Editor
KOMPAS.com - Umat Muslim kerap dihantui rasa khawatir ketika terbangun sahur atau bahkan pagi hari tanpa sempat berniat puasa Ramadhan pada malam sebelumnya. Lantas, apakah puasanya tetap sah?
Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Alhafiz Kurniawan, memberikan penjelasan penting berdasarkan pandangan mazhab fikih.
Menurut Alhafiz, para ulama Imam Syafi'i menganjurkan tiga hal dalam puasa Ramadhan:
1. Berniat setiap malam.
2. Dianjurkan melafalkan niat.
3. Di awal Ramadhan, berniat untuk berpuasa sebulan penuh mengikuti pandangan Imam Malik.
Namun, bagaimana jika lupa?
Alhafiz menjelaskan, bagi orang yang lupa berniat pada malam hari, ia tidak perlu membatalkan puasanya. Cukup memasang niat ketika ingat di pagi hari, lalu melanjutkan puasa hingga Maghrib.
Baca juga: Bolehkah Niat Puasa Ramadhan 1 Bulan Sekaligus? Ini Penjelasan Mazhab Syafi’i dan Imam Malik
Dengan demikian, ibadah puasanya tetap dapat diteruskan.
Pendapat serupa juga datang dari Imam Abu Hanifa. Dalam pandangan mazhab Hanafi, seseorang yang tidak memalamkan niat sebelum fajar bukan berarti puasanya tidak sah, melainkan tidak sempurna.
Solusinya, niat cukup dipasang ketika ia ingat di pagi hari atau awal siang.
Alhafiz juga menegaskan pentingnya membedakan antara niat dan pelafalan niat.
Dalam praktik masyarakat Indonesia, pelafalan niat memang lazim dilakukan. Namun hukumnya hanya dianjurkan, bukan wajib.
Puasa Ramadhan termasuk ibadah tunai (ada’) yang hukumnya wajib dilakukan pada waktunya. Karena itu, niat juga menjadi bagian wajib dalam pelaksanaannya.
Hal ini berbeda dengan puasa qadha (pengganti), yang memiliki ketentuan tersendiri dalam fikih ibadah.
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Ramadhan 1447 H, Ini Waktu dan Tata Caranya
Penjelasan ini menjadi pengingat penting bagi umat Islam agar tidak panik ketika lupa berniat. Selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa dan segera memasang niat ketika ingat, ibadah tetap dapat dilanjutkan.
Di bulan suci Ramadhan, pemahaman fikih yang tepat membantu umat menjalankan ibadah dengan tenang dan penuh keyakinan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang