Editor
KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur resmi melarang pedagang takjil berjualan sebelum pukul 15.00 WIB selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kebijakan ini diberlakukan untuk menjaga kekhusyukan ibadah puasa serta menciptakan suasana siang hari yang tertib dan kondusif.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menegaskan bahwa pedagang yang melanggar ketentuan tersebut akan ditertibkan sesuai aturan yang berlaku.
“Jika ada pedagang menjual atau melayani pembeli secara terbuka sebelum waktu yang telah ditentukan, maka akan ditertibkan dan ditindak sesuai aturan berlaku,” ujar Iskandar di Aceh Timur, Jumat.
Tak hanya pedagang takjil, pemilik warung, kafe, dan restoran juga diingatkan untuk tidak melayani makan dan minum secara terbuka pada siang hari selama Ramadhan.
Pemerintah daerah turut mengimbau masyarakat agar tidak makan, minum, maupun merokok secara terbuka di tempat umum demi menjaga suasana ibadah tetap khusyuk.
Selain itu, penggunaan petasan, mercon, dan kembang api juga dilarang karena berpotensi mengganggu pelaksanaan ibadah, terutama saat Shalat Tarawih.
Pemkab Aceh Timur juga meminta pelaku usaha tempat hiburan dan usaha tertentu untuk menyesuaikan jam operasional sesuai ketentuan yang berlaku agar tidak mengganggu aktivitas ibadah masyarakat selama Ramadhan.
Kepada para orang tua, Iskandar mengajak untuk lebih aktif mengawasi anak-anak dan remaja agar tidak terlibat dalam kegiatan negatif.
“Kami mengajak generasi muda mengisi waktu dengan kegiatan positif seperti tadarus, pengajian, dan aktivitas keagamaan lainnya,” katanya.
Bupati Iskandar juga mengajak masyarakat memperbanyak zikir, membaca Al Quran, serta melaksanakan shalat wajib dan sunah seperti Tarawih berjamaah.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga diri dari perbuatan maksiat yang dapat mengurangi nilai ibadah.
Baca juga: Menyentuh Jejak Rasul di Bogor, Wisata Religi Ramadhan yang Bikin Hati Bergetar
Pemerintah daerah berharap Ramadhan tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh keberkahan.
“Kami berharap Ramadhan tahun ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keimanan dan kebersamaan di tengah masyarakat Aceh Timur,” tutup Iskandar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang