Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Niat Mandi Idul Fitri 1447 H: Bacaan Arab, Arti, dan Tata Caranya

Kompas.com, 12 Maret 2026, 13:08 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi momen yang dinanti umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh pada bulan Ramadan.

Pada hari tersebut, umat Islam dianjurkan menyambutnya dengan berbagai amalan sunnah sebelum melaksanakan salat Id.

Salah satu amalan yang sering disebut dalam berbagai literatur fikih adalah mandi sunnah pada pagi hari Idul Fitri.

Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan budaya, tetapi memiliki dasar dalam praktik para sahabat Nabi dan dijelaskan dalam sejumlah kitab fikih klasik.

Dengan mandi, seseorang diharapkan menyambut hari raya dalam keadaan bersih, suci, dan siap menjalankan ibadah pada hari kemenangan, yaitu Idul Fitri.

Makna Mandi Sunnah pada Hari Raya

Dalam tradisi Islam, kebersihan memiliki kedudukan penting. Banyak ibadah yang diawali dengan bentuk penyucian diri, mulai dari wudhu hingga mandi.

Dalam kitab Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa mandi pada hari raya termasuk amalan sunnah yang dianjurkan sebelum keluar menuju tempat salat Id.

Amalan ini dimaksudkan agar umat Islam tampil dalam keadaan terbaik saat berkumpul bersama masyarakat dalam ibadah besar tersebut.

Pendapat serupa juga dijelaskan dalam kitab Al‑Majmu’ Syarah al‑Muhadzdzab karya Imam Nawawi.

Dalam kitab tersebut disebutkan bahwa mandi pada hari raya dianjurkan bagi laki-laki maupun perempuan yang hendak menghadiri salat Id.

Menurut sebagian ulama, praktik ini juga diriwayatkan dilakukan oleh para sahabat Nabi sebagai bentuk persiapan menyambut hari raya.

Baca juga: Poster Idul Fitri Estetik Bisa Dibuat dari HP, Ini Cara Mudah Membuat Kartu Ucapan Lebaran Sendiri

Niat Mandi Sunnah Idul Fitri

Sebagaimana ibadah lainnya, mandi sunnah Idul Fitri diawali dengan niat di dalam hati. Niat ini menjadi penegasan bahwa mandi dilakukan sebagai ibadah karena Allah SWT.

Berikut bacaan niat mandi sunnah Idul Fitri:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِيَوْمِ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liyaumi ‘iiedil fithri sunnatan lillaahi ta’alaa.

Artinya: "Saya niat mandi pada Hari Raya Idul Fitri sebagai sunnah karena Allah Ta'ala."

Niat tersebut dapat dibaca sebelum memulai mandi atau dihadirkan dalam hati ketika mulai mengguyur tubuh dengan air.

Waktu Pelaksanaan Mandi Hari Raya

Para ulama menjelaskan bahwa waktu mandi sunnah Idul Fitri dilakukan pada pagi hari sebelum berangkat salat Id.

Dalam beberapa kajian fikih, waktu tersebut dimulai sejak setelah terbit fajar hingga sebelum pelaksanaan salat Id.

Di banyak tempat, umat Islam biasanya melaksanakan mandi sunnah ini pada waktu sekitar pukul 02.30 hingga menjelang subuh atau sebelum berangkat ke lapangan atau masjid tempat salat Id dilaksanakan.

Mandi ini menjadi bagian dari rangkaian amalan sebelum salat Id, yang juga meliputi memakai pakaian terbaik, menggunakan wewangian, serta makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke tempat salat.

Penjelasan mengenai anjuran tampil rapi dan bersih pada hari raya juga disebutkan dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali yang menekankan pentingnya adab lahiriah ketika menghadiri momen keagamaan.

Baca juga: Cari Masjid Saat Mudik Lebaran Kini Lebih Mudah, Kemenag Sarankan Gunakan Pusaka Super Apps

Tata Cara Mandi Sunnah Idul Fitri

Secara umum, tata cara mandi sunnah Idul Fitri tidak jauh berbeda dengan mandi besar atau mandi wajib. Namun, yang membedakan adalah niatnya sebagai ibadah sunnah.

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  • Membaca niat mandi sunnah Idul Fitri dengan tujuan menyucikan diri karena Allah SWT.
  • Membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali menggunakan air mengalir.
  • Membersihkan bagian tubuh yang kotor atau terkena najis, terutama di area lipatan tubuh.
  • Melakukan wudhu sebagaimana wudhu sebelum salat.
  • Mengguyur air ke seluruh tubuh dimulai dari kepala hingga seluruh badan.
  • Menyiram bagian tubuh sebelah kanan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan bagian kiri.
  • Melanjutkan mandi hingga seluruh tubuh benar-benar bersih.

Dengan cara tersebut, mandi sunnah Idul Fitri diharapkan menjadi bentuk penyucian diri yang sempurna sebelum menjalankan salat Id.

Tradisi Menyambut Hari Raya

Selain mandi sunnah, terdapat beberapa amalan lain yang sering dilakukan umat Islam saat menyambut Idul Fitri.

Di antaranya adalah:

  • mengenakan pakaian terbaik
  • menggunakan wewangian
  • makan sebelum berangkat salat Id
  • memperbanyak takbir sejak malam hari raya

Amalan-amalan tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa syukur setelah menyelesaikan ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Dalam buku Rahasia Puasa Menurut Al-Qur’an dan Sunnah karya Yusuf Qardhawi dijelaskan bahwa Idul Fitri merupakan simbol kembalinya manusia kepada fitrah setelah menjalani proses penyucian diri selama Ramadan.

Karena itu, menyambut hari raya dengan kebersihan lahir dan batin menjadi salah satu nilai penting dalam tradisi Islam.

Baca juga: Mudik Gratis Lebaran 2026 Naik Kapal Perang TNI AL, Bisa Sekalian Bawa Motor

Menyambut Hari Kemenangan dengan Hati Bersih

Mandi sunnah Idul Fitri mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki makna simbolis yang mendalam.

Ia bukan sekadar membersihkan tubuh, melainkan juga menjadi pengingat untuk menyambut hari raya dengan hati yang bersih dan penuh syukur.

Dengan menjalankan amalan sunnah ini, umat Islam diharapkan dapat memulai hari raya dalam keadaan suci, siap menjalankan salat Id, serta mempererat silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat.

Hari raya pun tidak hanya menjadi perayaan kemenangan setelah puasa, tetapi juga momentum untuk kembali kepada fitrah, memperbaiki diri, dan membuka lembaran baru dalam kehidupan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar