Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 PTKIN Tembus 100 Besar Kampus Nasional Versi Webometrics Awal 2026

Kompas.com, 11 Januari 2026, 09:00 WIB
Khairina

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com-Pemeringkatan Webometrics awal 2026 mencatat sebanyak 3.695 perguruan tinggi di Indonesia masuk dalam data peringkat nasional.

Dari jumlah tersebut, tujuh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berhasil menembus jajaran 100 besar perguruan tinggi nasional.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron menyebut capaian tersebut menunjukkan PTKIN semakin berkembang dan kompetitif dibandingkan perguruan tinggi umum.

“PTKIN terus berkembang dan makin kompetitif, bahkan dibanding perguruan tinggi umum, dan berdasarkan rilis terbaru Webometrics ada tujuh PTKIN yang masuk 100 besar,” ujar Sahiron di Jakarta, Sabtu (10/1/2026), dilansir dari laman Kemenag.

Baca juga: Pengisian PDSS SPAN-PTKIN 2026 Dibuka Hari Ini, Sekolah Diminta Teliti

Ia menegaskan Kementerian Agama akan terus memperkuat kualitas PTKIN, terutama pada bidang riset dan publikasi ilmiah.

“Kami akan terus melakukan penguatan, terutama pada riset dan publikasi hasil penelitian di jurnal nasional maupun internasional,” kata Sahiron.

Adapun tujuh PTKIN yang masuk dalam 100 besar pemeringkatan perguruan tinggi nasional versi Webometrics Januari 2026 terdiri dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta di peringkat ke-27.

  1. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menempati peringkat ke-33 dalam pemeringkatan nasional tersebut.
  2. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung berada di posisi ke-38 versi Webometrics.
  3. Universitas Islam Negeri Ar Raniry menempati peringkat ke-47 dalam daftar perguruan tinggi nasional.
  4. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya atau UINSA berada di peringkat ke-72.
  5. Universitas Islam Negeri Mataram menempati posisi ke-78 secara nasional.
  6. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melengkapi daftar tujuh besar PTKIN dengan menempati peringkat ke-100.

Baca juga: PMB PTKIN 2026 Resmi Diluncurkan, Ini Kuota, Jalur Seleksi, dan Jadwal Lengkapnya

Selain itu, tiga PTKIN lainnya tercatat berada pada urutan berikutnya untuk 10 besar PTKIN nasional.

Ketiga kampus tersebut adalah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Universitas Islam Negeri Raden Fatah juga masuk dalam jajaran 10 besar PTKIN.

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau melengkapi daftar PTKIN dengan peringkat terbaik versi Webometrics awal 2026.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com