Penulis
KOMPAS.com - Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengatur hubungan dengan Sang Pencipta, tetapi juga sesama manusia. Hubungan dengan Sang Pencipta disebut hablum minallah yang mencakup segala macam ibadah. Sedangkan hubungan dengan sesama manusia disebut dengan hablum minannas yang salah satunya disebut muamalah.
Muamalah diatur dalam Islam untuk menjunjung tinggi asal keadilan. Tidak ada pihak yang dizalimi atau dirugikan dalam interaksi antar sesama manusia, khususnya yang berkaitan dengan aspek sosial ekonomi.
Baca juga: Taaruf dalam Islam: Pengertian, Adab, dan Tujuannya
Secara bahasa, muamalah berasal dari kata ‘amala-yu’amilu-mu’amalatan wa ‘imalan, yang memiliki arti berinteraksi dan bekerja. Sedangkan secara istilah, muamalah adalah hubungan antar manusia dalam memperoleh dan mengembangkan harta benda atau kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia.
Nasrun Haroen dalam buku Fiqih Muamalah mendefinisikan muamalah sebagai hubungan antara manusia dalam usaha mendapatkan alat-alat kebutuhan jasmaniah dengan cara sebaik-baiknya sesuai dengan ajaran-ajaran dan tuntutan agama.
Intinya, muamalah adalah hubungan sesama manusia terkait dengan harta atau kegiatan transaksi ekonomi.
Hukum mualamah pada dasarnya mubah atau diperbolehkan. Hal ini didasarkan pada kaidah ushul fikih 'Pada dasarnya muamalah itu boleh dan halal hingga ada dalil yang tegak untuk melarangnya'.
Muamalah tidak dapat lepas dari kehidupan manusia. Untuk mengupayakan ekonomi, manusia harus berinteraksi dengan manusia lainnya, entah itu dalam bentuk jual beli, jasa sewa, utang piutang, dan aktivitas bernilai ekonomi lainnya.
Untuk itu, Islam mengatur sedemikian rupa masalah muamalah sehingga tercipta kemaslahatan bersama, tegaknya keadilan, dan tidak ada kezaliman di dalamnya.
Baca juga: Takziyah: Doa, Keutamaan, dan Adab-adabnya
Dalam Al Quran, ada beberapa ayat yang terkait muamalah. Yang paling utama adalah jangan sampai memakan harta orang lain dengan cara yang zalim. Prinsip ini disampaikan dalam Al Quran surat An Nisa ayat 29.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنكُمْ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu."
Selain ayat di atas, ada beberapa ayat yang menjelaskan terkait muamalah
1. Q.S Al Baqarah ayat 275 tentang bolehnya jual beli dan haramnya riba.
2. Q.S. Al Baqarah ayat 282 tentang perintah mencatat utang piutang.
3. Q.S Al Maidah ayat 1 tentang perintah mematuhi akad-akad yang telah dibuat.
4. Q.S. Al Muthaffifin ayat 1-3 tentang larangan curang dalam hal timbangan dan takaran.
Baca juga: Adab-adab Bertetangga dalam Islam Lengkap dengan Dalilnya
Hairul Hidayah dalam Buku Ajar Fiqih Ibadah & Muamalah menyebut ada dua ruang lingkup muamalah, yaitu:
Muamalah adabiyah adalah aspek muamalah yang fokus pada perilaku dan adab dalam bernuamalah. Ruang lingkup muamalah yang bersifat adabiyah adalah:
Muamalah madiyah adalah aspek muamalah terkait dengan transaksi ekonomi. Ruang lingkup muamalah madiyah adalah
Baca juga: 10 Adab Berdoa Menurut Imam Al-Ghazali agar Doa Dikabulkan
Sebelum melakukan muamalah, penting untuk memahami prinsip-prinsipnya agar transaksi berjalan sesuai syariat dan tidak ada kezaliman di dalamnya. Berikut ini prinsip-prinsip muamalah dalam Islam:
1. Shidq (Kejujuran), kejujuran penting untuk menghindari penipuan dan ada pihak yang dirugikan.
2. Wudhuh (Transparansi), transparansi adalah kejelasan informasi tentang barang atau jasa dalam muamalah.
3. Taraadhi (Saling Ridha), saling ridha artinya tidak ada paksaan. Prinsip ini akan menimbulkan kenyamanan antara dua belah pihak yang bermuamalah.
4. ‘Adl (Keadilan), keadilan akan membuat dua pihak yang bermuamalah menjadi puas dengan transaksi yang terjadi.
5. Amanah (Kepercayaan), amanah artinya menjaga hak dan tanggung jawab yang sudah disepakati bersama.
Muamalah dalam kehidupan sehari hari bisa didapat dengan mudah. Inilah beberapa contoh muamalah dalam kehidupan sehari-hari.
1. Jual beli di pasar,
2. Rental mogil, motor, kamera, peralatan pesta, dll.
3. Utang piutang baik lewat bank maupun secara personal,
4. Bekerja di suatu perusahaan;
5. Undian dan sayembara berhadiah.
Masih banyak contoh muamalah dalam Islam. Setiap transaksi bernilai ekonomi dalam Islam termasuk dalam muamalah.
Baca juga: Ziarah Kubur: Doa, Adab, dan Keutamaannya
Muamalah suatu keharusan dalam kehidupan sosial. Manusia tidak bisa berdiri sendiri dalam mengupayakan kehidupan, terutama kaitannya dengan kegiatan ekonomi.
Agar muamalah memenuhi prinsip keadilan dan tidak ada kezaliman di dalamnya, maka prinsip-prinsip dalam muamalah harus ditegakkan.
Dengan adanya muamalah, akan tercapai masalahat dalam kehidupan yang pada akhirnya menghadirkan kesejahteraan, kedamaian, dan keteraturan dalam masyarakat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang