Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Sunnah Sebelum Shalat Jumat yang Sering Terlewat, Ini Dalilnya

Kompas.com, 23 April 2026, 10:35 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Hari Jumat bukan sekadar penanda akhir pekan bagi umat Islam, melainkan momentum istimewa yang penuh keberkahan.

Dalam berbagai riwayat, Nabi Muhammad SAW menyebut Jumat sebagai sayyidul ayyam (penghulu segala hari).

Di hari ini, kaum muslimin, khususnya laki-laki memiliki kewajiban menunaikan shalat Jumat. Namun, tidak berhenti di situ. Ada sejumlah amalan sunnah sebelum shalat Jumat yang dianjurkan untuk dilakukan sebagai bentuk persiapan lahir dan batin.

Lantas, apa saja amalan yang sebaiknya dilakukan sebelum berangkat ke masjid?

Perintah Shalat Jumat dalam Al-Qur’an

Kewajiban shalat Jumat ditegaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 9–10.

Ayat ini memerintahkan umat Islam untuk segera menuju dzikir kepada Allah saat azan dikumandangkan dan meninggalkan aktivitas duniawi.

Dalam tafsirnya, Buya Hamka melalui Tafsir Al-Azhar menjelaskan bahwa perintah ini bukan sekadar ajakan, melainkan kewajiban yang menunjukkan pentingnya menghadiri shalat Jumat tepat waktu dengan kesiapan yang baik.

Baca juga: Khutbah Jumat Dzulqadah: Keutamaan Bulan Haram dan Momentum Muhasabah Diri

Sunnah Sebelum Shalat Jumat yang Dianjurkan

Berbagai hadis Nabi dan penjelasan ulama menyebutkan beberapa amalan sunnah yang dapat dilakukan sebelum shalat Jumat.

Amalan ini tidak hanya meningkatkan pahala, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap hari yang mulia ini.

1. Mandi Jumat: Membersihkan Diri Sebelum Ibadah

Mandi Jumat menjadi salah satu sunnah yang paling ditekankan. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan orang yang mandi lalu berangkat lebih awal ke masjid.

Dalam buku Ringkasan Shahih Al-Bukhari yang disusun oleh Imam Az-Zabidi dijelaskan bahwa setiap langkah menuju Jumat memiliki nilai pahala yang besar, bahkan diibaratkan seperti berkurban sesuai waktu keberangkatannya.

2. Memakai Wewangian dan Bersiwak

Selain mandi, dianjurkan pula menggunakan wewangian dan membersihkan mulut dengan siwak.

Dalam hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan bahwa Jumat adalah hari raya bagi umat Islam, sehingga disunnahkan untuk tampil bersih dan harum.

Hal ini mencerminkan adab sosial dalam Islam, yaitu menjaga kenyamanan orang lain saat berkumpul di masjid.

Dalam kitab Fiqh As-Sunnah karya Sayyid Sabiq, disebutkan bahwa kebersihan fisik menjadi bagian dari kesempurnaan ibadah, termasuk saat menghadiri shalat Jumat.

3. Memakai Pakaian Terbaik

Islam sangat memperhatikan penampilan ketika beribadah. Dalam Surah Al-A’raf ayat 31, Allah memerintahkan manusia untuk memakai pakaian terbaik saat ke masjid.

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

Artinya: "Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."

Para ulama menjelaskan bahwa mengenakan pakaian terbaik bukan berarti harus mahal, tetapi bersih, rapi, dan layak. Ini mencerminkan penghormatan terhadap ibadah dan tempat suci.

Baca juga: 7 Amalan Subuh Pembuka Rezeki, Lengkap Doa Arab dan Artinya

4. Berangkat Lebih Awal ke Masjid

Salah satu sunnah yang sering diabaikan adalah datang lebih awal ke masjid. Padahal, dalam hadis disebutkan bahwa semakin awal seseorang datang, semakin besar pahala yang diperoleh.

Menurut penjelasan dalam kitab Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab karya Imam Nawawi, bersegera menuju masjid menunjukkan kesungguhan dalam beribadah dan kesiapan hati untuk menerima nasihat dalam khutbah.

5. Berjalan Kaki Jika Mampu

Berjalan kaki menuju masjid juga termasuk sunnah yang dianjurkan, selama memungkinkan. Setiap langkah yang ditempuh dicatat sebagai pahala dan menghapus dosa.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa kaki yang berdebu di jalan Allah akan dijauhkan dari api neraka. Ini menunjukkan bahwa perjalanan menuju ibadah pun memiliki nilai spiritual tersendiri.

6. Membaca Doa Saat Keluar Rumah

Sebelum berangkat, dianjurkan membaca doa sebagai bentuk tawakal kepada Allah. Doa ini berisi permohonan perlindungan, keikhlasan, serta harapan agar ibadah diterima.

Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ إِلَى الصَّلَاةِ فَقَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِينَ عَلَيْكَ وَأَسْأَلُكَ بِحَقِّ مَمْشَايَ هَذَا فَإِنِّي لَمْ أَخْرُجْ أَشَرًا وَلَا بَطَرًا وَلَا رِيَاءً وَلَا سُمْعَةً وَخَرَجْتُ اتِّقَاءَ سُخْطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُعِيذَنِي مِنْ النَّارِ وَأَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ أَقْبَلَ اللَّهُ عَلَيْهِ بِوَجْهِهِ وَاسْتَغْفَرَ لَهُ سَبْعُونَ أَلْفِ مَلَكٍ Ba

Artinya: "Barang Siapa keluar dari rumahnya untuk sholat (ke masjid), maka berdoalah "Ya Allah aku meminta kepada-Mu dengan hak peminta kepada-Mu, dan aku juga meminta dengan hak jalan ku ini. Sesungguhnya aku keluar bukan untuk keburukan, bukan untuk kesombongan, bukan untuk riya' dan bukan untuk dipuji. Aku keluar agar terhindar dari murka-Mu dan mengharap ridha-Mu. Maka aku meminta agar engkau melindungi ku dari siksa neraka dan mengampuni dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau".

Amalan ini dijelaskan dalam berbagai hadis, yang menekankan pentingnya niat yang lurus saat menuju masjid, bukan untuk pamer atau riya’, tetapi semata-mata mencari ridha Allah.

7. Memperbanyak Dzikir dan Shalawat

Selain persiapan fisik, persiapan spiritual juga sangat penting. Memperbanyak dzikir dan shalawat kepada Nabi menjadi amalan yang dianjurkan di hari Jumat.

Dalam buku Riyadhus Shalihin, dijelaskan bahwa hari Jumat adalah waktu yang istimewa untuk memperbanyak doa dan shalawat karena peluang dikabulkannya doa lebih besar.

Baca juga: Doa Keluar Rumah: Amalan Agar Selamat dan Dijauhkan dari Kejahatan

Lebih dari Sekadar Rutinitas

Serangkaian sunnah sebelum shalat Jumat sejatinya bukan hanya aktivitas tambahan, tetapi bagian dari proses mempersiapkan diri secara utuh, lahir dan batin.

Dari mandi hingga datang lebih awal, semuanya mengajarkan satu hal, bahwa ibadah bukan hanya tentang pelaksanaan, tetapi juga tentang kesiapan dan kesungguhan.

Menyambut Jumat dengan Kesadaran

Ketika seseorang mulai memperhatikan sunnah-sunnah ini, shalat Jumat tidak lagi terasa sebagai kewajiban mingguan semata. Ia berubah menjadi momen refleksi, penguatan iman, sekaligus sarana memperbaiki diri.

Karena pada akhirnya, yang dinilai bukan hanya kehadiran di masjid, tetapi bagaimana hati benar-benar hadir dalam setiap panggilan-Nya.

Dan di situlah, Jumat menjadi lebih dari sekadar hari, ia menjadi kesempatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Museum Haramain di Makkah, Wisata Sejarah Islam Dekat Masjidil Haram yang Bisa Diakses Gratis
Museum Haramain di Makkah, Wisata Sejarah Islam Dekat Masjidil Haram yang Bisa Diakses Gratis
Aktual
Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Diprioritaskan Tempati Hotel Terdekat Masjid Nabawi
Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Diprioritaskan Tempati Hotel Terdekat Masjid Nabawi
Aktual
Bagasi Jemaah Haji Indonesia Tertinggal di Arab Saudi, Kemenhaj Pastikan Tetap Dikirim
Bagasi Jemaah Haji Indonesia Tertinggal di Arab Saudi, Kemenhaj Pastikan Tetap Dikirim
Aktual
Nama-Nama Bulan Hijriah dan Artinya, Urut dari Muharram hingga Dzulhijjah
Nama-Nama Bulan Hijriah dan Artinya, Urut dari Muharram hingga Dzulhijjah
Aktual
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi: Dasar Perhitungan, Jumlah Hari, dan Awal Bulan
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi: Dasar Perhitungan, Jumlah Hari, dan Awal Bulan
Aktual
Gus Yahya Apresiasi Pelatihan 5.000 Pengasuh Pesantren Hadapi Era Disrupsi
Gus Yahya Apresiasi Pelatihan 5.000 Pengasuh Pesantren Hadapi Era Disrupsi
Aktual
Tersembunyi di Masjid Nabawi, Museum Ini Simpan Al-Quran Berusia Lebih dari 800 Tahun
Tersembunyi di Masjid Nabawi, Museum Ini Simpan Al-Quran Berusia Lebih dari 800 Tahun
Aktual
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi, dari Sistem Perhitungan hingga Penentuan Awal Bulan
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi, dari Sistem Perhitungan hingga Penentuan Awal Bulan
Aktual
 300 Mahasantri Penerima Beasiswa PWNU Jatim Ikuti Daurah Aswaja 2026
300 Mahasantri Penerima Beasiswa PWNU Jatim Ikuti Daurah Aswaja 2026
Aktual
Pasar Kakiyah Makkah, Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia untuk Belanja Oleh-oleh
Pasar Kakiyah Makkah, Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia untuk Belanja Oleh-oleh
Aktual
Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Diberangkatkan dari Makkah ke Madinah
Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Diberangkatkan dari Makkah ke Madinah
Aktual
Cara Download Sertifikat Haji 2026 Menggunakan QR Code di Kartu Nusuk
Cara Download Sertifikat Haji 2026 Menggunakan QR Code di Kartu Nusuk
Aktual
Arab Saudi Hijaukan Gurun dan Lindungi Laut Merah, Ambisi Besar Menuju Visi 2030 Jadi Sorotan Dunia
Arab Saudi Hijaukan Gurun dan Lindungi Laut Merah, Ambisi Besar Menuju Visi 2030 Jadi Sorotan Dunia
Aktual
Menag: Santri Harus Tampil Jadi Pemimpin Bangsa, Pesantren Kunci Hadapi Tantangan Zaman
Menag: Santri Harus Tampil Jadi Pemimpin Bangsa, Pesantren Kunci Hadapi Tantangan Zaman
Aktual
Wamenhaj: Hampir 17.000 Haji Tempati Hotel bintang 4 dan 5 di Madinah
Wamenhaj: Hampir 17.000 Haji Tempati Hotel bintang 4 dan 5 di Madinah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com