Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Idul Adha Mendiktisaintek di ITB: Jaga Keikhlasan, Ketakwaan, dan Kepedulian Sesama

Kompas.com, 28 Mei 2026, 12:01 WIB
Agie Permadi,
Farid Assifa

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum untuk memperkuat keikhlasan, kepedulian, dan nilai kemanusiaan di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Pesan itu disampaikan Brian saat menjadi khatib sekaligus imam Salat Idul Adha 1447 Hijriah di ITB Kampus Ganesha, Bandung, Rabu (27/5/2026).

Dalam khutbahnya, Brian mengatakan Idul Adha bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, tetapi menjadi pengingat agar manusia tidak terlena oleh kesibukan dunia.

Baca juga: Haji di Bawah Bayang Perang: Dari Ritual Spritual Menuju Gerakan Pencerahan

Momen ini menjadi pengingat agar manusia senantiasa mempersiapkan kepulangannya kepada Allah dengan menjaga keikhlasan, ketakwaan, dan kepedulian kepada sesama.

"Iduladha hadir setiap tahun bukan hanya untuk mengulang ibadah, tetapi juga untuk membangunkan hati manusia yang sering terlupa di tengah kesibukan dunia," kata Brian dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).

Menurut Brian, tingkatan tertinggi manusia bukan diukur dari karier atau kekayaan, tetapi dari kemampuan untuk memberi manfaat dan berbagi kepada sesama.

"Hari Raya Kurban mengajarkan bahwa hidup bukan semata tentang memiliki segalanya, melainkan tentang kesediaan menyerahkan yang terbaik kepada Tuhan," ujarnya.

Dalam khutbahnya, Brian juga menyinggung pentingnya menjaga nilai kemanusiaan di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia mengatakan bangsa maju tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi, namun juga perlunya menghadirkan keadilan dan kepedulian sosial masyarakatnya di dalamnya.

Brian juga mengingatkan masyarakat agar tidak saling menyakiti maupun menzalimi orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Program Kurban Salman ITB menghimpun sebanyak 112 sapi dan 942 domba dengan total 1.717 mudhohi atau pekurban, meningkat sekitar 9 persen dibanding tahun sebelumnya.

Tahun ini, Salman menyembelih sekitar 20 sapi dan 50 domba di Kompleks Salman.

Nilai penghimpunan kurban tahun ini mencapai sekitar Rp5,3 miliar atau tumbuh 21 persen.

Hewan kurban tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat penerima manfaat di berbagai wilayah.

Kegiatan ini diperkirakan akan dihadiri sekitar 4.000 jemaah, dengan penerima manfaat yang mencakup masyarakat sekitar kampus ITB, jemaah masjid, karyawan, dan mahasiswa ITB.

Baca juga: Tekan Sampah Plastik, Warga Sumenep Bungkus Daging Kurban dengan Daun Pisang

Ketua Panitia Pelaksana Program Ramadhan dan Idul Adha 1447 H, Yazid Syauqi Al Ayyubi, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Idul Adha tahun ini dikelola oleh mahasiswa aktivis Salman yang tergabung dalam P3RI 1447 H.

"Insya Allah teman-teman panitia yang turun sekitar 300 orang, bukan hanya dari ITB, tetapi juga dari berbagai kampus lain di Bandung Raya. Mohon doanya semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan diberkahi Allah SWT,” ujar Yazid.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Zubair bin Al-Awwam, Hawari Rasulullah yang Dijuluki Pembela Nabi
Zubair bin Al-Awwam, Hawari Rasulullah yang Dijuluki Pembela Nabi
Aktual
Apa yang Diucapkan Saat Bersin? Ini Sunnah Rasulullah Lengkap
Apa yang Diucapkan Saat Bersin? Ini Sunnah Rasulullah Lengkap
Aktual
Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa
Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa
Aktual
Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Aktual
Menag Akan Tertibkan Pesantren yang Cuma Catut Nama, Soroti Kepatuhan Unsur dan Syarat
Menag Akan Tertibkan Pesantren yang Cuma Catut Nama, Soroti Kepatuhan Unsur dan Syarat
Aktual
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
Aktual
 Mengapa Membaca Al-Quran Setelah Subuh Memiliki Keutamaan?
Mengapa Membaca Al-Quran Setelah Subuh Memiliki Keutamaan?
Aktual
ITB Bangun Hunian dan Musala Pascabencana di Bireuen, Rangka Berdiri dalam 3 Jam
ITB Bangun Hunian dan Musala Pascabencana di Bireuen, Rangka Berdiri dalam 3 Jam
Aktual
Kapan Doa Saat Hujan Paling Mustajab? Ini Dalil dan Penjelasannya
Kapan Doa Saat Hujan Paling Mustajab? Ini Dalil dan Penjelasannya
Aktual
Wamendikdasmen ke Mahasiswa UMB: Kuliah Bukan Hanya untuk Mendapatkan Ijazah
Wamendikdasmen ke Mahasiswa UMB: Kuliah Bukan Hanya untuk Mendapatkan Ijazah
Aktual
Mana yang Didahulukan, Menjawab Salam atau Bersalaman? Ini Adabnya
Mana yang Didahulukan, Menjawab Salam atau Bersalaman? Ini Adabnya
Aktual
Apa Itu Mindfulness? Bukan Sekadar Menenangkan Diri
Apa Itu Mindfulness? Bukan Sekadar Menenangkan Diri
Aktual
Tekan Biaya Haji 2027, Kemenhaj Pertimbangkan Maskapai Alternatif
Tekan Biaya Haji 2027, Kemenhaj Pertimbangkan Maskapai Alternatif
Aktual
Dua Jemaah Haji Asal Lamongan dan Tangerang Masih Dirawat di Arab Saudi
Dua Jemaah Haji Asal Lamongan dan Tangerang Masih Dirawat di Arab Saudi
Aktual
Kemenag Buka Pendaftaran Insentif Dosen Non-ASN Ma’had Aly Rp 1 Juta per Bulan
Kemenag Buka Pendaftaran Insentif Dosen Non-ASN Ma’had Aly Rp 1 Juta per Bulan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar