Editor
KOMPAS.com - Fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama resmi dimulai pada awal Juni 2026.
Kelompok terbang (Kloter) pertama Embarkasi Batam (BTH-1) menjadi rombongan perdana yang diberangkatkan dari Arab Saudi menuju Indonesia setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.
Sebanyak 445 jemaah diberangkatkan dari pemondokan di Makkah menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.
Baca juga: Jemaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi Enam Orang
Proses pemulangan dilakukan secara bertahap hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Sebanyak 445 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter BTH-1 diberangkatkan dari hotel pemondokan di Makkah menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada Minggu (31/5/2026) malam waktu Arab Saudi.
Baca juga: Seorang Jemaah Haji Asal Bengkulu Wafat, Jenazah akan Dimakamkan di Makkah
Para jemaah dijadwalkan lepas landas menuju Indonesia pada Senin (1/6) pukul 03.00 waktu Arab Saudi, menandai dimulainya fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama.
Prosesi pelepasan jemaah dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Teguh Dwi Nugroho bersama Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Ihsan Faisal.
Kepala Daker Makkah Ihsan Faisal mengatakan para jemaah terlihat bahagia dan antusias menjelang kepulangan ke Indonesia setelah menyelesaikan ibadah haji.
"Alhamdulillah tadi kita perhatikan, kita lihat para jemaah merasa bangga, senang, sehat-sehat, dan tentu semuanya sudah kangen Tanah Air, kangen keluarga, kangen rumah," ujar Ihsan usai melepas kepulangan jemaah haji di Hotel Safa Almurjan, Makkah, Minggu (31/5).
Menurut Ihsan, kondisi kesehatan jemaah secara umum terpantau baik sehingga proses pemulangan dapat berjalan lancar.
Ihsan menjelaskan pemulangan jemaah haji gelombang pertama akan berlangsung secara bertahap mulai 1 Juni 2026.
Pada fase ini, sebanyak 17 kloter dengan total 6.798 jemaah dijadwalkan diterbangkan dari Arab Saudi menuju berbagai embarkasi di Indonesia.
Proses pemulangan dilakukan setelah jemaah menyelesaikan seluruh rangkaian utama ibadah haji di Tanah Suci.
Sementara itu, berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 2026, jemaah haji yang tergabung dalam gelombang kedua akan mulai dipulangkan pada 16 hingga 30 Juni 2026 melalui Madinah.
Sebelum kembali ke Indonesia, jemaah gelombang kedua akan diberangkatkan terlebih dahulu dari Makkah menuju Madinah pada 7 Juni 2026.
Di Kota Nabawi tersebut, jemaah akan menjalani masa tinggal sekitar sembilan hari sebelum diterbangkan ke Tanah Air.
Ihsan mengimbau jemaah gelombang kedua untuk memanfaatkan waktu yang masih tersedia di Arab Saudi dengan memperbanyak aktivitas ibadah dan ziarah.
Menurutnya, kesempatan berada di Madinah dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas ibadah sebelum kembali ke Indonesia.
"Jemaah gelombang kedua bisa memanfaatkan waktu sebelum kepulangan dengan aktivitas yang bermanfaat dan bernilai ibadah. jemaah memiliki kesempatan untuk melaksanakan shalat di Masjid Nabawi, ziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW dan masuk ke Raudhah, hingga city tour ke beberapa tempat bersejarah," kata Ihsan.
Ia berharap seluruh jemaah dapat menjaga kesehatan dan memanfaatkan sisa waktu di Tanah Suci dengan kegiatan yang memberikan nilai spiritual dan pengalaman keagamaan yang berkesan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang