّ قيُّومٌ للا تأْخُذُك سِنةٌ ولا نومٌ، يا حَيُّ يا قيُّومُ، أهْدِئْ لَيْلِي، وأنِمْ عَيني
Latin: Allohumma ghoorotin nujuumu wa hadaatil ‘uyuunu, wa anta hayyun qayyumun laa ta’khudzuka sinatun wa laa namun, yaa hayyu ya qayyum ahdi’ layli, wa anim ‘ainii
Artinya: “Ya Allah, bintang gemintang telah merebahkan dirinya, kebanyakan mata telah beristirahat. Sedang Engkau Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Engkau tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur.
Wahai Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), istirahatkanlah malamku, dan pejamkan (tidurkan) mataku.”
Dalam kitab Al-Adzkar, Imam an-Nawawi menuliskan riwayat tentang seorang sahabat yang mengalami kesulitan tidur.
Bab tersebut diberi judul tentang doa yang dibaca ketika seseorang merasa gelisah di tempat tidur namun belum juga bisa terlelap.
Sahabat Zaid bin Tsabit menyampaikan keluhannya kepada Rasulullah SAW terkait insomnia yang dialaminya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda untuk membaca doa.
Dalam riwayat tersebut, Zaid bin Tsabit menyampaikan bahwa setelah membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW, ia merasakan perubahan pada dirinya.
Kegelisahan yang sebelumnya mengganggu berangsur hilang, dan kesulitan tidurnya pun teratasi hingga akhirnya ia dapat tidur dengan nyenyak.
Kisah ini dapat ditemukan dalam kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, yang dikenal sebagai rujukan penting berisi berbagai doa dan dzikir dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.
Riwayat tersebut memperlihatkan bahwa ajaran Islam juga memberikan solusi spiritual terhadap masalah keseharian, termasuk gangguan tidur yang dialami seseorang.
Riwayat tentang doa susah tidur ini menjadi salah satu contoh bagaimana Rasulullah SAW memberikan tuntunan praktis bagi umatnya.
Melalui doa yang diajarkan, umat Islam diajak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam menghadapi kegelisahan.
Kisah Zaid bin Tsabit RA juga menunjukkan bahwa amalan sederhana dapat memberikan ketenangan batin.
Dengan demikian, doa menjadi salah satu ikhtiar yang dianjurkan untuk mengatasi kesulitan tidur secara spiritual.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang