Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari Tasyrik Berapa Hari? Ini Penjelasan Lengkap, Larangan Puasa hingga Amalan Utamanya

Kompas.com, 28 Mei 2026, 09:44 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Setelah gema takbir Idul Adha mulai mereda, umat Islam ternyata masih memasuki rangkaian hari istimewa yang penuh keberkahan. Banyak orang kemudian bertanya-tanya, sebenarnya hari tasrik berapa hari dan apa makna penting di baliknya?

Dalam kalender Islam, Hari Tasyrik berlangsung selama tiga hari berturut-turut, yakni pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah setelah Hari Raya Idul Adha.

Untuk tahun 2026, Hari Tasyrik diperkirakan jatuh pada tanggal 28, 29, dan 30 Mei 2026. Momen ini menjadi bagian penting dari rangkaian ibadah Idul Adha yang tidak hanya berkaitan dengan kurban, tetapi juga rasa syukur dan kebersamaan umat Muslim.

Baca juga: Puasa Sebelum Idul Adha Apakah Wajib? Ini Penjelasan Hukum Puasa Tarwiyah dan Larangannya Saat Hari Tasyrik

Apa Itu Hari Tasyrik?

Istilah Tasrik atau “Tasyrik” berasal dari bahasa Arab syarraqa yang berarti menjemur sesuatu di bawah sinar matahari.

Pada masa Rasulullah SAW, masyarakat Arab biasa menjemur daging kurban selama hari-hari tersebut agar lebih awet dan bisa disimpan lebih lama. Tradisi itu kemudian melahirkan istilah Hari Tasyrik yang masih dikenal hingga sekarang.

Meski zaman telah berubah dan teknologi pengawetan makanan semakin modern, makna Hari Tasyrik tetap relevan sebagai simbol rasa syukur atas nikmat rezeki dan pangan dari Allah SWT.

Hari Tasyrik Dilarang Puasa

Salah satu hal paling penting yang perlu diketahui adalah bahwa umat Islam dilarang berpuasa selama Hari Tasyrik.

Rasulullah SAW menyebut hari-hari ini sebagai waktu untuk makan, minum, dan berdzikir kepada Allah SWT. Karena itu, puasa sunnah maupun puasa lainnya tidak diperbolehkan dilakukan pada tanggal 11 hingga 13 Dzulhijjah.

Bahkan menurut penjelasan para ulama, termasuk Imam Nawawi, larangan tersebut berlaku untuk berbagai jenis puasa, mulai dari puasa Senin-Kamis, puasa sunnah biasa, hingga puasa qadha.

Semangat utama Hari Tasyrik adalah merayakan nikmat Allah dengan penuh kegembiraan dan kebersamaan.

Amalan yang Dianjurkan Saat Hari Tasyrik

Walaupun tidak boleh berpuasa, Hari Tasyrik justru menjadi momen penting untuk memperbanyak amal ibadah lainnya.

1. Menyembelih Hewan Kurban

Bagi yang belum sempat menyembelih hewan kurban pada 10 Dzulhijjah, proses penyembelihan masih diperbolehkan hingga matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah.

2. Memperbanyak Takbir dan Dzikir

Umat Islam dianjurkan membaca takbir tasyrik setiap selesai shalat fardhu hingga Ashar pada 13 Dzulhijjah.

Takbir ini menjadi bentuk pengagungan kepada Allah SWT sekaligus rasa syukur atas nikmat Idul Adha.

3. Membaca Doa Sapu Jagat

Hari Tasyrik juga dianggap sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Salah satu doa yang dianjurkan untuk diperbanyak adalah doa sapu jagat:

Rabbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban naar.”

Doa tersebut merupakan doa yang sering dibaca Rasulullah SAW karena mencakup kebaikan dunia dan akhirat.

Aktivitas Jemaah Haji Saat Hari Tasyrik

Bagi jemaah haji di Tanah Suci, Hari Tasyrik menjadi bagian penting dari rangkaian ibadah di Mina.

Pada hari-hari tersebut, jemaah melaksanakan mabit atau bermalam di Mina dan melakukan lempar jumrah Ula, Wustha, serta Aqabah sebagai simbol melawan godaan setan.

