Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Luncurkan “Halal Goes to Campus” di Unpad, Mahasiswa Diajak Jadi Motor Industri Halal Global

Kompas.com, 4 Maret 2026, 12:52 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Kementerian Agama mulai menggencarkan edukasi halal bagi generasi muda melalui program “Halal Goes to Campus” yang resmi diluncurkan di Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (3/3/2026).

Program bertema “Ngobral (Ngobrolin Halal)” ini digelar di Auditorium Bale Sawala Unpad sebagai upaya memperkuat literasi halal di kalangan mahasiswa sekaligus membangun kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan banyak masyarakat Indonesia masih beranggapan semua produk yang beredar otomatis halal karena mayoritas penduduknya muslim.

Baca juga: GP Ansor Tegaskan Label Halal Tak Dihapus di Perjanjian Dagang RI–AS, Masyarakat Diminta Tak Terprovokasi

Padahal, menurut dia, kepastian halal tetap membutuhkan sistem dan regulasi yang jelas.

“Dalam Al-Qur’an, tepatnya QS Al-Baqarah ayat 168, disebutkan ‘yaa ayyuhannas’, yang berarti ditujukan kepada seluruh manusia. Artinya, halal bukan hanya anjuran bagi umat Islam, tetapi prinsip universal tentang kebaikan dan kebermanfaatan,” ujar Abu Rokhmad dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan, konsep halal dan tayib tidak hanya mencakup makanan dan minuman, tetapi juga obat-obatan, kosmetik, hingga berbagai produk lainnya.

Indonesia sendiri telah memiliki dasar hukum melalui Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, yang mengatur sistem sertifikasi dan label halal sebagai perlindungan bagi konsumen.

Menurut Abu Rokhmad, perkembangan industri halal kini semakin mendunia. Bahkan sejumlah negara di Asia seperti China dan Korea Selatan telah memiliki pusat halal dan banyak perusahaan asing yang mengajukan sertifikasi halal ke Indonesia.

“Kami ingin generasi muda memiliki pemahaman yang kuat tentang halal. Banyak perusahaan besar dari luar negeri juga meminta sertifikasi halal ke Indonesia. Ini peluang besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dan jejaring di industri halal,” katanya.

Ia juga mendorong perguruan tinggi membuka program studi terkait industri halal yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu seperti kimia, fisika, dan farmasi.

Riset farmasi halal, menurutnya, berpotensi menjadi kebanggaan nasional sekaligus membuka jalan lahirnya produk-produk farmasi halal dari Indonesia.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad Widya Setiabudi Sumadinata mengatakan konsep halal pada dasarnya tidak eksklusif bagi umat Islam.

Menurut dia, halal merupakan bagian dari fitrah manusia untuk hidup sehat dan sejahtera.

“Halal sebetulnya bukan sesuatu yang istimewa hanya untuk umat Islam. Halal adalah fitrah manusia. Jika ingin hidup sejahtera dan sehat secara fisik, ruhani, dan sosial, maka makanan yang dikonsumsi harus halal,” ujarnya.

Widya menilai kesadaran halal justru berkembang pesat di negara-negara Barat. Banyak negara nonmuslim yang mempercayai standar dan kualitas produk halal.

Namun Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia masih perlu memperkuat kesadaran terhadap sertifikasi dan ekosistem industri halal.

“Kita sebagai umat Islam kadang kurang aware dengan ekosistem halal itu sendiri, terutama dalam konteks bisnis dan sertifikasi. Mudah-mudahan kegiatan ini menginspirasi kita untuk mulai peduli dan sadar pentingnya mengonsumsi produk halal,” katanya.

Secara terpisah, Direktur Jaminan Produk Halal Fuad Nasar mengatakan kegiatan Halal Goes to Campus di Universitas Padjadjaran ini menjadi ajang edukasi sekaligus diseminasi kesadaran konsumsi dan gaya hidup halal bagi generasi muda.

Ia menilai penguatan literasi halal harus diiringi dengan pengembangan riset dan inovasi di lingkungan kampus.

“Sertifikasi produk halal perlu terus ditingkatkan volumenya, tetapi tidak boleh berhenti sampai di situ. Riset halal harus ditumbuhkan. Kuliah Kerja Nyata tematik tentang jaminan produk halal juga perlu didorong di kampus,” kata Fuad.

Baca juga: MUI Kritik Deal Prabowo–AS soal Produk Masuk RI Tanpa Sertifikat Halal

Program Halal Goes to Campus diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang tidak hanya memperkuat pemahaman halal dari sisi keagamaan, tetapi juga mendorong lahirnya ekosistem industri halal yang inklusif, modern, dan berbasis riset.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan Universitas Padjadjaran, pejabat eselon II Kementerian Agama, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar