Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Lebaran Betawi? Mengenal Tradisi Halalbihalal dan Pelestarian Budaya yang Berlangsung 10-12 April 2026

Kompas.com, 4 April 2026, 12:42 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Lebaran Betawi menjadi salah satu agenda budaya tahunan yang rutin digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idul Fitri, tetapi juga bagian dari upaya pelestarian budaya Betawi.

Pada tahun 2026, perayaan kembali digelar dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Acara ini sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada tradisi lokal.

Apa Itu Lebaran Betawi?

Lebaran Betawi merupakan acara tahunan yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta sebagai bentuk pelestarian budaya Betawi.

Dilansir dari laman Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menyebut Lebaran Betawi memiliki makna penting sebagai momentum kebersamaan masyarakat Jakarta.

“Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan, mempererat kebersamaan, serta melestarikan nilai-nilai budaya Betawi sebagai identitas Jakarta. Ini menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk bersilaturahmi, merawat tradisi, sekaligus memperkuat persatuan warga dalam suasana hari raya,” ujarnya di Jakarta, Jumat (3/4/2026).

Digelar Sejak 2008, Lebaran Betawi Memasuki Tahun ke-18

Pada 2026, Lebaran Betawi yang telah diselenggarakan sejak 2008 akan memasuki pelaksanaan ke-18.

Kegiatan ini terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pemajuan budaya Betawi, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang tetap menjunjung kearifan lokal.

Mengusung tema “Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global”, acara ini menghadirkan konsep halalbihalal akbar yang dikemas dengan beragam atraksi budaya dan hiburan khas Betawi.

Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Lebaran Betawi 2026

Pemprov DKI Jakarta memastikan Lebaran Betawi 2026 digelar di Lapangan Banteng, Pasar Baru, Jakarta Pusat pada 10–12 April 2026.

"Meski ada beberapa pengurangan akibat dunia tengah dalam keprihatinan dan efisiensi anggaran, Lebaran Betawi tetap akan kami gelar secara khidmat," kata Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim dalam keterangan di Jakarta, Jumat, seperti dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, kegiatan ini menjadi wadah halal bihalal besar bagi masyarakat setelah Idul Fitri 1447 Hijriah sekaligus agenda budaya Betawi.

Pelaksanaan di Lapangan Banteng juga mempertimbangkan nilai historis lokasi sebagai salah satu landmark penting Jakarta.

"Apalagi kegiatan dilaksanakan di Lapangan Banteng yang memiliki historis. Kami berharap masyarakat bisa hadir meramaikan," ujar Ali.

Adapun perayaan Lebaran Betawi 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta, Bamus Betawi, Majelis Kaum Betawi, serta berbagai pemangku kepentingan.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan budaya Betawi kepada masyarakat luas.

Rangkaian Acara Lebaran Betawi 2026

Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat akan disuguhkan berbagai kegiatan budaya dan sosial.

Jumat, 10 April 2026 (18.30–21.30 WIB)

Diawali dengan malam syukuran yang diisi pengajian, maulid, tahlilan, tausiah, dan doa bersama.

Sabtu, 11 April 2026 (08.00–23.00 WIB)

Digelar atraksi budaya seperti ondel-ondel, tanjidor, silat, dan gambang kromong, serta silaturahmi akbar hingga hiburan rakyat seperti lenong Betawi dan layar tancep.

Minggu, 12 April 2026 (06.00–22.00 WIB)

Diisi kegiatan interaktif seperti senam bersama, permainan tradisional, dongeng rakyat, karnaval budaya, prosesi hantaran, hingga pertunjukan musik.

Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati kuliner khas Betawi dan mengunjungi bazar produk lokal yang melibatkan pelaku UMKM.

Tradisi dan Nilai dalam Tradisi Lebaran Betawi

Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB), Fauzi Bowo atau Bang Foke, menjelaskan bahwa esensi Lebaran Betawi terletak pada pelestarian adat dan tradisi.

Tradisi tersebut mencakup saling memaafkan, mempererat silaturahmi terutama kepada orang tua atau sesepuh, serta kebiasaan berkunjung ke kerabat.

“Dulu, tradisi ini dilakukan di setiap pelosok, kampung, bahkan antar-kampung untuk menjaga ikatan silaturahmi, kekeluargaan, persaudaraan, dan persatuan kaum Betawi. Salah satu tugas MKB adalah menjaga marwah ini,” ungkap Bang Foke.

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan membawa oleh-oleh atau anter-anter sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga yang dikunjungi.

Hal itu kemudian diadaptasi dengan penyerahan hantaran atau seserahan dari para wali kota kepada gubernur dan wakil gubernur.

Isi hantaran itu beragam, dan rata-rata merupakan kuliner khas Betawi, di antaranya ayam kuning, es selendang mayang, ongol-ongol, dodol kemayoran, gado-gado gondangdia, bebek oblok, dan wajik.

Berbagai pertunjukan tradisional Betawi dan sajian kuliner khas turut menjadi bagian dalam acara tersebut.

“Kami mengundang seluruh masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk hadir dan meramaikan Lebaran Betawi 2026. Dengan semangat kebersamaan, kami berharap kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi seluruh warga Jakarta,” ajak Sekda Uus.

Kegiatan ini diharapkan dapat menarik sekitar 20.000 pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pelajar, komunitas budaya, hingga wisatawan domestik dan mancanegara.

Lebaran Betawi tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal.

Melalui bazar UMKM dan sajian kuliner khas, kegiatan ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk berkembang sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Betawi.

Secara keseluruhan, Lebaran Betawi menjadi simbol bahwa tradisi, kebersamaan, dan identitas lokal tetap dapat terjaga di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar