Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Mukena Lebaran 2026: Model 2-in-1 hingga Bahan Silk Premium Jadi Favorit Muslimah

Kompas.com, 8 Maret 2026, 09:56 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber YouTube

KOMPAS.com - Menjelang Ramadhan dan Lebaran 2026, tren mukena mulai menjadi perhatian banyak muslimah. Tidak lagi sekadar perlengkapan ibadah, mukena kini juga hadir dengan desain yang lebih elegan, bahan premium, dan fitur yang membuat ibadah terasa lebih nyaman.

Tahun ini, tren mukena Lebaran 2026 didominasi oleh perpaduan desain mewah, material berkualitas, serta model yang praktis digunakan. Sejumlah produsen bahkan mulai menghadirkan inovasi baru agar mukena tidak hanya indah dipandang, tetapi juga mendukung kekhusyukan saat beribadah.

Berikut beberapa tren mukena Lebaran 2026 yang diprediksi banyak diminati.

Baca juga: Tren Gamis Couple Ibu dan Anak Lebaran 2026: Anggun, Serasi & Elegan

Model 2-in-1 Semakin Populer

Salah satu tren paling menonjol adalah mukena model 2-in-1. Desain ini memungkinkan mukena digunakan dalam dua gaya berbeda.

Biasanya model ini dilengkapi resleting di bawah dagu, sehingga memudahkan pengguna mengenakannya tanpa merusak tatanan hijab. Fitur ini juga praktis saat bepergian atau traveling karena mukena dapat dipakai lebih cepat.

Model multifungsi ini menjadi pilihan favorit karena memberikan kombinasi kepraktisan dan tampilan yang tetap rapi.

Tren Mukena Lebaran 2026: Model 2-in-1 Semakin Populer.Ilustrasi dibuat AI Tren Mukena Lebaran 2026: Model 2-in-1 Semakin Populer.

Material Silk Premium Jadi Primadona

Dari sisi bahan, mukena Lebaran 2026 banyak menggunakan material premium dengan tekstur lembut dan adem.

Beberapa bahan yang diprediksi populer antara lain:

  • Santorini dan Maxmara Silk, dikenal halus, tidak mudah kusut, dan terlihat elegan
  • Jersey Jaguar Grade A, bahan yang elastis dan nyaman untuk waktu salat yang lama
  • Sutra Velvet, memberikan kesan mewah terutama jika dipadukan dengan renda lebar

Material tersebut dipilih karena mampu memberikan tampilan anggun sekaligus kenyamanan maksimal saat digunakan beribadah.

Tren Mukena Lebaran 2026: Material Silk Premium Jadi PrimadonaIlustrasi dibuat AI Tren Mukena Lebaran 2026: Material Silk Premium Jadi Primadona

Detail Laser Cut dan Tile Brukat

Tren mukena terbaru juga menonjolkan detail estetik yang membuat tampilannya lebih eksklusif.

Salah satunya adalah teknologi laser cut pada bagian tepi mukena. Teknik ini menghasilkan potongan yang rapi tanpa banyak jahitan sehingga terlihat lebih modern.

Baca juga: Tren Lebaran 2026: Baju Kurung Melayu dan Inspirasi Padu Padan Hijab yang Elegan

Selain itu, penggunaan tile brukat juga masih populer karena memberikan kesan mewah dan feminin, bahkan pada mukena dengan harga yang relatif terjangkau.

Tren Mukena Lebaran 2026: Detail Laser Cut dan Tile Brukat.Ilustrasi dibuat AI Tren Mukena Lebaran 2026: Detail Laser Cut dan Tile Brukat.

Ukuran Jumbo dan Model Dagu Tertutup

Kenyamanan menjadi fokus utama dalam tren mukena tahun ini. Karena itu, mukena ukuran jumbo semakin diminati.

Ukuran yang lebih panjang membuat mukena tidak menggantung saat dipakai, sehingga lebih nyaman bagi muslimah dengan postur tubuh tinggi atau besar.

Selain itu, model dagu tertutup juga banyak dicari karena membantu menjaga aurat tetap tertutup sempurna selama salat.

Warna Calm dan Motif Abstrak

Dari segi tampilan, mukena Lebaran 2026 cenderung menggunakan warna-warna lembut yang menenangkan.

Beberapa warna yang diprediksi menjadi favorit antara lain:

  • Mahogany yang elegan dan hangat
  • Granite dengan kesan modern
  • Soft AV yang lembut dan feminin

Motif abstrak dan floral juga banyak dipilih karena memberikan kesan modern tanpa terlihat terlalu ramai.

Tren Mukena Lebaran 2026: Warna Calm dan Motif Abstrak.Ilustrasi dibuat AI Tren Mukena Lebaran 2026: Warna Calm dan Motif Abstrak.

Mukena Set Lengkap Semakin Diminati

Tren lain yang mulai populer adalah mukena yang dijual dalam set lengkap.

Selain mukena, paket ini biasanya dilengkapi tas cantik (pouch) dan bahkan sajadah dengan motif senada. Konsep ini membuat mukena tidak hanya praktis untuk dibawa, tetapi juga cocok dijadikan hantaran atau hadiah Lebaran.

Baca juga: Tren Baju Gamis Lebaran 2026 Mulai Ramai: Model “Gamis Bini Orang” hingga Warna Earth Tone Jadi Favorit

Mukena Lebaran Kini Utamakan Estetika dan Kenyamanan

Secara umum, tren mukena Lebaran 2026 menunjukkan perubahan gaya yang menarik. Mukena tidak lagi hanya fokus pada fungsi, tetapi juga estetika, material berkualitas, dan kenyamanan saat beribadah.

Dengan banyaknya pilihan bahan silk, desain multifungsi, hingga warna yang menenangkan, muslimah kini memiliki lebih banyak opsi untuk tampil anggun sekaligus tetap khusyuk saat menjalankan ibadah di bulan suci dan Hari Raya Idulfitri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Wamenag Minta Pelaku Usaha dan Penyelenggara Acara Tak Jadikan Agama sebagai Komoditas
Wamenag Minta Pelaku Usaha dan Penyelenggara Acara Tak Jadikan Agama sebagai Komoditas
Aktual
100 Ucapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang Islami untuk Status Media Sosial
100 Ucapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang Islami untuk Status Media Sosial
Aktual
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Aktual
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Aktual
Fenomena Sosial 'Marriage is Scary': Bagaimana Pandangan Islam?
Fenomena Sosial "Marriage is Scary": Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
Aktual
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar