Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Produksi Mawar Thaif Melonjak, Didukung Cuaca dan Kondisi Alam Ideal

Kompas.com, 5 April 2026, 22:37 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Perkebunan mawar di Thaif yang ada di di wilayah barat Arab Saudi mencatat lonjakan produksi signifikan pada musim panen tahun ini.

Kondisi iklim yang mendukung turut meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Cuaca yang relatif stabil memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan tanaman.

Situasi ini juga memperkuat posisi mawar Thaif yang sudah lama dikenal sebagai komoditas unggulan daerah.

Baca juga: Upaya Arab Saudi Meningkatkan Budidaya Lebah Madu untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Lingkungan

Dilansir dari Saudi Gazette, wilayah Thaif memiliki lebih dari 910 kebun mawar dengan sekitar 1,14 juta pohon.

Setiap musim panen yang berlangsung sekitar 45 hari, kawasan ini mampu menghasilkan hingga 550 juta bunga mawar.

Perkebunan tersebut tersebar di dataran tinggi Al-Hada dan Al-Shafa, yang berada di lereng Sarawat Mountains.

Kawasan ini dikenal memiliki suhu yang sejuk, ketersediaan air melimpah, serta lembah subur yang mendukung pertumbuhan mawar secara optimal.

Baca juga: Bunga Langka Bakhtari Mekar di Wilayah Perbatasan Utara Arab Saudi, Pertanda Apa?

Cuaca Sejuk Tingkatkan Kualitas Panen

Petani mawar Khalaf Jaber Al-Tuwairqi menyebut bahwa kondisi cuaca yang moderat serta ketersediaan air irigasi menjadi faktor utama meningkatnya kepadatan dan kualitas bunga.

Ia menjelaskan bahwa pada puncak musim panen, kebun dapat menghasilkan ribuan bunga setiap hari.

Bahkan, sekitar 12.000 bunga mawar dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit minyak mawar, yang termasuk salah satu minyak aromatik paling berharga di dunia.

Panen Mawar Dorong Lonjakan Pariwisata

Peningkatan produksi mawar juga berdampak langsung pada sektor pariwisata. Pemandu wisata Abdullah Al-Zahrani mengatakan bahwa kebun mawar di Al-Hada dan Al-Shafa kini semakin ramai dikunjungi wisatawan.

Pengunjung datang untuk menyaksikan proses panen hingga penyulingan mawar, sekaligus mempelajari tradisi lokal yang menjadi bagian dari identitas pertanian Thaif.

Mawar Thaif Diakui sebagai Warisan Budaya Dunia

Sebelumnya pada tahun 2024, tradisi budidaya mawar Thaif telah diakui secara global setelah masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO.

Pengakuan ini diberikan dalam sesi ke-19 Komite Antarpemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda yang digelar di Asunción pada 2–7 Desember 2024.

Pengakuan tersebut menegaskan nilai budaya dan ekonomi mawar Thaif bagi masyarakat lokal.

Ilustrasi mawar.Pexels/عمر الشهري Ilustrasi mawar.

Tradisi mawar di Thaif telah laman menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat.

Sejak bulan Maret setiap tahunnya, warga akan berkumpul pada pagi hari untuk memanen bunga mawar yang harum.

Hasil panen kemudian dibawa ke pasar atau pusat penyulingan untuk diolah menjadi air mawar dan minyak esensial.

Produk ini banyak digunakan dalam pengobatan tradisional, kosmetik, makanan, hingga ritual keagamaan, serta sering dijadikan hadiah bernilai tinggi.

Proses ini tidak hanya menjaga keberlanjutan ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Peran Saudi Arabia’s Heritage Commission turut penting dalam mendokumentasikan dan mengajukan tradisi ini ke UNESCO.

UNESCO bahkan menyebut tradisi tersebut sebagai "living heritage," karena mampu menjaga pengetahuan lokal, mendorong pembelajaran lintas generasi, dan mempererat kohesi sosial.

Melimpahnya produksi mawar Thaif menunjukkan kuatnya sinergi antara faktor alam dan tradisi lokal.

Kondisi iklim yang mendukung menjadi kunci peningkatan kualitas hasil panen setiap tahun.

Di sisi lain, pengakuan internasional semakin memperkuat nilai budaya dan ekonomi komoditas ini.

Ke depan, keberlanjutan tradisi mawar Thaif diharapkan terus terjaga melalui dukungan pemerintah dan masyarakat.

Dengan demikian, mawar Thaif tidak hanya menjadi simbol keindahan, tetapi juga pilar penting bagi ekonomi dan budaya lokal.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar