Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

26 Hari Jelang Lebaran 2026, Tren Gamis Abaya Ini Diprediksi Laris Manis

Kompas.com, 22 Februari 2026, 20:57 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

Sumber YouTube

KOMPAS.com - Lebaran selalu identik dengan momen tampil terbaik. Meski masih sekitar 60 hari menuju Idul Fitri 2026, tren busana muslimah sudah mulai terlihat kuat di berbagai platform belanja online.

Tahun ini, gamis abaya diprediksi menjadi primadona dengan sentuhan elegan, mewah, tetapi tetap simpel dan nyaman dipakai seharian.

Dari warna klasik hingga bahan premium anti-UV, inilah tren Lebaran 2026 yang mulai diburu para muslimah.

Coklat Mahogany Jadi Warna Favorit

Warna-warna bumi kembali naik daun, terutama coklat mahogany yang memberi kesan hangat sekaligus mewah.

Palet ini dinilai cocok untuk berbagai tone kulit dan mudah dipadukan dengan hijab warna netral.

Baca juga: Tren Gamis Lebaran 2026: Abaya Jadi Primadona, Ini Model yang Paling Diburu

Salah satu model yang banyak diminati adalah One Set Kurung Melayu berbahan Fertaliza Premium.

Material ini dikenal lembut, flowy, dan dilengkapi fitur anti-UV. Selain itu, desainnya busui friendly dengan rentang lingkar dada cukup fleksibel.

Coklat Mahogany Jadi Warna Favorit.
Ilustrasi dibuat AI Coklat Mahogany Jadi Warna Favorit.

Material Premium: Adem dan Fungsional

Tren 2026 menunjukkan peningkatan kualitas bahan. Beberapa material yang mulai populer antara lain:

  • Crinkle Airflow Premium pada Abaya Turki Zelindra yang ringan dan adem.
  • Torino Premium pada Abaya Ikl5 dari Farasi yang tebal namun tidak menerawang.
  • Ceruty Baby Doll dengan sentuhan brokat pada koleksi Akiana dari Duma ID.
  • Tencel Embroid dengan bordir timbul pada Rauda Abaya dari Kimka Hijab.

Tak hanya cantik, kain-kain ini dirancang sesuai kebutuhan muslimah Indonesia yang tinggal di iklim tropis.

Detail Feminin dan Sentuhan Mewah

Untuk tampilan lebih elegan, detail seperti belt lepas-pasang pada Jasmin Abaya atau pita manis di bagian leher Lolly Dress menjadi daya tarik tersendiri.

Sementara itu, perpaduan Premium Silk dan Organza pada Gamis Sultan menghadirkan siluet megah yang cocok untuk acara halal bihalal formal.

Tren One Set: Praktis dan Serasi

Konsep one set semakin digemari karena memudahkan pembeli. Model seperti Abaya Majidah Dubai sudah termasuk jilbab senada dalam satu paket.

Beberapa brand juga menawarkan opsi pembelian set lengkap atau hanya outer saja, memberi fleksibilitas sesuai kebutuhan.

Sarimbit Tetap Jadi Andalan

Lebaran tanpa sarimbit terasa kurang lengkap. Tahun 2026, koleksi keluarga dari Sellis Scarfimbit, Kalila ID, hingga BBC Collection (seri Kamari) kembali jadi pilihan.

Bahan Armani yang adem dan tidak kaku membuat keluarga tampil kompak tanpa mengorbankan kenyamanan.

Untuk pasangan muda, Abaya dan Tunik Osama dari Zaina Indonesia berbahan premium silk juga banyak dilirik karena ringan dan flowy.

Sarimbit Tetap Jadi Andalan.Ilustrasi dibuat AI Sarimbit Tetap Jadi Andalan.

Harga Kompetitif, Penjualan Ribuan Piece

Menariknya, tren mewah ini hadir dengan harga ramah di kantong. Beberapa koleksi seperti Abaya Turki Zelindra bahkan turun dari Rp 250.000 menjadi di bawah Rp 170.000 saat promo.

Ada pula pilihan terjangkau seperti Lolly Dress di kisaran Rp 70.000-an. Popularitasnya terlihat dari angka penjualan yang mencapai 4.000 hingga 10.000 piece di sejumlah toko online.

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026: Kurung Melayu Jadi Incaran Para Wanita

Siap Tampil Maksimal di Lebaran 2026

Tren gamis abaya Lebaran 2026 menghadirkan kombinasi tradisi dan modernitas. Warna coklat mahogany, bahan anti-UV, detail bordir eksklusif, hingga konsep one set menjadi daya tarik utama.

Bagi yang ingin tampil kompak bersama keluarga atau mencari potongan simpel nan elegan, sekarang menjadi waktu tepat untuk mulai berburu koleksi favorit sebelum stok menipis.

Dengan persiapan lebih awal, momen Lebaran 2026 tak hanya hangat secara silaturahmi, tetapi juga memikat lewat balutan busana terbaik Anda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenhaj Arab Saudi Tegaskan Visa Haji Satu-satunya Izin Resmi untuk Ibadah Haji
Kemenhaj Arab Saudi Tegaskan Visa Haji Satu-satunya Izin Resmi untuk Ibadah Haji
Aktual
565 Jemaah Haji Ponorogo Siap Berangkat 2026, Terbagi ke Dalam Kloter 19 dan 20
565 Jemaah Haji Ponorogo Siap Berangkat 2026, Terbagi ke Dalam Kloter 19 dan 20
Aktual
Kisah Haru Salman Al-Farisi, Pencari Kebenaran dari Persia
Kisah Haru Salman Al-Farisi, Pencari Kebenaran dari Persia
Aktual
Kisah Haru Jemaah Calon Haji Termuda Asal Musi Rawas yang Berangkat Gantikan Almarhum Ayah
Kisah Haru Jemaah Calon Haji Termuda Asal Musi Rawas yang Berangkat Gantikan Almarhum Ayah
Aktual
Kartu Nusuk Dibagikan Sejak di Tanah Air, Jemaah Bakal Dapat Tas Khusus untuk Cegah Kehilangan
Kartu Nusuk Dibagikan Sejak di Tanah Air, Jemaah Bakal Dapat Tas Khusus untuk Cegah Kehilangan
Aktual
Mengapa Ulama Hadis Terkemuka Banyak Lahir dari Persia? Ini Faktanya
Mengapa Ulama Hadis Terkemuka Banyak Lahir dari Persia? Ini Faktanya
Aktual
208 Calon Jemaah Haji 2026 Asal Depok Tunda Berangkat karena Belum Lunasi Pembayaran
208 Calon Jemaah Haji 2026 Asal Depok Tunda Berangkat karena Belum Lunasi Pembayaran
Aktual
Kisah Uwais al-Qarni, Dipuji Rasulullah karena Baktinya kepada Sang Ibu
Kisah Uwais al-Qarni, Dipuji Rasulullah karena Baktinya kepada Sang Ibu
Aktual
Sholawat Busyro Lengkap: Amalan Pembuka Kabar Baik dan Rezeki
Sholawat Busyro Lengkap: Amalan Pembuka Kabar Baik dan Rezeki
Doa dan Niat
Mulai Senin 13 April, Saudi Larang WNA Masuk Makkah, Kecuali Visa Haji
Mulai Senin 13 April, Saudi Larang WNA Masuk Makkah, Kecuali Visa Haji
Aktual
AS-Iran Gagal Berdamai, PBNU dan Paus Leo XIV Serukan Hentikan Kekerasan Dunia
AS-Iran Gagal Berdamai, PBNU dan Paus Leo XIV Serukan Hentikan Kekerasan Dunia
Aktual
Apa Itu Multazam? Lokasi, Keutamaan, dan Amalan Doa Mustajab
Apa Itu Multazam? Lokasi, Keutamaan, dan Amalan Doa Mustajab
Doa dan Niat
Kemenhaj Saudi: Hanya Visa Haji yang Sah, Visa Lain Tak Bisa Masuk Makkah
Kemenhaj Saudi: Hanya Visa Haji yang Sah, Visa Lain Tak Bisa Masuk Makkah
Aktual
Arab Saudi Batasi Masuk ke Makkah Tanpa Izin Mulai 13 April 2026, Ini Aturannya
Arab Saudi Batasi Masuk ke Makkah Tanpa Izin Mulai 13 April 2026, Ini Aturannya
Aktual
Pendaftaran Haji Domestik 2026 Dibuka 18 April, Ini Syarat Fase Kedua
Pendaftaran Haji Domestik 2026 Dibuka 18 April, Ini Syarat Fase Kedua
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com