Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Keluar Rumah: Amalan Agar Selamat dan Dijauhkan dari Kejahatan

Kompas.com, 10 April 2026, 12:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Setiap langkah keluar rumah sejatinya adalah perjalanan menuju hal yang tak sepenuhnya bisa diprediksi.

Ada yang berangkat dengan harapan pulang membawa kabar baik, ada pula yang menyimpan kecemasan kecil tentang apa yang mungkin terjadi di luar sana.

Dalam situasi yang serba tidak pasti itu, Islam menghadirkan satu amalan sederhana namun penuh makna, doa keluar dan masuk rumah.

Ia bukan sekadar rutinitas, melainkan perlindungan spiritual yang menyertai setiap langkah seorang muslim.

Baca juga: Hati-hati, Ini Penyebab Doa Sulit Diijabah Menurut Islam

Rumah dan Perjalanan: Dua Ruang yang Penuh Risiko

Rumah sering dipandang sebagai tempat paling aman. Di sanalah seseorang beristirahat, berkumpul dengan keluarga, dan menenangkan diri.

Namun ketika melangkah keluar, dunia menawarkan berbagai kemungkinan, baik rezeki maupun risiko.

Dalam perspektif Islam, perlindungan tidak hanya diupayakan secara fisik, tetapi juga spiritual.

Doa menjadi bentuk kesadaran bahwa manusia tidak sepenuhnya mampu menjaga dirinya tanpa pertolongan Allah SWT.

Dalam Al-Qur’an, konsep tawakal selalu berdampingan dengan ikhtiar. Artinya, usaha dilakukan, tetapi hati tetap bersandar kepada Allah.

Baca juga: Doa Bersin dan Jawabannya Lengkap Sesuai Sunnah, Ini Adabnya

Doa Keluar Rumah: Perlindungan Sejak Langkah Pertama

Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus yang dibaca saat hendak keluar rumah. Doa ini mengandung makna penyerahan diri sekaligus permohonan perlindungan.

بِاسْمِ اللّٰهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللّٰهِ وَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللّٰهِ

Bismillāhi tawakkaltu ‘alallāhi wa lā haula wa lā quwwata illā billāh.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada-Nya. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.”

Hadis tentang doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan lainnya. Dalam penjelasan Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, disebutkan bahwa orang yang membaca doa ini akan mendapatkan tiga jaminan: dicukupkan, dilindungi, dan diberi petunjuk.

Lebih lanjut, dalam syarah kitab tersebut oleh Syaikh Muhyiddin Dib dijelaskan:

  • Kufiita: dicukupkan dari berbagai urusan dunia dan akhirat
  • Wuqiita: dijaga dari gangguan dan kejahatan
  • Hudiita: diberi petunjuk dalam setiap langkah

Makna ini menunjukkan bahwa doa bukan hanya ucapan, tetapi perlindungan menyeluruh bagi seorang hamba.

Doa Masuk Rumah: Mengundang Keberkahan dan Ketenteraman

Setelah beraktivitas di luar, kembali ke rumah juga diajarkan dengan doa. Tujuannya bukan hanya keselamatan, tetapi juga keberkahan bagi seluruh penghuni rumah.

اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلِجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ، بِاسْمِ اللّٰهِ وَلَجْنَا، وَبِاسْمِ اللّٰهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى اللّٰهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

Allāhumma innī as’aluka khairal mauliji wa khairal makhraji, bismillāhi walajnā wa bismillāhi kharajnā wa ‘alallāhi rabbinā tawakkalnā.

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan tempat masuk dan kebaikan tempat keluar. Dengan nama-Mu kami masuk dan dengan nama-Mu kami keluar, serta kepada-Mu kami bertawakal.”

Doa ini menjadi simbol bahwa rumah bukan sekadar bangunan, tetapi ruang yang diharapkan dipenuhi ketenangan dan perlindungan dari segala keburukan.

Baca juga: Doa dan Dzikir Sebelum Tidur: Amalan Sunnah agar Malam Lebih Tenang dan Dilindungi Allah

Mengucap Salam: Adab yang Mengundang Rahmat

Selain doa, Islam juga menekankan pentingnya mengucapkan salam saat masuk rumah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah An-Nur ayat 61.

Salam bukan hanya sapaan, tetapi doa keberkahan. Dalam hadis riwayat Anas bin Malik, Nabi Muhammad menegaskan bahwa mengucapkan salam saat masuk rumah akan mendatangkan keberkahan bagi diri sendiri dan keluarga.

Dalam buku Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi juga menjelaskan bahwa salam adalah kunci terciptanya suasana damai dalam kehidupan sehari-hari.

Adab Keluar Rumah: Lebih dari Sekadar Berangkat

Doa tidak berdiri sendiri. Ia dilengkapi dengan adab atau etika yang menjadi bagian dari kesempurnaan amal. Beberapa adab yang dianjurkan antara lain:

Pertama, keluar dengan penuh kesadaran dan niat yang baik. Setiap langkah hendaknya diniatkan sebagai bagian dari ibadah, baik untuk bekerja, belajar, maupun aktivitas lainnya.

Kedua, membaca doa dengan keyakinan, bukan sekadar hafalan. Keyakinan inilah yang menjadi inti dari tawakal.

Ketiga, berpamitan dan mengucap salam kepada keluarga. Ini memperkuat hubungan emosional sekaligus membawa keberkahan.

Keempat, menjaga perilaku selama di luar rumah. Perlindungan dari Allah juga terkait dengan bagaimana seseorang menjaga dirinya dari perbuatan yang tidak baik.

Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa adab dalam kehidupan sehari-hari merupakan bagian dari ibadah yang sering kali dianggap sederhana, tetapi memiliki dampak besar.

Dimensi Psikologis: Rasa Aman yang Tumbuh dari Doa

Menariknya, doa keluar dan masuk rumah tidak hanya berdampak spiritual, tetapi juga psikologis.

Ketika seseorang membaca doa, ia secara tidak langsung menanamkan sugesti positif dalam dirinya.

Dalam kajian modern, praktik spiritual seperti doa dan dzikir terbukti membantu menenangkan pikiran dan mengurangi kecemasan. Hal ini sejalan dengan konsep tawakal dalam Islam.

Ketika seseorang merasa dilindungi, ia menjadi lebih tenang, lebih fokus, dan tidak mudah panik dalam menghadapi situasi yang tidak terduga.

Baca juga: Doa Nabi Musa agar Dapat Jodoh dan Rezeki, Bisa Diamalkan

Antara Ikhtiar dan Tawakal

Doa tidak menggantikan usaha. Mengunci pintu, menjaga keselamatan, dan berhati-hati tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan.

Namun doa melengkapi semua itu dengan dimensi yang tidak terlihat. Ia menjadi pengingat bahwa di balik setiap usaha, ada kekuasaan Allah yang menentukan hasilnya.

Dalam buku La Tahzan, Aidh al-Qarni menekankan bahwa ketenangan hati lahir dari keyakinan bahwa segala sesuatu berada dalam kendali Allah.

Perlindungan yang Dimulai dari Hal Sederhana

Doa keluar dan masuk rumah mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar. Ia menjadi pelindung dari hal-hal yang tidak terlihat, sekaligus penguat hati dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, amalan ini mengajarkan satu hal penting: bahwa keamanan sejati bukan hanya berasal dari usaha manusia, tetapi juga dari perlindungan Allah SWT.

Maka, setiap kali melangkah keluar dan kembali pulang, ada doa yang bisa menjadi pengiring. Bukan hanya sebagai rutinitas, tetapi sebagai bentuk harapan agar setiap perjalanan selalu dalam penjagaan-Nya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kiai Cholil Nafis Ajak Jemaah Haji Doakan Indonesia saat Wukuf di Arafah
Kiai Cholil Nafis Ajak Jemaah Haji Doakan Indonesia saat Wukuf di Arafah
Aktual
Alur Lempar Jamarat Saat Puncak Haji 2026, Jemaah Wajib Tahu
Alur Lempar Jamarat Saat Puncak Haji 2026, Jemaah Wajib Tahu
Aktual
Cak Imin Minta Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji di Armuzna
Cak Imin Minta Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji di Armuzna
Aktual
PPIH Arab Saudi Siagakan Pos Kesehatan di Arafah dan Mina Saat Puncak Haji
PPIH Arab Saudi Siagakan Pos Kesehatan di Arafah dan Mina Saat Puncak Haji
Aktual
PPIH Arab Saudi Gelar Safari Wukuf untuk Jamaah Haji Lansia dan Sakit
PPIH Arab Saudi Gelar Safari Wukuf untuk Jamaah Haji Lansia dan Sakit
Aktual
Jamaah Asal Sidrap Tempati Tenda Maktab 60 Mina Jelang Puncak Ibadah Haji
Jamaah Asal Sidrap Tempati Tenda Maktab 60 Mina Jelang Puncak Ibadah Haji
Aktual
Tips Membuang Panas Tubuh Saat Armuzna ketika Puncak Haji
Tips Membuang Panas Tubuh Saat Armuzna ketika Puncak Haji
Aktual
Bacaan Bilal Sholat Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Bacaan Bilal Sholat Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Aktual
Matahari Tepat di Atas Ka'bah pada Hari Arafah 2026, Fenomena Langka 33 Tahunan
Matahari Tepat di Atas Ka'bah pada Hari Arafah 2026, Fenomena Langka 33 Tahunan
Aktual
Tujuh Calon Haji Asal Riau Wafat di Tanah Suci, Kemenhaj Pastikan Hak Jamaah Dipenuhi
Tujuh Calon Haji Asal Riau Wafat di Tanah Suci, Kemenhaj Pastikan Hak Jamaah Dipenuhi
Aktual
Shalat Idul Adha 2026 Mulai Jam Berapa? Cek Jadwal Lengkap dan Penjelasan MUI
Shalat Idul Adha 2026 Mulai Jam Berapa? Cek Jadwal Lengkap dan Penjelasan MUI
Aktual
Timwas Haji DPR Minta Petugas Waspadai Situasi Tak Terduga di Armuzna
Timwas Haji DPR Minta Petugas Waspadai Situasi Tak Terduga di Armuzna
Aktual
Musyrif Diny Haji Ajak Jemaah Perbanyak Doa dan Zikir Jelang Wukuf di Arafah
Musyrif Diny Haji Ajak Jemaah Perbanyak Doa dan Zikir Jelang Wukuf di Arafah
Aktual
PPIH Arab Saudi Bagikan Paket Vitamin untuk Jaga Stamina Jamaah Haji Lansia
PPIH Arab Saudi Bagikan Paket Vitamin untuk Jaga Stamina Jamaah Haji Lansia
Aktual
Takbir Idul Adha 2026 Mulai Kapan? Ini Jadwal dan Bacaan Lengkap Arab, Latin, & Arti
Takbir Idul Adha 2026 Mulai Kapan? Ini Jadwal dan Bacaan Lengkap Arab, Latin, & Arti
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com