Selain menjalankan ritual ibadah, jemaah juga dianjurkan memperbanyak dzikir serta menikmati hidangan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Baca juga: Jadwal Ibadah Sunnah Idul Adha 2026: Puasa, Larangan Potong Kuku dan Rambut, serta Hari Tasyrik

Penutup

Memahami hari tasrik berapa hari bukan sekadar mengetahui hitungan tanggal dalam kalender Hijriah. Lebih dari itu, Hari Tasyrik mengajarkan umat Islam tentang pentingnya rasa syukur, kebersamaan, dan keseimbangan antara ibadah spiritual dengan menikmati nikmat halal yang diberikan Allah SWT.

Karena itu, saat Hari Tasyrik tiba, umat Muslim dianjurkan mengisinya dengan dzikir, doa, berbagi daging kurban, dan mempererat silaturahmi dalam suasana penuh kegembiraan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Haji di Bawah Bayang Perang: Dari Ritual Spritual Menuju Gerakan Pencerahan
Haji di Bawah Bayang Perang: Dari Ritual Spritual Menuju Gerakan Pencerahan
Aktual
Tekan Sampah Plastik, Warga Sumenep Bungkus Daging Kurban dengan Daun Pisang
Tekan Sampah Plastik, Warga Sumenep Bungkus Daging Kurban dengan Daun Pisang
Aktual
Hari Tasyrik Berapa Hari? Ini Penjelasan Lengkap, Larangan Puasa hingga Amalan Utamanya
Hari Tasyrik Berapa Hari? Ini Penjelasan Lengkap, Larangan Puasa hingga Amalan Utamanya
Aktual
Kemenag Tegaskan Pelaku Cabul di Pekalongan Bukan Pimpinan Pesantren, tapi Pengasuh Padepokan
Kemenag Tegaskan Pelaku Cabul di Pekalongan Bukan Pimpinan Pesantren, tapi Pengasuh Padepokan
Aktual
Polemik Sapi Kurban Presiden dari APBN, Ini Penjelasan Guru Besar UIN
Polemik Sapi Kurban Presiden dari APBN, Ini Penjelasan Guru Besar UIN
Aktual
Tebuireng Bahas Hukum Basmi Ikan Sapu dan Lebur Jasad Manusia, Ini Penjelasannya
Tebuireng Bahas Hukum Basmi Ikan Sapu dan Lebur Jasad Manusia, Ini Penjelasannya
Aktual
Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Mina, Kemenhaj Ingatkan Jadwal Jumrah
Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Mina, Kemenhaj Ingatkan Jadwal Jumrah
Aktual
Arab Saudi Dilanda Gelombang Panas, Suhu Bisa Sentuh 50 Derajat Celsius
Arab Saudi Dilanda Gelombang Panas, Suhu Bisa Sentuh 50 Derajat Celsius
Aktual
Raja Salman Bersyukur Bisa Layani Jemaah Haji, Sampaikan Pesan Idul Adha
Raja Salman Bersyukur Bisa Layani Jemaah Haji, Sampaikan Pesan Idul Adha
Aktual
Saat Waktu Berhenti Sejenak di Arafah...
Saat Waktu Berhenti Sejenak di Arafah...
Aktual
Jumlah Jemaah Haji 2026 Capai 1,7 Juta Orang dari 165 Negara
Jumlah Jemaah Haji 2026 Capai 1,7 Juta Orang dari 165 Negara
Aktual
Jangan Puasa Ayyamul Bidh pada 13 Zulhijah, Ini Alasannya
Jangan Puasa Ayyamul Bidh pada 13 Zulhijah, Ini Alasannya
Doa dan Niat
Bolehkah Kurban Idul Adha Pakai Uang APBN? Ini Penjelasan MUI
Bolehkah Kurban Idul Adha Pakai Uang APBN? Ini Penjelasan MUI
Aktual
Kemenag: Matahari di Atas Ka'bah 27-28 Mei, Saatnya Cek Arah Kiblat
Kemenag: Matahari di Atas Ka'bah 27-28 Mei, Saatnya Cek Arah Kiblat
Aktual
Daging Kurban Alot dan Bau? Ini Cara Mengolahnya agar Lebih Empuk
Daging Kurban Alot dan Bau? Ini Cara Mengolahnya agar Lebih Empuk
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com