Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Busana Lebaran 2026: Gamis Aisyah & Abaya Elegan, Tampil Slim dan Mewah di Hari Raya

Kompas.com, 21 Februari 2026, 10:45 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

Sumber YouTube

KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, tren busana muslim 2026 mulai menunjukkan arah yang menarik.

Perpaduan antara kesederhanaan desain dan sentuhan kemewahan menjadi kunci utama tampilan Lebaran tahun ini.

Salah satu model yang diprediksi mencuri perhatian adalah Gamis Aisyah Series dari Marwah. Koleksi ini hadir sebagai opsi busana yang tetap santun, modern, dan relevan dengan selera muslimah masa kini.

Baca juga: Model Gamis A-Line hingga Abaya untuk Badan Berisi Tampak Proporsional

Gamis Aisyah, Simpel tapi Berkelas

Model Aisyah dikenal dengan potongan yang rapi dan tidak berlebihan. Desainnya menonjolkan siluet yang tampak ramping tanpa menghilangkan kesan syar’i.

Bagi banyak perempuan, konsistensi kualitas menjadi pertimbangan utama dalam memilih busana Lebaran.

Seri ini menawarkan gaya yang aman dipakai untuk berbagai momen, mulai dari silaturahmi keluarga, syukuran, kajian, hingga menghadiri undangan kondangan.

Tren Busana Lebaran 2026 Gamis Aisyah & Abaya Elegan.Ilustrasi dibuat AI Tren Busana Lebaran 2026 Gamis Aisyah & Abaya Elegan.

Dominasi Warna Klasik dan Kesan Slim

Tren Lebaran 2026 mengarah pada tampilan slim, mewah, dan elegan. Warna-warna klasik seperti hitam, cokelat tua, navy, hingga broken white menjadi favorit karena memberi kesan dewasa dan berkelas.

Kesan mewah biasanya diperkuat dengan detail ornamen yang cantik—seperti bordir halus, aksen lipit, atau sentuhan payet minimalis—yang membuat tampilan tidak monoton namun tetap anggun.

Abaya dengan potongan lurus dan clean look juga menjadi pilihan bagi yang ingin tampil effortless tapi tetap elegan.

Nyaman dengan Bahan Flowy

Selain estetika, kenyamanan tetap menjadi prioritas. Busana Lebaran tahun ini diperkirakan didominasi bahan yang ringan, jatuh (flowy), dan tidak menerawang.

Material seperti ceruty premium, wollycrepe, atau satin doff banyak dipilih karena tetap adem dipakai seharian, terutama saat agenda Lebaran cukup padat—mulai dari salat Id hingga maraton silaturahmi ke rumah kerabat.

Mewah tapi Tetap Terjangkau

Menariknya, tren gamis dan abaya elegan ini tetap ramah di kantong. Di berbagai platform belanja online seperti Shopee, koleksi busana Lebaran 2026 umumnya dibanderol mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 300.000-an.

Baca juga: Tren Gamis Lebaran 2026 Model Abaya: Mulai Atsawa, Linia, Aisyah hingga Jasmin

Dengan rating tinggi dan ribuan penjualan, tren ini menunjukkan bahwa tampil maksimal saat Lebaran tidak harus menguras anggaran.

Dengan pilihan model up-to-date seperti Gamis Aisyah Series dan abaya modern, Anda bisa tampil percaya diri, anggun, dan tetap nyaman menyambut hari kemenangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kurban 7 Kambing vs 1 Sapi, Mana Lebih Besar Pahalanya? Ini Kata Ulama
Kurban 7 Kambing vs 1 Sapi, Mana Lebih Besar Pahalanya? Ini Kata Ulama
Aktual
Apa Itu Hadyu? Ini Hukum, Jenis, dan Syaratnya dalam Haji
Apa Itu Hadyu? Ini Hukum, Jenis, dan Syaratnya dalam Haji
Aktual
Mengapa Shalat Jumat Pertama di Lembah? Ini Kisah Wadi Ranuna
Mengapa Shalat Jumat Pertama di Lembah? Ini Kisah Wadi Ranuna
Aktual
Imigrasi Gagalkan 13 WNI Haji Ilegal, Pengawasan Diperketat
Imigrasi Gagalkan 13 WNI Haji Ilegal, Pengawasan Diperketat
Aktual
Asal-usul Merpati di Makkah, Benarkah Tak Pernah Kotori Ka'bah?
Asal-usul Merpati di Makkah, Benarkah Tak Pernah Kotori Ka'bah?
Aktual
Masuk Makkah Kini Wajib Izin, Ini 6 Golongan yang Dikecualikan
Masuk Makkah Kini Wajib Izin, Ini 6 Golongan yang Dikecualikan
Aktual
Kapan Shalat Jumat Pertama Kali Dilaksanakan? Berawal dari Hijrah Nabi
Kapan Shalat Jumat Pertama Kali Dilaksanakan? Berawal dari Hijrah Nabi
Aktual
3 Kali Tinggalkan Shalat Jumat, Benarkah Jadi Kafir? Ini Peringatan Rasulullah
3 Kali Tinggalkan Shalat Jumat, Benarkah Jadi Kafir? Ini Peringatan Rasulullah
Doa dan Niat
Arab Saudi Tembus Misi Bulan NASA, 1.000 Peserta Ikuti Seminar Artemis II
Arab Saudi Tembus Misi Bulan NASA, 1.000 Peserta Ikuti Seminar Artemis II
Aktual
7 Sunnah Sebelum Shalat Jumat yang Sering Terlewat, Ini Dalilnya
7 Sunnah Sebelum Shalat Jumat yang Sering Terlewat, Ini Dalilnya
Aktual
Bacaan Doa Khutbah Jumat Lengkap: Pembuka, Penutup, dan Tata Caranya
Bacaan Doa Khutbah Jumat Lengkap: Pembuka, Penutup, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Arti Labbaik Allahumma Labbaik, Waktu Membaca, dan Rahasia di Baliknya
Arti Labbaik Allahumma Labbaik, Waktu Membaca, dan Rahasia di Baliknya
Doa dan Niat
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Ibadah Haji, Ora Mung Lunga, Nanging Ngganti Diri
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Ibadah Haji, Ora Mung Lunga, Nanging Ngganti Diri
Aktual
Khutbah Jumat Dzulqadah: Keutamaan Bulan Haram dan Momentum Muhasabah Diri
Khutbah Jumat Dzulqadah: Keutamaan Bulan Haram dan Momentum Muhasabah Diri
Aktual
3 Fakta Penting di Masjid Nabawi yang Wajib Diketahui Jemaah Haji, Nomor 1 Sering Disalahpahami!
3 Fakta Penting di Masjid Nabawi yang Wajib Diketahui Jemaah Haji, Nomor 1 Sering Disalahpahami!
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com