Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Padati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada Malam Pertama 10 Hari Terakhir Ramadhan

Kompas.com, 11 Maret 2026, 20:21 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Ribuan umat Muslim memadati Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah pada malam pertama sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Para jemaah berkumpul untuk melaksanakan shalat Tarawih dan shalat Tahajud berjamaah yang juga dikenal sebagai Qiyamullail.

Sepuluh malam terakhir Ramadhan memang menjadi waktu yang sangat dinantikan umat Islam karena diyakini terdapat malam Lailatul Qadar. Karena itu, banyak jemaah memperbanyak ibadah di dua masjid suci tersebut.

Baca juga: Kementerian Haji Arab Saudi Imbau Jemaah Umrah Hindari Jam Padat di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Pada malam tersebut, suasana ibadah berlangsung khusyuk dengan ribuan jemaah yang datang dari berbagai negara.

Para jemaah memanfaatkan waktu untuk shalat, membaca Al-Qur’an, dan memanjatkan doa.

Dilansir dari Saudi Gazette, otoritas Arab Saudi juga menyiapkan berbagai layanan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah selama beribadah.

Jemaah Padati Area Masjidil Haram

Di Makkah, arus jemaah sudah terlihat sejak dini hari di berbagai area sekitar Masjidil Haram.

Kepadatan jemaah terlihat di koridor, halaman masjid, area mataf, hingga jalan-jalan yang mengarah ke Masjidil Haram.

Suasana spiritual tampak dari para peziarah dan jemaah yang memenuhi kawasan masjid.

Sebagian jemaah terlihat melaksanakan shalat, sementara lainnya membaca Al-Qur’an dan berdoa kepada Allah dengan penuh kekhusyukan.

Kegiatan ibadah berlangsung dengan tertib berkat sistem layanan terpadu yang disediakan otoritas setempat.

Berbagai fasilitas disiapkan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan jemaah yang datang ke Masjidil Haram.

Layanan dan Fasilitas untuk Jemaah di Masjidil Haram

Otoritas Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menyiapkan berbagai fasilitas di Masjidil Haram bekerja sama dengan instansi terkait.

Persiapan ini bertujuan memberikan layanan operasional yang optimal bagi jemaah dan pelaku umrah.

Langkah yang dilakukan antara lain pembersihan, sterilisasi, serta penyemprotan wewangian di berbagai area masjid menggunakan peralatan khusus yang ditempatkan di dalam maupun di luar area masjid.

Selain itu, otoritas juga mengoperasikan toilet yang dilengkapi berbagai fasilitas, menambah jumlah karpet shalat, serta menyiapkan banyak titik distribusi air Zamzam.

Layanan tersebut memastikan ketersediaan air Zamzam dingin maupun tidak dingin selama 24 jam.

Sistem keluar-masuk jemaah juga diatur untuk memudahkan mobilitas di dalam masjid.

Pintu khusus disediakan bagi lansia dan penyandang disabilitas, sementara tim lapangan disiagakan sepanjang waktu untuk menerima pertanyaan maupun masukan dari jemaah.

Berbagai fasilitas penunjang lainnya juga disiapkan, seperti eskalator dan lift, sistem pendingin udara, pencahayaan, ventilasi, sistem suara, serta sumber pasokan listrik.

Pintu-pintu dan fasilitas toilet juga dilengkapi standar keselamatan lingkungan guna menjaga kesehatan dan keamanan para pengunjung.

Upaya ini merupakan bagian dari layanan berkelanjutan yang dilakukan otoritas Arab Saudi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah dan pengunjung agar dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

Suasana Ibadah di Masjid Nabawi  

Di Madinah, ribuan jemaah juga memadati Masjid Nabawi untuk melaksanakan shalat Tahajud berjamaah. Suasana ibadah berlangsung dengan penuh ketenangan, spiritualitas, dan keamanan.

Jemaah terlihat memenuhi koridor, halaman, serta jalan-jalan menuju Masjid Nabawi.

Kehadiran ribuan jemaah menciptakan suasana ibadah yang khusyuk selama sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Otoritas Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi juga menyiapkan seluruh area dan fasilitas di Masjid Nabawi bekerja sama dengan berbagai instansi terkait.

Persiapan tersebut bertujuan menghadirkan sistem layanan terpadu bagi para jemaah dan pengunjung.

Persiapan yang dilakukan meliputi pembukaan seluruh pintu masjid, penyiapan area dalam masjid, atap, serta halaman untuk menampung jemaah.

Selain itu, dilakukan juga perawatan fasilitas, pembersihan, layanan operasional, serta distribusi air bagi para jemaah.

Otoritas setempat juga menambah jumlah petugas dan peralatan guna memastikan seluruh layanan berjalan dengan lancar.

Petugas ditempatkan di berbagai titik untuk mengatur kerumunan, membuka jalur akses, serta memudahkan pergerakan jemaah di dalam dan sekitar Masjid Nabawi.

Imbauan Agar Jemaah Umrah Menghindari Jam Padat 

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga mengimbau jemaah agar menghindari jam-jam padat saat melaksanakan ibadah umrah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Kementerian mengidentifikasi sembilan jam yang menjadi periode paling padat bagi jemaah yang melaksanakan umrah di Masjidil Haram.

Berdasarkan indikator pergerakan jemaah selama dua pekan pertama Ramadhan, periode pukul 16.00 hingga 22.00 serta pukul 05.00 hingga 08.00 menjadi waktu dengan arus jemaah paling tinggi.

Sementara itu, periode pukul 23.00 hingga 04.00 tercatat memiliki tingkat kepadatan sedang. Adapun waktu antara pukul 08.00 hingga 15.00 merupakan periode dengan jumlah jemaah relatif lebih sedikit.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar