KOMPAS.com – Hari Jumat bukan sekadar penanda akhir pekan bagi umat Islam, melainkan momentum istimewa yang penuh keberkahan.
Dalam berbagai riwayat, Nabi Muhammad SAW menyebut Jumat sebagai sayyidul ayyam (penghulu segala hari).
Di hari ini, kaum muslimin, khususnya laki-laki memiliki kewajiban menunaikan shalat Jumat. Namun, tidak berhenti di situ. Ada sejumlah amalan sunnah sebelum shalat Jumat yang dianjurkan untuk dilakukan sebagai bentuk persiapan lahir dan batin.
Lantas, apa saja amalan yang sebaiknya dilakukan sebelum berangkat ke masjid?
Kewajiban shalat Jumat ditegaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 9–10.
Ayat ini memerintahkan umat Islam untuk segera menuju dzikir kepada Allah saat azan dikumandangkan dan meninggalkan aktivitas duniawi.
Dalam tafsirnya, Buya Hamka melalui Tafsir Al-Azhar menjelaskan bahwa perintah ini bukan sekadar ajakan, melainkan kewajiban yang menunjukkan pentingnya menghadiri shalat Jumat tepat waktu dengan kesiapan yang baik.
Baca juga: Khutbah Jumat Dzulqadah: Keutamaan Bulan Haram dan Momentum Muhasabah Diri
Berbagai hadis Nabi dan penjelasan ulama menyebutkan beberapa amalan sunnah yang dapat dilakukan sebelum shalat Jumat.
Amalan ini tidak hanya meningkatkan pahala, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap hari yang mulia ini.
Mandi Jumat menjadi salah satu sunnah yang paling ditekankan. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan orang yang mandi lalu berangkat lebih awal ke masjid.
Dalam buku Ringkasan Shahih Al-Bukhari yang disusun oleh Imam Az-Zabidi dijelaskan bahwa setiap langkah menuju Jumat memiliki nilai pahala yang besar, bahkan diibaratkan seperti berkurban sesuai waktu keberangkatannya.
Selain mandi, dianjurkan pula menggunakan wewangian dan membersihkan mulut dengan siwak.
Dalam hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan bahwa Jumat adalah hari raya bagi umat Islam, sehingga disunnahkan untuk tampil bersih dan harum.
Hal ini mencerminkan adab sosial dalam Islam, yaitu menjaga kenyamanan orang lain saat berkumpul di masjid.
Dalam kitab Fiqh As-Sunnah karya Sayyid Sabiq, disebutkan bahwa kebersihan fisik menjadi bagian dari kesempurnaan ibadah, termasuk saat menghadiri shalat Jumat.
Islam sangat memperhatikan penampilan ketika beribadah. Dalam Surah Al-A’raf ayat 31, Allah memerintahkan manusia untuk memakai pakaian terbaik saat ke masjid.
يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ
Artinya: "Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."
Para ulama menjelaskan bahwa mengenakan pakaian terbaik bukan berarti harus mahal, tetapi bersih, rapi, dan layak. Ini mencerminkan penghormatan terhadap ibadah dan tempat suci.
Baca juga: 7 Amalan Subuh Pembuka Rezeki, Lengkap Doa Arab dan Artinya
Salah satu sunnah yang sering diabaikan adalah datang lebih awal ke masjid. Padahal, dalam hadis disebutkan bahwa semakin awal seseorang datang, semakin besar pahala yang diperoleh.
Menurut penjelasan dalam kitab Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab karya Imam Nawawi, bersegera menuju masjid menunjukkan kesungguhan dalam beribadah dan kesiapan hati untuk menerima nasihat dalam khutbah.
Berjalan kaki menuju masjid juga termasuk sunnah yang dianjurkan, selama memungkinkan. Setiap langkah yang ditempuh dicatat sebagai pahala dan menghapus dosa.
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa kaki yang berdebu di jalan Allah akan dijauhkan dari api neraka. Ini menunjukkan bahwa perjalanan menuju ibadah pun memiliki nilai spiritual tersendiri.
Sebelum berangkat, dianjurkan membaca doa sebagai bentuk tawakal kepada Allah. Doa ini berisi permohonan perlindungan, keikhlasan, serta harapan agar ibadah diterima.
Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda,
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ إِلَى الصَّلَاةِ فَقَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِينَ عَلَيْكَ وَأَسْأَلُكَ بِحَقِّ مَمْشَايَ هَذَا فَإِنِّي لَمْ أَخْرُجْ أَشَرًا وَلَا بَطَرًا وَلَا رِيَاءً وَلَا سُمْعَةً وَخَرَجْتُ اتِّقَاءَ سُخْطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُعِيذَنِي مِنْ النَّارِ وَأَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ أَقْبَلَ اللَّهُ عَلَيْهِ بِوَجْهِهِ وَاسْتَغْفَرَ لَهُ سَبْعُونَ أَلْفِ مَلَكٍ Ba
Artinya: "Barang Siapa keluar dari rumahnya untuk sholat (ke masjid), maka berdoalah "Ya Allah aku meminta kepada-Mu dengan hak peminta kepada-Mu, dan aku juga meminta dengan hak jalan ku ini. Sesungguhnya aku keluar bukan untuk keburukan, bukan untuk kesombongan, bukan untuk riya' dan bukan untuk dipuji. Aku keluar agar terhindar dari murka-Mu dan mengharap ridha-Mu. Maka aku meminta agar engkau melindungi ku dari siksa neraka dan mengampuni dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau".
Amalan ini dijelaskan dalam berbagai hadis, yang menekankan pentingnya niat yang lurus saat menuju masjid, bukan untuk pamer atau riya’, tetapi semata-mata mencari ridha Allah.
Selain persiapan fisik, persiapan spiritual juga sangat penting. Memperbanyak dzikir dan shalawat kepada Nabi menjadi amalan yang dianjurkan di hari Jumat.
Dalam buku Riyadhus Shalihin, dijelaskan bahwa hari Jumat adalah waktu yang istimewa untuk memperbanyak doa dan shalawat karena peluang dikabulkannya doa lebih besar.
Baca juga: Doa Keluar Rumah: Amalan Agar Selamat dan Dijauhkan dari Kejahatan
Serangkaian sunnah sebelum shalat Jumat sejatinya bukan hanya aktivitas tambahan, tetapi bagian dari proses mempersiapkan diri secara utuh, lahir dan batin.
Dari mandi hingga datang lebih awal, semuanya mengajarkan satu hal, bahwa ibadah bukan hanya tentang pelaksanaan, tetapi juga tentang kesiapan dan kesungguhan.
Ketika seseorang mulai memperhatikan sunnah-sunnah ini, shalat Jumat tidak lagi terasa sebagai kewajiban mingguan semata. Ia berubah menjadi momen refleksi, penguatan iman, sekaligus sarana memperbaiki diri.
Karena pada akhirnya, yang dinilai bukan hanya kehadiran di masjid, tetapi bagaimana hati benar-benar hadir dalam setiap panggilan-Nya.
Dan di situlah, Jumat menjadi lebih dari sekadar hari, ia menjadi kesempatan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang