Editor
KOMPAS.com-Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau perkembangan pembangunan fasilitas rumah ibadah di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Minggu (11/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Agama memastikan percepatan pembangunan sarana peribadatan yang dirancang sebagai pusat spiritual sekaligus simbol kerukunan umat beragama di IKN.
Nasaruddin menyampaikan bahwa saat ini proses konstruksi difokuskan pada dua bangunan utama, yakni Masjid Negara dan Gereja Basilika.
Baca juga: Kesiapan Masjid Negara IKN untuk Aktivitas Ramadan 1447 Hijriyah
Ia menegaskan, kawasan tersebut ke depan akan dikembangkan sebagai kompleks rumah ibadah lintas agama yang inklusif.
“Saat ini Masjid Negara dan Basilika sedang berproses, dan ke depannya seluruh rumah ibadah lintas agama akan dibangun dalam satu kawasan yang saling berdekatan,” ujar Nasaruddin.
Kepala Petugas Konstruksi, Evry, menjelaskan bahwa rumah ibadah bagi umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu dirancang berdampingan secara harmonis di kawasan IKN.
Evry menambahkan bahwa tahap awal pembangunan memang difokuskan pada Masjid Negara dan Gereja Basilika, namun rencana jangka panjang mencakup pembangunan klenteng besar, vihara, dan pura yang terintegrasi.
Baca juga: Masjid Negara IKN Siap Digunakan Menyambut Ramadan 1447 H, Kemenag Pastikan Fasilitas Lengkap
Pembangunan Masjid Negara di IKN telah mencapai sekitar 90 persen dengan kapasitas hingga 60.000 jemaah.
Masjid tersebut dilengkapi menara minaret setinggi 99 meter yang melambangkan 99 nama Allah atau Asmaul Husna.
Sementara itu, pembangunan Gereja Basilika juga menunjukkan kemajuan signifikan dari sisi struktur dan desain arsitektur.
Dari tampak udara, bangunan Gereja Basilika dirancang membentuk simbol salib sebagai identitas visual utama.
Gereja ini memiliki kapasitas sekitar 1.600 umat dan dilengkapi fasilitas pendukung, seperti Wisma Uskup, Jalan Salib, Taman Goa Maria, serta Gedung Kolaborasi Lintas Agama.
Selain meninjau progres fisik, Menteri Agama turut memberikan masukan teknis dan estetika terhadap kedua bangunan tersebut.
Ia menyarankan penambahan ornamen dinding serta pengaturan pencahayaan artistik guna memperkuat nuansa spiritual di Masjid Negara maupun Gereja Basilika.
Nasaruddin berharap seluruh fasilitas rumah ibadah tersebut dapat segera rampung dan dimanfaatkan oleh masyarakat serta pegawai di IKN.
Ia menilai keberadaan sarana peribadatan menjadi semakin penting menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
“Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan segera selesai agar bisa dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah dan memperkuat ukhuwah di lingkungan IKN,” ujar Nasaruddin.
Pembangunan kompleks rumah ibadah di IKN diharapkan menjadi representasi nyata visi Indonesia dalam menjunjung tinggi toleransi dan moderasi beragama di tengah pembangunan ibu kota baru.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang